October 2014
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

MINTALAH KEPADA BAPA DI SURGA

Lukas 11:9-13

Yesaya 59:1-2

 “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

(Matius 21:22)

 

Selama kita hidup di dunia ini tentu kita mempunyai banyak kebutuhan. Apa saja yang menjadi kebutuhan kita saat ini, kita dapat meminta semuanya itu kepada Tuhan. Kita harus datang kepada Tuhan dengan penuh kepercayaan bukan dengan karagu-raguan. Ada orang yang berdoa kepada Tuhan, tetapi ia tidak berdoa dengan penuh kepercayaan. Kita perlu berdoa kepada Tuhan dengan iman yang sungguh. Doa tanpa disertai iman yang sungguh akan sia-sia belaka. Tuhan menunggu anak-anakNya memiliki iman yang sungguh. Kita yakin setiap doa-doa kita didengar dan dijawab oleh Tuhan.

Sebagai orang beriman kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan Yesus telah memberikan hidupnya bagi kita melalui pengorbananNya di salib. (Yohanes 3:16). Kalau Tuhan telah memberikan seluruh hidupnya bagi kita, maka kita pun yakin bahwa Dia sanggup memenuhi kebutuhan jasmani kita. Bapa di dunia ini saja dapat memberikan apa yang diperlukan oleh anak-anakNya. Apalagi kita mempunyai Bapa di sorga yang sangat baik, Dia pasti mau memberikan apa yang kita perlukan.

Banyak orang tidak sabar dalam menantikan pertolongan Tuhan. Waktu mereka berdoa, mereka segera ingin menerima pertolongan Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan agar kita mau menanti-nantikan Tuhan, artinya kita menunggu dengan sabar pertolongan Tuhan. Mungkin ada hal-hal yang perlu kita perbaiki di hadapan Tuhan agar Tuhan mau menjawab doa-doa kita. Hampiri Tuhan dengan hati yang telah disucikan sehingga kita dapat menerima pertolonganNya. (nest)

 

Jadilah pelaku Firman Tuhan agar kita dapat menerima pertolongan Tuhan yang Tuhan janjikan.

KEKAYAAN KERAJAAN SURGA

Matius 13:44-46

 “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”

(Matius 6:10)

 

Tuhan Yesus bukan saja memberikan nyawa dan tubuhNya bagi kita melainkan juga kerajaanNya. Tuhan Yesus turun dari sorga mulia dengan membawa kerajaanNya ke bumi untuk diberikan kepada orang-orang yang percaya kepadaNya. Doa Bapa kami menjelaskan hal itu. “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10). Kerajaan sorga adalah seperti harta yang terpendam dan mutiara yang indah dan sangat berharga. (Matius 13:44-46). Kedua perumpamaan tersebut menggambarkan betapa kayanya kerajaan sorga yang Tuhan Yesus ingin wariskan atau berikan kepada murid-muridNya.

Tuhan ingin kekayaan kerajaan sorga menjadi bagian/milik kita, baik secara materi maupun rohani. Yesus berkata: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. (2 Korintus 8:9). Itulah tujuan Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini dengan mengorbankan segala milikNya supaya kita boleh menikmati hidup yang berkelimpahan, baik secara rohani maupun materi. Yesus yang konglomerat (yang memiliki kerajaan sorga) telah menjadi miskin (nol) supaya hidup kita yang nol (melarat) boleh dijadikan kaya (hidup keberkatan bahkan berkelimpahan). (Sam)

 

Tuhan memberkati hidup kita supaya kita menjadi anak-anak Tuhan yang murah hati seperti Bapa di sorga dan selalu mau menjadi berkat bagi orang lain.

MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUH HATI

Lukas 9:57-62


“Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.”

(Bilangan 14:24)

 

Tuhan berjanji bahwa Kaleb akan masuk ke negeri yang Tuhan janjikan dan keturunannya akan memilikinya. Mengapa? Karena Kaleb adalah orang yang rendah hati, dia juga adalah orang yang setia. Kaleb lain jiwanya karena Roh Tuhan ada padanya. Setelah mengintai negri Kanaan, sepuluh orang temannya tidak berani berjuang tetapi Yosua dan Kaleb mempunyai semangat juang yang tinggi. Dalam mengikut Tuhan banyak tantangan yang kita hadapi tapi kalau kita memiliki Roh Kudus kita tidak akan mudah menyerah. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Dari dua belas pengintai hanya Yosua dan Kaleb yang berani menghadapi tantangan. Mereka tidak menyerah meskipun suara mayoritas tidak mendukung. Mayoritas belum tentu benar dan minoritas belum tentu salah. Mungkin dalam pekerjaan, dalam usaha maupun dalam pelayanan, kita menjumpai tantangan tetapi kita tidak usah takut karena dengan kekuatan Roh Kudus, kita dapat menghadapi setiap persoalan hidup kita.

Pada ayat bacaan dikatakan bahwa Kaleb mengikut Tuhan dengan sepenuhnya. Orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuhnya berarti tidak mengikut Tuhan dengan setengah hati. Istri Lot adalah orang yang mengikut Tuhan tidak sepenuh hati, ketika ia keluar dari Sodom dan Gomora ia menoleh ke belakang sehingga ia menjadi tiang garam. Ia lebih mencintai kekayaan duniawi daripada Tuhan. (WM)

 

Kita perlu mengikut Tuhan dengan sepenuh hati dan selalu hidup dalam pimpinan RohNya agar kita menjadi orang yang dapat meraih kemenangan.

KENANGAN KEPADA ORANG BENAR

Kisah 9:32-42


“Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita—dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”

(Kisah 9:36)

 

Petrus diberitahu bahwa ada seorang murid perempuan yang bernama Tabita meninggal dunia. “Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.” (Kisah 9:39). Petrus berlutut dan berdoa kepada Tuhan, kemudian ia berkata: “Tabita, bangkitlah!” Saat itu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun dan duduk. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

Dari kisah ini kita dapat mengetahui bahwa Tabita adalah orang yang dikenang banyak orang karena kebaikannya. Demikian juga selama kita hidup di dunia ini, Tuhan telah mempercayakan kita untuk mengerjakan talenta-talenta yang Tuhan berikan. Kita harus bertanggung-jawab melakukan tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepada kita. Dalam hidupnya Tabita dapat mengerjakan talenta yang Tuhan percayakan kepadanya. Tabita melakukan kebaikan kepada banyak orang karena ada kasih yang dikerjakan Roh Kudus dalam hidupnya. Kita harus dapat mengasihi bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan. (1 Yohanes 3:18). Ada orang yang berbuat baik dengan maksud untuk mendapat pujian berarti ia berbuat baik bukan dalam kebenaran. Kita harus belajar mengerjakan segala sesuatu dengan hati tulus bukan karena terpaksa. Kita berbuat baik bukan saja pada saat situasi menyenangkan. Dalam situasi apa pun kita harus selalu dapat berbuat baik kepada semua orang. “Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.” (Amsal 10:7). (JW)

 

Selama kita hidup di dunia ini kita harus dapat menyatakan kebaikan kepada Tuhan dan juga kepada sesama.

 

TUHAN MEMBELA UMATNYA

Mazmur 118:17-29


“Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.”

(Mazmur 118:17)

 

Ayat ini adalah perkataan iman orang yang selalu mengandalkan Tuhan. Seringkali iblis mau mengintimidasi kita. Pada saat kita mengalami masalah berat dalam hidup kita, kita mengalami ketakutan. Kita harus bangkit, dengan iman kita kalahkan semua tipu daya iblis. Tuhan tidak pernah merancangkan hal-hal yang buruk bagi umatNya, Dia tidak pernah merancangkan kecelakaan tetapi Dia ingin memberikan hari depan penuh harapan. (Yeremia 29:11). Tangkaplah visi Tuhan dan belajarlah melakukan Firman Tuhan. Pola hidup lama yang tidak memuliakan Tuhan harus kita tinggalkan. Kalau engkau beriman kepada Tuhan, maka Tuhan dapat menggantikan malapetaka menjadi berkat.

Sejauh manakah kebahagiaan dalam rumah tanggamu? Kalau suami-istri dan anak-anak sehati hidup benar pasti ada berkat, damai sejahtera dan sukacita. Apa yang kau cari dari Tuhan? Tuhan dapat memenuhi semua kebutuhanmu, Dia sanggup mengangkat kita dari keterpurukan. “Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan.” (Mazmur 118:16). “Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.” (Amsal 3:16-17). Ada banyak rumah tangga yang kehilangan damai sejahtera karena desakan ekonomi, perselingkuhan dan sebagainya. Kita harus kembali kepada kebenaran Firman Tuhan. Belajarlah hidup suci di hadapan Tuhan sehingga kerohanian kita tidak tercemar. Kita memiliki Allah yang disebut Imannuel. Ia selalu ada untuk kita sampai selama-lamanya. (ML)

 

Yakinlah kita mempunyai Tuhan yang hidup yang selalu siap membela kita dengan tanganNya yang perkasa.

JANGAN GOYAH

2 Petrus 1:5-11


“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

(1 Korintus 15:58)

 

Kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah menerima kemenangan oleh Yesus Kristus melalui pengorbananNya, maka sekarang kita harus berdiri teguh dan tidak menjadi goyah dalam pengajaranNya. Mengapa kita harus berpegang teguh, tidak menjadi goyah dalam pengajaran Injil? Karena kita akan diselamatkan jika kita teguh berpegang kepada Injil yang benar. Seringkali iman kita menjadi goyah ketika kesusahan serta cobaan hidup mulai menghimpit kehidupan kita. (1 Tesalonika 3:3). Tuhan Yesus sendiri berkata: “…akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8).

Firman Allah menegaskan bahwa pada akhir zaman akan datang masa-masa yang sukar sehingga banyak orang akan menjadi murtad/berpaling dari iman. Oleh sebab itu kita harus berdiri teguh, dengan tidak goyah dalam iman kepada Yesus Kristus. Kita yang sudah menerima kemenangan dari Tuhan, maka kita harus giat dalam pekerjaanNya. Jangan kita giat dalam pekerjaan Tuhan dengan pengertian yang salah, contoh: Saulus selalu giat bekerja untuk Allah tetapi dalam pengertian yang salah, karena ia bekerja keras untuk menganiaya dan membunuh pengikut-pengikut Kristus. (Kisah 22:3-5). Bangsa Yahudi giat bekerja untuk Allah tetapi tanpa pengertian yang benar, sebab mereka tidak mengerti dan tidak mau takluk kepada kebenaran Allah. (Roma 10:1-3). Bila kita mau bekerja dengan giat untuk Tuhan dalam pengertian yang benar, maka kita akan menerima hak penuh untuk masuk ke dalam kerajaan kekal. (SHP)

 

Giat dalam persekutuan dengan Tuhan. Ini berbicara tentang hubungan pribadi kita dengan Tuhan, baik melalui doa maupun ibadah kita kepadaNya.

TERANG BAGI ORANG BENAR

Mazmur 97:9-12

 “Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.”

(Mazmur 97:11)

 

Terang sudah terbit bagi orang benar. Orang benar adalah orang yang dibenarkan oleh Tuhan. Sebelum kita mengenal dan percaya pada Tuhan Yesus, kita adalah orang berdosa. Karena penebusan Kristus kita menjadi orang-orang yang dibenarkan. Tuhan Yesus Kristus adalah terang yang abadi, itulah sebabnya kita harus tetap tinggal di dalam Tuhan. Kita tidak usah kuatir menjalani hari depan kita meskipun dunia dilanda dengan krisis atau hal-hal yang menakutkan. Selama kita memiliki Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita, hidup kita selalu diterangi oleh Firman Tuhan.

Kita dapat membayangkan kalau kita berada dalam ruangan gelap, tentu kita akan sulit menentukan arah langkah hidup kita. Firman Tuhan dalam Yesaya 60:2 memberikan pernyataan: “Sesungguhnya kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” Terang Tuhan terbit atas kita yang hidup sesuai kebenaran FirmanNya.

Yusuf sejak masih muda, ia selalu hidup melakukan kebenaran Firman Tuhan. Walaupun istri Potifar menggoda Yusuf, tetapi Yusuf dapat mengatasi semua godaan itu. Meskipun berulangkali Yusuf mengalami berbagai penderitaan, Yusuf selalu taat melakukan Firman Tuhan. Hati Yusuf selalu tulus meskipun saudara-saudaranya pernah berbuat jahat kepadanya. Hari depan Yusuf diberkati Tuhan secara luar biasa. Dari seorang narapidana kemudian Tuhan mengangkatnya menjadi penguasa di Mesir. Mungkin saat ini kita pun mengalami penderitaan akibat orang-orang yang berlaku tidak baik terhadap kita, kita harus tetap taat memegang teguh kebenaran Firman Tuhan. (nest)

 

Tuhan Yesus Kristus penentu dalam hidup kita, Dialah yang memimpin langkah-langkah kita, Dia selalu ada menjaga dan melindungi kita.

BERHASIL DAN BERUNTUNG

Yosua 1:5-9


“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

(Yosua 1:9)

 

Yosua diingatkan Tuhan untuk menjadi kuat dan berani. Tuhan ingin supaya kita kuat dan berani. Segala macam godaan dan pencobaan akan datang dalam kehidupan orang Kristen yang tujuannya melemahkan. Lemah berarti tidak ada gairah untuk beribadah, tidak ada semangat memuji Tuhan, tidak rela berkorban, tidak rajin melayani dan sebagainya.

Gereja Tuhan harus kuat dan berani. (Efesus 6:10). Kekuatan Gereja bukanlah kekuatan fisik tetapi kekuatan rohani, kekuatan yang datang dari Tuhan. Mengapa kita harus kuat? Karena iblis adalah musuh yang harus kita lawan. Iblis disebut seperti singa yang sangat ditakuti banyak orang, tetapi anak Tuhan sanggup melawan iblis dengan kekuatan dan keberanian yang datang dari Tuhan. Iblis tidak bisa dilawan dengan kekuatan fisik, karena iblis makhluk berkuasa di alam roh. Kekuatan kita bukanlah kekuatan duniawi, bukan kekuatan fisik, bukan kekuatan kekayaan, bukan kekuatan pangkat, tetapi kekuatan dari Tuhan. Tuhan berfirman agar Yosua selalu merenungkan Firman Tuhan siang dan malam serta ‘bertindak hati-hati’. Maksudnya adalah menyelidiki dengan seksama seluruh Firman Tuhan. Banyak anak Tuhan suka mendengar Firman Tuhan, membaca Alkitab, bahkan dapat “mengaminkan” Firman Tuhan, namun ia tidak melaksanakan dengan seksama. Apa yang sudah kita tahu dari Firman tidak kita laksanakan dengan sesungguhnya. Itulah sebabnya kita mungkin baru 25% berhasil, atau 50% berhasil, belum 100% berhasil. Kalau kita ingin berhasil dan beruntung, maka kita harus taat melakukan seluruh Firman Tuhan. Memang kelihatannya simple rumus ini, tetapi seringkali kita gagal. (MDW)

 

Mintalah kekuatan dari Tuhan supaya kita sanggup melaksanakan seluruh Firman Tuhan, sebab kadang-kadang kita bisa jatuh karena hal-hal kecil.

KEUNTUNGAN DIAM DI RUMAH TUHAN

2 Samuel 7:24-29

 “Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

(Mazmur 122:1)

 

Apakah yang dilakukan Daud di rumah Tuhan? Bertemu dengan yang punya rumah, yaitu Tuhan. Ketika kita bertemu dengan Tuhan, pasti kita dapat menikmati semua anugerah dan kebaikanNya. Pada waktu Daud diurapi untuk menjadi raja, ia adalah seorang yang sederhana, ia menggembalakan kambing domba milik orang tuanya. Sebelum Daud dilantik menjadi raja, dia diuji terlebih dahulu melawan Goliat dan dia tampil sebagai pemenang. Kemudian dia menjadi seorang ahli perang. Dalam setiap peperangan dia tidak pernah gentar sekalipun sudah dikepung oleh musuh. Dalam mazmurnya, Daud berkata: “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1).

Daud adalah seorang penyanyi, pemain musik, panglima perang, seorang nabi bahkan seorang raja. Daud adalah orang yang serba bisa, ia mempunyai banyak kemampuan karena Tuhan yang memilih dan mengangkat dia. Dia adalah seorang yang penuh dengan Roh, tetapi ada saatnya dia merasa kekeringan sehingga ia jatuh dalam dosa. Saat itu Daud berkata: “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Mazmur 51:13). Daud adalah seorang yang rendah hati, dengan rendah hati Daud berdoa agar mendapat berkat. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hambamu ini. Di sini Daud menyebut dirinya hamba meskipun dia seorang raja. Itulah sebabnya Tuhan selalu menyertai Daud dan memberi kemenangan kepadanya. (AHM)

 

Keuntungan bagi orang yang mau diam di rumah Tuhan adalah mendapat berkat sukacita bahkan penyertaan dari Tuhan.

 

MENIKMATI KEBAIKAN TUHAN

Mazmur 34:9-23


“Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!”

(Mazmur 34:10)

 

Untuk menikmati kebaikan Tuhan, hidup kita harus selalu takut akan Tuhan. Daud telah menikmati kebaikan Tuhan sehingga ia dapat berkata: “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9). Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu, artinya alami secara pribadi semua kebaikan Tuhan. Hidup ini penuh dinamika banyak hal yang tidak terduga yang kita alami. Bagi orang yang takut akan Tuhan, tak usah takut menghadapi persoalan hidup setiap hari. Sejak muda Daud seringkali menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya. Ia pernah dikejar-kejar oleh raja Saul untuk dibunuh, tetapi Tuhan selalu membela Daud. Dalam doanya Daud memohon kepada Tuhan untuk selalu hidup bersama dengan Tuhan. “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Mazmur 27:4). Itulah sebabnya dalam pergumulan hidupnya, Tuhan selalu memberi kemenangan kepada Daud.

Selama kita hidup takut akan Tuhan, Tuhan pasti memelihara hidup kita. Dia mencukupkan semua kebutuhan kita bahkan Dia memberikan damai sejahtera kepada kita. Di dunia ini ada banyak orang yang memiliki harta kekayaan, tetapi hati mereka tidak merasakan damai sejahtera. Tapi orang yang takut akan Tuhan meskipun hidup sederhana, ia dapat merasakan damai sejahtera. Yesus sendiri berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27). Apakah yang menjadi pergumulan hidupmu saat ini? (JW)

 

Tuhan sanggup memberikan pertolongan bahkan kemenangan bagi orang-orang yang hidup takut akan Tuhan.