July 2014
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

KESEMPATAN DAN PENYESALAN

Ibrani 12:16-17

Matius 27:3-5


“Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.”

(Ibrani 12:16)

 

Esau adalah seorang yang mendapat kesempatan dari Tuhan. Sebagai anak kembar ia lahir lebih dahulu sehingga ia menjadi anak sulung. Dalam budaya orang Ibrani, hak kesulungan itu adalah segala-galanya. Secara rohani itu berbicara tentang hak kita sebagai anak-anak Allah. Namun sayang, Esau tidak pernah menghargai hal itu. Dia hanya memikirkan hal kedagingan, bukan hal rohani. Sebaliknya Yakub tahu betapa berharganya hak kesulungan itu. Akhirnya Esau menjual hak kesulungannya hanya dengan semangkuk kacang merah. Saudara, menjadi orang Kristen itu sangat mahal karena dibayar dengan darah Yesus, sebab itu jangan sampai kita menggantinya dengan apa pun juga. Esau memiliki nafsu yang rendah,itulah sebabnya ketika saatnya tiba untuk mendapat berkat, ia tidak mendapatkan kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahannya walaupun ia mencarinya dengan cucuran air mata.

Demikian pula Yudas Iskariot adalah salah satu dari 12 orang yang mendapat kesempatan luar biasa, yakni menjadi rasul, bahkan ia dipercaya menjadi bendahara oleh Yesus. Namun sayang, kesempatan ini tidak dipakainya dengan baik, malah ia menggunakan kesempatan ini untuk menjual Yesus. Ketika ia melihat Yesus dijatuhi hukuman mati, ia menyesal, tetapi sudah terlambat. Ia membawa 30 keping perak itu kepada imam-imam tetapi imam-imam juga tidak mau menerimanya. Yudas harus bertanggung-jawab atasperbuatannya sendiri dan akhirnya Yudasgantung diri. Paulus berkata:“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:22). (SK)

Selagi kita mendapat kesempatan untuk hidup di dunia ini, gunakanlah dengan sebaik-baiknya.

TUHAN MEMAGARI HIDUP KITA

Efesus 5:15-21


“Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.”

(Mazmur 5:13)

 

Ayub dipagari oleh Tuhan sehingga iblis tidak bisa mencelakakan dia. Walaupun akhirnya Tuhan mengijinkan Ayub mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, ia tetap setia kepada Tuhan. Bahkan ketika istri Ayub, orang yang paling dekat dengan Ayub, menyuruh Ayub menghujat Tuhan, Ayub tetap tidak melawan Tuhan. Kita seringkali berharap kepada manusia. Seringkali kita mengandalkan orang-orang terdekat kita ketika kita menghadapi masalah-masalah dalam hidup ini. Namun jika orang-orang terdekat kita mengatakan hal-hal yang melemahkan kita, biasanya kita pun ikut lemah. Tapi puji Tuhan, iman Ayub lebih kuat dan ia tetap setia mengikut Tuhan walaupun mengalami sakit penyakit dan pencobaan yang berat.

Keluarga Nuh adalah keluarga yang memperhatikan kemurahan Tuhan, sehingga mereka tetap setia hidup benar di hadapan Allah. “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (Kejadian 6:9). Walaupun sekeliling mereka tidak takut akan Tuhan, Nuh dapat hidup benar. Mintalah agar Roh Kudus terus mengingatkan kita untuk melakukan FirmanNya. Tuhan bekerja dari dalam, dari roh kita sampai tubuh kita, supaya semuanya terpelihara sampai pada hari kedatangan Tuhan Yesus. Hendaklah kita selalu berjalan dalam pimpinan Roh Kudus agar kita tidak jatuh dalam dosa. “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Galatia 5:25). Kita bisa mengerti kehendak Tuhan ketika Roh Kudus yang menerangi hati kita. (ED)

 

Kalau kita tidak menjaga hidup kita sesuai Firman Tuhan, maka sulit bagi kita menerima keselamatan yang Tuhan janjikan.

BUKAN KARENA KEMAMPUAN KITA

1 Tawarikh 21:1-13


“Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. Tetapi hal itu jahat di mata Allah, sebab itu dihajar-Nya orang Israel.”

(1 Tawarikh 21:1,7)

 

Iblis membujuk (menggoda) Daud. Iblis selalu merencanakan yang jahat bagi semua manusia. Dalam 2 Samuel 24:1 kita membaca bahwa Tuhan yang menghasut ambisi Daud untuk menghitung jumlah rakyatnya dan iblis memanfaatkan dengan mendorongnya agar Daud tergoda dan melakukannya. Mengapa Tuhan marah kepada Daud dan kepada bangsa Israel? Karena tujuan Daud menghitung rakyat Israel bukan untuk kepentingan pemerintahan, tetapi supaya Daud tahu seberapa besar kekuatan jumlah tentaranya. Hal ini yang membuat Tuhan marah. Kemenangan Daud terhadap lawan-lawannya bukan karena banyaknya jumlah tentara dan keahlian mereka berperang, tetapi kemenangan dalam peperangan adalah karena campur tangan Tuhan.

Daud adalah gambaran gereja Tuhan yang selalu ingin untuk menang. Tetapi ada saja orang Kristen yang menganggap bahwa keberhasilan hidupnya adalah karena kekuatan dan kuantitas potensinya. Memang kita yang bekerja, berusaha, tetapi Tuhan yang memberikan keberhasilan. Tuhan memilih kita bukan karena kita banyak atau sedikit. (Ulangan 7:1), tetapi karena kasih Tuhan (Ulangan 7:8). Tuhan ijinkan iblis menggoda Daud karena Tuhan ingin menaikkan kualitas kerohaniannya. Ada saat-saat tertentu, Tuhan mengijinkan iblis menggangu kita, supaya iman kita semakin berkualitas, kita tidak bergantung kepada kondisi kemampuan atau situasi yang mendukung melainkan total bersandar kepada Tuhan Yesus. Tuhan dapat menolong kita baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang. (I Samuel 14 : 6). (MDW)

 

Janganlah sekali-kali tergoda sehingga menganggap bahwa kita bisa berhasil karena kemampuan atau jasa-jasa kita, ingatlah, semua keberhasilan yang kita raih adalah anugerah Tuhan.

 

 

DOA SEORANG PENYEMBAH

Kisah 3:1-10


“Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

(Yohanes 5:8)

 

Di dalam nama Yesus, kita juga dapat memiliki kuasa yang sama. Doa seorang penyembah adalah doa dengan penuh kuasa, doa dengan otoritas Kerajaan, doa yang dideklarasikan. Karena hidup seorang penyembah ada dalam Firman, maka doanya yang dinyatakan dalam FirmanNya akan membuat terobosan terjadi. Doa dengan otoritas Kerajaan yang menyatakan FirmanNya akan membangun tembok-tembok yang runtuh, membuat perubahan-perubahan terjadi, membuat kemenangan demi kemenangan terjadi. Inilah doa dan otoritas Kerajaan yang penuh kuasa! Bukan lagi doa yang meminta-minta, bukan lagi doa yang merengek-rengek, bukan lagi doa dengan kesedihan, bukan lagi doa ratapan, melainkan suara Sang Raja yang disampaikan. Suara yang memerintah dengan otoritas Kerajaan. Ini semua terjadi karena Firman memberi kehidupan pada seorang penyembah. Karena penyembah hidup dalam Firman, maka dalam doanya ada Firman yang dinyatakan/ dideklarasikan.

Berdoalah dengan otoritas Kerajaan yang dideklarasikan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kita dapat mengucapkan bahwa Yesus yang datang ke dunia ini dua ribu tahun yang lalu memiliki kuasa yang luar biasa. Orang yang sakit dijamahNya dan sembuh, orang lumpuh bisa berjalan, wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun sembuh setelah menjamah jubah Yesus, orang buta bisa melihat, bahkan orang mati bangkit. Yesus yang tetap sama dulu, sekarang dan selamanya, hadir pada saat ini dengan kuasa yang sama dan kita juga dapat mengucapkan: “Oleh bilur-bilur Yesus Kristus, semua sakit penyakit di tubuhku menjadi sembuh.” Berdoalah bukan karena kebiasaan, tetapi dengan penuh kuasa, dengan otoritas kerajaan surga. (JHG)

 

Dalam nama di atas segala nama, Tuhan Yesus Kristus, kita dapat mengubah keadaan dan meraih mukjizatNya.

PERLU KETAATAN

Yohanes 2:1-11


“Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

(Yohanes 2:5)

 

Di mana pun Yesus hadir, maka ada mukjizat yang terjadi asalkan kita percaya kepadaNya. Suatu saat Yesus diundang di perjamuan kawin di Kana. Ketika pesta masih berlangsung, mereka kehabisan air anggur. Ibu Yesus mengetahui hal ini dan ia segera memberitahukan kepada Yesus, tapi Yesus berkata: “SaatKu belum tiba.” Kita harus bersabar menantikan pertolongan Tuhan, meskipun doa-doa kita belum mendapat jawaban. Berkat sudah Tuhan sediakan bagi kita, tetapi kita harus bersabar menantikan pertolongan Tuhan. Ada orang yang tidak bersabar menantikan pertolongan Tuhan, waktu Tuhan belum mengabulkan doanya, ia tidak mau lagi berdoa kepada Tuhan.

Kemudian Maria berkata kepada para pelayan yang ada di situ: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Para pelayan itu taat ketika Tuhan Yesus menyuruh untuk mengisi tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Mereka tidak mengisi setengah tempayan, tetapi sampai penuh. Kita harus memiliki ketaatan yang penuh pada semua perintah Tuhan. Apakah saat ini kita sedang mengalami ‘kekurangan’? Mungkin ada yang mengalami kekurangan secara materi, mungkin ada juga kekurangan damai sejahtera dan sukacita. Tuhan sanggup mengubah keadaan apa pun yang sedang kita hadapi. Isilah terlebih dahulu bejana hati kita dengan kebenaran Firman Tuhan dan kita harus taat melakukan FirmanNya. Ketika para pelayan itu taat melakukan perintah Tuhan, maka mukjizat terjadi. Tuhan Yesus mengubah air menjadi air anggur yang sangat nikmat rasanya sehingga pemimpin pesta itu merasa heran. (nest)

 

Janganlah kita bosan berdoa pada Tuhan. Doa yang disertai ketaatan akan menghasilkan mukjizat.

KUATKAN DAN TEGUHKAN HATIMU

Yosua 1:5-9

 

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

(Yosua 1:8)

 

Kedisiplinan merupakan jalan untuk meraih kesuksesan. Kitab Yosua menegaskan apabila seseorang ingin berhasil, maka dia harus memiliki hidup disiplin/konsisten dalam hidupnya, kita perlu hidup taat sesuai petunjuk Firman Tuhan. Firman Tuhan memberitahukan bahwa kunci hidup berhasil itu adalah sangat mudah dan sederhana, yaitu memperioritaskan/ mengutamakan Tuhan, hidup dengan rajin, menjauhi kejahatan dan dosa.

Formula/rumus keberhasilan ini persis sama seperti khotbah Tuhan Yesus di bukit. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). Berkali-kali Tuhan memberikan pesanNya baik kepada bangsa Israel maupun kepada para pemimpin Israel (hakim-hakim dan raja-raja Israel). Apabila mereka konsisten (hidup disiplin) mengutamakan Tuhan dan hidup sesuai dengan ketetapan-ketetapan Tuhan (Firman Tuhan), maka mereka akan tetap berhasil dan menjadi pemimpin/kepala. Namun apabila mereka hidup tidak disiplin dengan meninggalkan dan menjauhi Tuhan serta meninggalkan perintah-perintah Tuhan, maka mereka akan mengalami kehancuran, kemalangan dan penderitaan. Hidup yang tidak disiplin/yang sembrono, bermain-main dengan dosa, akan berakibat penderitaan. Orang yang meninggalkan serta mengabaikan perintah-perintah Tuhan akan terkutuk bahkan mengalami penderitaan, kesengsaraan bahkan kehancuran. (Sam)

 

Kalau kita mau diberkati, berhasil dan beruntung, maka kita harus hidup disiplin dalam menuruti Firman Tuhan.

KESANGGUPAN ILLAHI

2 Korintus 11:23-31

Roma 7:18-19


“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.”

(2 Korintus 1:8)

 

Meskipun Rasul Paulus telah penuh Roh Kudus, tapi ia tidak lepas dari penderitaan yang begitu berat, sehingga Rasul Paulus dalam ayat selanjutnya berkata: “Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” (2 Korintus 1:9). Bahkan dalam 2 Korintus 11:23-27 dapat kita baca ada banyak porsi penderitaan yang dialami Rasul Paulus. Namun karena Rasul Paulus sudah dipenuhi Roh Kudus, ia mempunyai kesanggupan Illahi. Dalam penderitaan yang begitu berat, ia masih tetap dapat memberitakan Firman Tuhan.

Rasul Paulus tidak pernah bersungut-sungut, ia mempunyai kesanggupan Illahi untuk menangkap isi hati Tuhan. Tidak ada satu roh yang bisa menaklukkannya ketika ia mengalami penderitaan sehingga ia dapat berkata: “Kita lebih dari seorang pemenang.” (Roma 8:37). Dengan jujur Rasul Paulus berkata bahwa ia mempunyai potensi untuk berbuat baik, tetapi ia selalu gagal tanpa kuasa Roh Kudus yang menolongnya. (Roma 7:18-19). Dalam doa pribadi dengan Tuhan, kita dapat bercakap-cakap intim dengan Tuhan melalui Roh Kudus yang berperan dalam hidup kita sehingga kita mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi pergumulan hidup setiap hari. (FZA)

Ijinkan Roh Kudus selalu berperan dalam hidup kita agar kita selalu dapat melakukan kehendak Tuhan.

MINTALAH DALAM NAMA YESUS

Yohanes 14:13-14

Kisah 4:7-12

 

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

(Kisah 4:12)

 

Sudah sekian kali Petrus dan Yohanes melihat si Pengemis lumpuh dan mereka tidak merasa apa-apa. Tapi kali ini Petrus melihat sesuatu dalam diri orang lumpuh itu yaitu: bahwa ia memerlukan Allah. Itulah yang harus mampu kita
lihat dalam diri orang-orang di sekitar kita yaitu: keperluan akan
Allah. Petrus kemudian menatap orang lumpuh tersebut. Mengapa? Karena ia ingin merefleksikan iman yang ada padanya kepada orang lumpuh tadi. Orang-orang yang ada saat itu melihat bagaimana Nama Yesus masuk ke dalam kehidupan orang lumpuh itu dan mengubahkan dirinya secara drastis. Mereke melihat bagaimana orang yang lumpuh sejak lahir sekarang bangkit, berdiri dan berjalan dengan sempurna. Petrus dan Yohanes tidak memiliki emas dan perak tapi hanya Nama Yesus Kristus. Memiliki Nama Yesus Kristus berarti memiliki segalanya yang nilainya tidak terjangkau oleh segala kekayaan yang ada dalam dunia ini. Dengan Nama Yesus Kristus orang yang lumpuh sejak lahirnya disembuhkan total.

Allah menaruh namaNya di atas Gereja yaitu orang-orang percaya, Dia hadir di antara dua atau tiga orang yang berkumpul dalam namaNya. Di mana ada nama Yesus, di sana ada kehadiran Allah dan di sana kuasa Allah dinyatakan. Kuasa dalam nama Yesus sangatlah luar biasa. Tidak ada nama lain yang dapat menyelamatkan manusia selain nama Yesus. Bila kita meminta sesuatu dalam nama Yesus, Allah akan melakukannya. Perkatakan nama Yesus jangan hanya sebagai kebiasaan ritual saja tapi untuk menyatakan suatu hubungan dengan Yesus. Dalam nama Yesus ada kesembuhan, kelepasan dan keselamatan. (St.S)

Menggunakan nama Yesus berarti tunduk di bawah kuasa namaNya dan itulah yang mendatangkan mukjizat.

 

BETAPA HEBAT KUASANYA

Markus 4:35-41


“Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”

(Efesus 1:19)

 

Yesus mengajak murid-muridNya untuk bertolak ke seberang. Murid-murid mungkin berpikir bahwa perjalanan mereka pasti aman karena Yesus sendiri yang mengajak mereka ke seberang. Namun tiba-tiba angin taufan mengamuk dengan dahsyatnya sehingga perahu mereka mulai penuh dengan air, sedangkan Yesus sedang tidur di buritan. Melihat hal itu, mereka membangunkan Yesus dan berkata: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus pun kemudian bangun dan menghardik angin itu sehingga angin itu reda dan danau menjadi teduh sekali. Murid-murid begitu takut karena adanya angin taufan yang melanda mereka sehingga iman percaya mereka kepada Yesus tertutup oleh ketakutan itu. Tuhan ingin menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus. (Efesus 1:18).

Iman yang sudah ada pada kita harus terus bertambah supaya kita dapat melihat kehebatan kuasa Allah di dalam kehidupan kita. Seringkali kuasa Allah tidak lagi kita rasakan karena iman kita melemah. Firman Tuhan dalam Roma 8:17 berkata bahwa kepada kita bukan hanya dianugerahkan untuk percaya, tetapi juga menderita bersama dengan Kristus. Walaupun menjadi orang percaya, kita tidak terlepas dari penderitaan. Tuhan tidak berjanji bahwa hidup kita selalu bebas dari pencobaan, tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberi kita jalan keluar dari pencobaan yang kita hadapi. Firman Allah menjanjikan bahwa Ia tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Kita harus tetap beriman kepada Tuhan sehingga kita dapat melihat kuasa Tuhan yang dahsyat dan berkuasa menolong kita. (ED)

 

Tuhan sanggup menyatakan kehebatan kuasaNya bagi setiap orang yang hidup dengan iman dan ketaatan melakukan FirmanNya.

KEPEKAAN MENDENGAR SUARANYA

Yohanes 10:27-30


“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”

(Yohanes 10:27)

 

Tuhan adalah Gembala yang baik, tetapi berapa banyak anak-anak Tuhan yang tidak mau dipimpin oleh Tuhan sebagai Gembala yang baik. Domba yang tidak mau mendengar suara Firman Tuhan, cenderung sesat. Hari-hari ini ada begitu banyak orang yang dililit masalah ekonomi, di antara mereka ada orang yang mengambil jalan pintas bunuh diri. Kalau kita mau taat mendengar suara Firman Tuhan dan melakukan FirmanNya pasti kita akan dipelihara oleh Tuhan. Itulah sebabnya kita perlu memiliki kepekaan mendengar suaraNya. Orang yang memiliki kepekaan mendengar Firman Tuhan pasti ia memiliki kedekatan dengan Tuhan. Ketika ada persoalan berat yang dihadapinya, ia mempunyai keyakinan: “Aku tidak akan hancur, karena di dalam Tuhan Yesus Kristus ada jaminan.”

Tuhan berjanji kepada Yosua: “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5). Seperti Tuhan berjanji kepada Yosua, Dia pun berjanji untuk menyertai kita. Tuhan berjanji menyertai kita bukan untuk sementara tapi sampai pada kesudahan alam. Sebagai manusia kita memiliki kekuatan yang sangat terbatas, bagaikan domba-domba yang selalu memerlukan gembala yang baik. Mengapa dalam keluarga seringkali terjadi pertengkaran bahkan perceraian? Karena mereka tidak mau mendengar suara Firman Tuhan dan melakukanNya. Kalau hidup kita telah menjauh dari Tuhan, kita perlu mencari Dia. Ketika semua orang tidak dapat menolong kita, kita harus yakin ada sebuah nama yang sanggup menolong, yaitu Tuhan Yesus Kristus. (ML)

Belajarlah peka mendengar suara Tuhan dan hiduplah sesuai FirmanNya sehingga kita selalu disertai oleh Tuhan.