October 2014
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

KENANGAN KEPADA ORANG BENAR

Kisah 9:32-42


“Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita—dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”

(Kisah 9:36)

 

Petrus diberitahu bahwa ada seorang murid perempuan yang bernama Tabita meninggal dunia. “Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.” (Kisah 9:39). Petrus berlutut dan berdoa kepada Tuhan, kemudian ia berkata: “Tabita, bangkitlah!” Saat itu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun dan duduk. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

Dari kisah ini kita dapat mengetahui bahwa Tabita adalah orang yang dikenang banyak orang karena kebaikannya. Demikian juga selama kita hidup di dunia ini, Tuhan telah mempercayakan kita untuk mengerjakan talenta-talenta yang Tuhan berikan. Kita harus bertanggung-jawab melakukan tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepada kita. Dalam hidupnya Tabita dapat mengerjakan talenta yang Tuhan percayakan kepadanya. Tabita melakukan kebaikan kepada banyak orang karena ada kasih yang dikerjakan Roh Kudus dalam hidupnya. Kita harus dapat mengasihi bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan. (1 Yohanes 3:18). Ada orang yang berbuat baik dengan maksud untuk mendapat pujian berarti ia berbuat baik bukan dalam kebenaran. Kita harus belajar mengerjakan segala sesuatu dengan hati tulus bukan karena terpaksa. Kita berbuat baik bukan saja pada saat situasi menyenangkan. Dalam situasi apa pun kita harus selalu dapat berbuat baik kepada semua orang. “Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.” (Amsal 10:7). (JW)

 

Selama kita hidup di dunia ini kita harus dapat menyatakan kebaikan kepada Tuhan dan juga kepada sesama.

 

TUHAN MEMBELA UMATNYA

Mazmur 118:17-29


“Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.”

(Mazmur 118:17)

 

Ayat ini adalah perkataan iman orang yang selalu mengandalkan Tuhan. Seringkali iblis mau mengintimidasi kita. Pada saat kita mengalami masalah berat dalam hidup kita, kita mengalami ketakutan. Kita harus bangkit, dengan iman kita kalahkan semua tipu daya iblis. Tuhan tidak pernah merancangkan hal-hal yang buruk bagi umatNya, Dia tidak pernah merancangkan kecelakaan tetapi Dia ingin memberikan hari depan penuh harapan. (Yeremia 29:11). Tangkaplah visi Tuhan dan belajarlah melakukan Firman Tuhan. Pola hidup lama yang tidak memuliakan Tuhan harus kita tinggalkan. Kalau engkau beriman kepada Tuhan, maka Tuhan dapat menggantikan malapetaka menjadi berkat.

Sejauh manakah kebahagiaan dalam rumah tanggamu? Kalau suami-istri dan anak-anak sehati hidup benar pasti ada berkat, damai sejahtera dan sukacita. Apa yang kau cari dari Tuhan? Tuhan dapat memenuhi semua kebutuhanmu, Dia sanggup mengangkat kita dari keterpurukan. “Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan.” (Mazmur 118:16). “Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.” (Amsal 3:16-17). Ada banyak rumah tangga yang kehilangan damai sejahtera karena desakan ekonomi, perselingkuhan dan sebagainya. Kita harus kembali kepada kebenaran Firman Tuhan. Belajarlah hidup suci di hadapan Tuhan sehingga kerohanian kita tidak tercemar. Kita memiliki Allah yang disebut Imannuel. Ia selalu ada untuk kita sampai selama-lamanya. (ML)

 

Yakinlah kita mempunyai Tuhan yang hidup yang selalu siap membela kita dengan tanganNya yang perkasa.

JANGAN GOYAH

2 Petrus 1:5-11


“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

(1 Korintus 15:58)

 

Kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah menerima kemenangan oleh Yesus Kristus melalui pengorbananNya, maka sekarang kita harus berdiri teguh dan tidak menjadi goyah dalam pengajaranNya. Mengapa kita harus berpegang teguh, tidak menjadi goyah dalam pengajaran Injil? Karena kita akan diselamatkan jika kita teguh berpegang kepada Injil yang benar. Seringkali iman kita menjadi goyah ketika kesusahan serta cobaan hidup mulai menghimpit kehidupan kita. (1 Tesalonika 3:3). Tuhan Yesus sendiri berkata: “…akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8).

Firman Allah menegaskan bahwa pada akhir zaman akan datang masa-masa yang sukar sehingga banyak orang akan menjadi murtad/berpaling dari iman. Oleh sebab itu kita harus berdiri teguh, dengan tidak goyah dalam iman kepada Yesus Kristus. Kita yang sudah menerima kemenangan dari Tuhan, maka kita harus giat dalam pekerjaanNya. Jangan kita giat dalam pekerjaan Tuhan dengan pengertian yang salah, contoh: Saulus selalu giat bekerja untuk Allah tetapi dalam pengertian yang salah, karena ia bekerja keras untuk menganiaya dan membunuh pengikut-pengikut Kristus. (Kisah 22:3-5). Bangsa Yahudi giat bekerja untuk Allah tetapi tanpa pengertian yang benar, sebab mereka tidak mengerti dan tidak mau takluk kepada kebenaran Allah. (Roma 10:1-3). Bila kita mau bekerja dengan giat untuk Tuhan dalam pengertian yang benar, maka kita akan menerima hak penuh untuk masuk ke dalam kerajaan kekal. (SHP)

 

Giat dalam persekutuan dengan Tuhan. Ini berbicara tentang hubungan pribadi kita dengan Tuhan, baik melalui doa maupun ibadah kita kepadaNya.

TERANG BAGI ORANG BENAR

Mazmur 97:9-12

 “Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.”

(Mazmur 97:11)

 

Terang sudah terbit bagi orang benar. Orang benar adalah orang yang dibenarkan oleh Tuhan. Sebelum kita mengenal dan percaya pada Tuhan Yesus, kita adalah orang berdosa. Karena penebusan Kristus kita menjadi orang-orang yang dibenarkan. Tuhan Yesus Kristus adalah terang yang abadi, itulah sebabnya kita harus tetap tinggal di dalam Tuhan. Kita tidak usah kuatir menjalani hari depan kita meskipun dunia dilanda dengan krisis atau hal-hal yang menakutkan. Selama kita memiliki Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita, hidup kita selalu diterangi oleh Firman Tuhan.

Kita dapat membayangkan kalau kita berada dalam ruangan gelap, tentu kita akan sulit menentukan arah langkah hidup kita. Firman Tuhan dalam Yesaya 60:2 memberikan pernyataan: “Sesungguhnya kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” Terang Tuhan terbit atas kita yang hidup sesuai kebenaran FirmanNya.

Yusuf sejak masih muda, ia selalu hidup melakukan kebenaran Firman Tuhan. Walaupun istri Potifar menggoda Yusuf, tetapi Yusuf dapat mengatasi semua godaan itu. Meskipun berulangkali Yusuf mengalami berbagai penderitaan, Yusuf selalu taat melakukan Firman Tuhan. Hati Yusuf selalu tulus meskipun saudara-saudaranya pernah berbuat jahat kepadanya. Hari depan Yusuf diberkati Tuhan secara luar biasa. Dari seorang narapidana kemudian Tuhan mengangkatnya menjadi penguasa di Mesir. Mungkin saat ini kita pun mengalami penderitaan akibat orang-orang yang berlaku tidak baik terhadap kita, kita harus tetap taat memegang teguh kebenaran Firman Tuhan. (nest)

 

Tuhan Yesus Kristus penentu dalam hidup kita, Dialah yang memimpin langkah-langkah kita, Dia selalu ada menjaga dan melindungi kita.

BERHASIL DAN BERUNTUNG

Yosua 1:5-9


“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

(Yosua 1:9)

 

Yosua diingatkan Tuhan untuk menjadi kuat dan berani. Tuhan ingin supaya kita kuat dan berani. Segala macam godaan dan pencobaan akan datang dalam kehidupan orang Kristen yang tujuannya melemahkan. Lemah berarti tidak ada gairah untuk beribadah, tidak ada semangat memuji Tuhan, tidak rela berkorban, tidak rajin melayani dan sebagainya.

Gereja Tuhan harus kuat dan berani. (Efesus 6:10). Kekuatan Gereja bukanlah kekuatan fisik tetapi kekuatan rohani, kekuatan yang datang dari Tuhan. Mengapa kita harus kuat? Karena iblis adalah musuh yang harus kita lawan. Iblis disebut seperti singa yang sangat ditakuti banyak orang, tetapi anak Tuhan sanggup melawan iblis dengan kekuatan dan keberanian yang datang dari Tuhan. Iblis tidak bisa dilawan dengan kekuatan fisik, karena iblis makhluk berkuasa di alam roh. Kekuatan kita bukanlah kekuatan duniawi, bukan kekuatan fisik, bukan kekuatan kekayaan, bukan kekuatan pangkat, tetapi kekuatan dari Tuhan. Tuhan berfirman agar Yosua selalu merenungkan Firman Tuhan siang dan malam serta ‘bertindak hati-hati’. Maksudnya adalah menyelidiki dengan seksama seluruh Firman Tuhan. Banyak anak Tuhan suka mendengar Firman Tuhan, membaca Alkitab, bahkan dapat “mengaminkan” Firman Tuhan, namun ia tidak melaksanakan dengan seksama. Apa yang sudah kita tahu dari Firman tidak kita laksanakan dengan sesungguhnya. Itulah sebabnya kita mungkin baru 25% berhasil, atau 50% berhasil, belum 100% berhasil. Kalau kita ingin berhasil dan beruntung, maka kita harus taat melakukan seluruh Firman Tuhan. Memang kelihatannya simple rumus ini, tetapi seringkali kita gagal. (MDW)

 

Mintalah kekuatan dari Tuhan supaya kita sanggup melaksanakan seluruh Firman Tuhan, sebab kadang-kadang kita bisa jatuh karena hal-hal kecil.

KEUNTUNGAN DIAM DI RUMAH TUHAN

2 Samuel 7:24-29

 “Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

(Mazmur 122:1)

 

Apakah yang dilakukan Daud di rumah Tuhan? Bertemu dengan yang punya rumah, yaitu Tuhan. Ketika kita bertemu dengan Tuhan, pasti kita dapat menikmati semua anugerah dan kebaikanNya. Pada waktu Daud diurapi untuk menjadi raja, ia adalah seorang yang sederhana, ia menggembalakan kambing domba milik orang tuanya. Sebelum Daud dilantik menjadi raja, dia diuji terlebih dahulu melawan Goliat dan dia tampil sebagai pemenang. Kemudian dia menjadi seorang ahli perang. Dalam setiap peperangan dia tidak pernah gentar sekalipun sudah dikepung oleh musuh. Dalam mazmurnya, Daud berkata: “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1).

Daud adalah seorang penyanyi, pemain musik, panglima perang, seorang nabi bahkan seorang raja. Daud adalah orang yang serba bisa, ia mempunyai banyak kemampuan karena Tuhan yang memilih dan mengangkat dia. Dia adalah seorang yang penuh dengan Roh, tetapi ada saatnya dia merasa kekeringan sehingga ia jatuh dalam dosa. Saat itu Daud berkata: “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Mazmur 51:13). Daud adalah seorang yang rendah hati, dengan rendah hati Daud berdoa agar mendapat berkat. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hambamu ini. Di sini Daud menyebut dirinya hamba meskipun dia seorang raja. Itulah sebabnya Tuhan selalu menyertai Daud dan memberi kemenangan kepadanya. (AHM)

 

Keuntungan bagi orang yang mau diam di rumah Tuhan adalah mendapat berkat sukacita bahkan penyertaan dari Tuhan.

 

MENIKMATI KEBAIKAN TUHAN

Mazmur 34:9-23


“Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!”

(Mazmur 34:10)

 

Untuk menikmati kebaikan Tuhan, hidup kita harus selalu takut akan Tuhan. Daud telah menikmati kebaikan Tuhan sehingga ia dapat berkata: “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9). Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu, artinya alami secara pribadi semua kebaikan Tuhan. Hidup ini penuh dinamika banyak hal yang tidak terduga yang kita alami. Bagi orang yang takut akan Tuhan, tak usah takut menghadapi persoalan hidup setiap hari. Sejak muda Daud seringkali menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya. Ia pernah dikejar-kejar oleh raja Saul untuk dibunuh, tetapi Tuhan selalu membela Daud. Dalam doanya Daud memohon kepada Tuhan untuk selalu hidup bersama dengan Tuhan. “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Mazmur 27:4). Itulah sebabnya dalam pergumulan hidupnya, Tuhan selalu memberi kemenangan kepada Daud.

Selama kita hidup takut akan Tuhan, Tuhan pasti memelihara hidup kita. Dia mencukupkan semua kebutuhan kita bahkan Dia memberikan damai sejahtera kepada kita. Di dunia ini ada banyak orang yang memiliki harta kekayaan, tetapi hati mereka tidak merasakan damai sejahtera. Tapi orang yang takut akan Tuhan meskipun hidup sederhana, ia dapat merasakan damai sejahtera. Yesus sendiri berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27). Apakah yang menjadi pergumulan hidupmu saat ini? (JW)

 

Tuhan sanggup memberikan pertolongan bahkan kemenangan bagi orang-orang yang hidup takut akan Tuhan.

 

MERAIH KEMENANGAN

Yosua 6:2-4

Yosua 6:14-20


“Dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.”

(Yosua 6:4)

 

Untuk menang Yosua harus memakai cara Allah yang tidak lazim. Yosua dan bangsa Israel harus mengitari kota Yerikho satu kali sehari selama enam hari berturut-turut dan pada hari ketujuh mereka harus mengitari selama tujuh kali. Tidak seperti cara yang biasa digunakan untuk berperang dengan menyiapkan senjata dan pasukan, namun Allah menggunakan cara yang lain. Kalau kita sudah mengakui Tuhan sebagai pemimpin kita, maka kita juga harus mau mengikuti cara Tuhan. Ketika mengelilingi tembok Yerikho, ada saatnya mereka harus diam. Seringkali kita lupa untuk menjaga/lidah kita sehingga kita mengeluarkan kata-kata yang negatif, kritik, gosip yang membuat iman kita bahkan iman orang lain menjadi lemah. Yosua masih ingat bagaimana kegagalan yang mereka alami karena perkataan sepuluh orang pengintai yang melemahkan bangsa Israel. Itulah sebabnya dalam menghadapi peperangan rohani sangat penting bagi kita menjaga perkataan kita.

Pada hari ketujuh mereka harus mengelilingi tembok selama tujuh kali. Angka tujuh berbicara tentang kesempurnaan (sampai tuntas). Yosua bertekun sampai akhir dan mereka pun melihat mukjizat yang Tuhan nyatakan. Sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, mereka bersorak dengan nyaring, maka runtuhlah tembok itu. Ada waktunya kita berdiam namun ada waktunya kita bersorak-sorai. Sorak-sorai adalah ekspresi iman kita yang dapat merobohkan tembok-tembok persoalan.(SK)

 

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, Dia mampu memberi kemenangan bagi orang-orang yang hidup taat melakukan FirmanNya.

JANJI TUHAN BAGI YANG TAAT

1 Raja-raja 2:1-4


“Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju.”

(1 Raja-raja 2:3)

 

Tuhan berjanji kepada raja Daud dan Salomo apabila mereka hidup konsisten takut akan Tuhan dan disiplin untuk berpegang pada ketetapan-ketetapan Tuhan, maka keturunannya akan tetap langgeng menjadi raja Israel. Sebelum Daud meninggal dunia, Daud berpesan kepada Salomo, anaknya: “Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.” (1 Raja-raja 2:2). Tuhan telah berjanji pada Daud: “Jika anak-anakmu tetap hidup di hadapanku dengan setia, maka keturunanmu tak akan terputus dari tahta kerajaan Israel.”

Kehidupan disiplin yang membawa keberhasilan dan keberuntungan dialami juga oleh Daniel. Daniel mendisiplinkan diri dalam berdoa sehingga membuatnya selalu disertai Tuhan, ia menjadi kepala/pemimpin di kerajaan Babel. Sekalipun kerajaan Babel telah mengalami pergantian raja beberapa kali, namun Daniel tetap menjadi pemimpin di Babel karena hidupnya konsisten takut akan Tuhan dan disiplin berpegang pada perintah-perintahNya. Apabila Saudara ingin meraih sukses, hiduplah konsisten takut kepada Tuhan dan mendisiplinkan diri dalam berdoa, berbakti, menuruti semua perintah Tuhan dan menjauhi dosa maka Tuhan akan mengangkat kita menjadi orang-orang yang disertai Tuhan bahkan diberkati oleh Tuhan. “Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.” (Ulangan 28:2). (Sam)

 

Semua janji Firman Tuhan bagi kita pasti digenapi asalkan kita selalu taat padaNya.

 

 

KEHADIRAN YESUS

Markus 16:1-7


“Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”

(Markus 16:3)

 

Maria Magdalena adalah orang yang sangat mengasihi Yesus. Maria Magdalena bersama dengan beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus. Sebelum mereka tiba di kubur Yesus atau dengan kata lain ketika mereka masih berada di jarak yang jauh, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” Seringkali hal ini terjadi dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Saat menghadapi persoalan yang besar, kita merasa tidak sanggup untuk mengatasinya. Ketika mereka jauh dari Tuhan, di hati mereka ada keraguan untuk mengatasi persoalan. “Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.” (Markus 16:4). Batu yang besar adalah persoalan yang kita anggap terlalu berat, tapi kalau kita dekat dengan Tuhan maka persoalan sebesar apa pun dapat kita kalahkan. Kuasa kebangkitan Yesus hingga saat ini dapat kita rasakan! Batu persoalan yang besar telah terguling karena kebangkitan Tuhan Yesus.

Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang telah bangkit dari kematian. Kita harus dapat merasakan kuasa kebangkitanNya dalam hidup kita. Kalau kita hidup jauh dari Tuhan, kita tidak mungkin dapat merasakan kehadiranNya. Mengapa ada banyak persoalan yang tidak dapat kita atasi? Karena kita tidak merasa kehadiran Yesus dalam hidup kita. Yesus berkata: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7). Firman Tuhan pasti digenapi bagi orang yang selalu tinggal di dalam Tuhan. (RT)

 

Batu persoalan sebesar apa pun dapat terguling kalau Tuhan Yesus selalu hadir dalam hidup kita.