The page you were looking for doesn't exist.

You may have mistyped the address or the page may have moved.

If you are the application owner check the logs for more information.

December 2014
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

SETIA MEMBAWA NIKMAT

Lukas 13:10-13


“Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.”

(Lukas 13:10)

 

Ketika Tuhan Yesus sedang mengajar di salah satu rumah ibadat, Yesus melihat seorang perempuan yang dirasuk roh sampai bungkuk punggungnya. Selama 18 tahun ia sakit, tetapi tidak ada kata menyerah baginya. “Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” (Lukas 13:12). Apa yang membuat perempuan ini mendapat mukjizat? Karena ia ada di rumah ibadat dan mendengarkan ketika Yesus sedang berbicara. Tuhan Yesus bukan saja melihat kesetiaannya, tetapi Dia memberi upah kepada perempuan yang setia itu. Saat itu juga ia disembuhkan dan memuliakan Allah.

Orang yang tetap setia mengikut Tuhan akan melihat pertolongan Tuhan. Ketika Maria dan Marta sedang diperhadapkan pada masalah yang berat, mereka mengungkapkan isi hati mereka kepada Tuhan. Lazarus saudara mereka telah mati, tetapi ketika Yesus datang, maka mukjizat pun terjadi. Lazarus yang mati saat itu dapat dibangkitkan. (Yohanes 11:43-44). Mengapa Tuhan mau datang menyatakan mukjizatNya kepada mereka? Karena Tuhan melihat sikap mereka yang mau mencari Tuhan. Kalau kita setia mengikut Tuhan, maka Tuhan dapat mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada. Hana adalah orang yang tetap menaruh kepercayaan kepada Tuhan, ia selalu setia berdoa kepada Tuhan. (1 Samuel 1:10). Tuhan melihat kesetiaannya sehingga Tuhan mengabulkan doanya. Tuhan membuka kandungannya sehingga lahirlah Samuel. Mungkin selama ini kita terkungkung dengan masalah yang berat, tetapi kalau kita tetap setia mengimani FirmanNya, maka kita pasti dapat merasakan pertolongan Tuhan. (GL)

 

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang yang takut akan Tuhan, sebab itu tetaplah setia mengikut Tuhan.

KUASA DOA

2 Tawarikh 7:1-12


“Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: “Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagi-Ku sebagai rumah persembahan.”

(2 Tawarikh 7:12)

 

Ayat tersebut berbicara tentang doa yang efektif atau doa yang penuh kuasa. Kebenaran dalam ayat ini menyatakan prinsip-prinsip penting tentang kuasa doa, sebagai berikut: Doa menarik kuasa dan kedaulatan Bapa turun untuk mengubah segala sesuatu, sehingga kebangunan rohani dan tuaian besar terjadi. Doa membuat otoritas Kerajaan Allah turun dan menyatakan kemenangan, membuat mukjizat terjadi dan ada terang yang mengalahkan kegelapan. Doa membuat karunia lima jawatan dipulihkan dalam gerejaNya untuk mempersiapkan jalan menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Dalam 2 Tawarikh dikatakan: “Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu dan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Para imam tidak dapat memasuki rumah Tuhan itu, karena kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan…. Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: “Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagiKu sebagai rumah persembahan.” Doa membuat kemuliaan Allah turun dengan hadiratNya yang ajaib, yang menyebabkan radiasi dari kekuatan kuasaNya dan pernyataan kebenaranNya yang sempurna yang mengubah segalanya. Bapa mengarahkan hidup kita dan menentukan jalan-jalan hidup pelayanan kita lewat doa. Dalam berdoa, tidak mengenal istilah “istirahat”. Musa berdoa, maka bangsa Israel yang dipimpinnya diselamatkan dari kerajaan Firaun dan tentara Mesir. Elia berdoa, maka Tuhan memberikan kemenangan yang gilang-gemilang kepadanya saat ia seorang diri harus berhadapan dengan 450 nabi Baal di Gunung Karmel. (JHG)

 

Alkitab menyaksikan kehidupan banyak tokoh yang berdoa sampai sesuatu yang besar terjadi.

PERHATIKAN DAN LAKUKAN FIRMANNYA

Yakobus 1:2-8

 “Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.”

(Amsal 16:20)

 

Daud berasal dari keluarga yang sederhana dan memiliki banyak Saudara. Namun di antara Saudara-saudaranya, dialah yang dipilih Tuhan menjadi raja atas umatNya. Hal itu karena ia percaya kepada Tuhan dengan tidak ragu-ragu sehingga ia mengalami kemenangan dalam segala yang ia perbuat. Dalam Mazmur 119:10-11 dikatakan: “Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Yesus berjanji apa saja yang kita minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kita akan menerimanya. Oleh karena itu jangan bimbang, sebab orang yang bimbang tidak akan mendapat apa-apa. Jika kita memperhatikan Firman Tuhan dan mau melakukanNya, maka Tuhan pun memperhatikan persoalan kita dan Dia akan memenuhi semua kebutuhan kita. Abraham dan Sara tidak berkekurangan dalam hal harta benda. Namun persoalan mereka adalah tidak memiliki keturunan. Persoalan itu membuat Sara tidak memiliki sukacita. Namun setelah 25 tahun kemudian, ia dapat tertawa dan bersukacita karena kelahiran Ishak sebagai anugerah Tuhan.

Seringkali ketika kita meminta sesuatu kepada Tuhan, kita cenderung mendesak Tuhan agar memenuhi keinginan kita. Namun Tuhan kita adalah Tuhan yang menyukai proses dan Ia akan berbuat sesuai dengan waktuNya yang selalu tepat untuk menolong kita. Kalau kita menjadi anak-anakNya yang suka mendengar Firman Tuhan dan mau melakukanNya, maka Firman Tuhan itu akan menghasilkan berkat bagi kita. (TD)

 

Ada banyak keuntungan yang kita terima jika kita beriman dan mau melakukan Firman Tuhan.

MENGENAL YESUS SECARA PRIBADI

Matius 8:23-27


“Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.”

(Matius 8:26)

 

Dalam menjalani hidup ini seringkali perahu kehidupan kita diterjang angin ribut. Murid-murid Tuhan Yesus sangat ketakutan ketika perahu mereka diterjang angin ribut. Mereka membangunkan Yesus dan berkata: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ada banyak orang Kristen, ketika ada problem barulah ingat kepada Yesus. Kalau problem sudah lewat seringkali mereka lupa kepada Tuhan. Dalam keadaan tenang, tidak ada gelombang pencobaan banyak orang melupakan Tuhan.

Saat murid-murid ketakutan, Tuhan Yesus menegur mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?….” Dalam salinan bahasa Inggris mengandung arti: “Mengapa kamu penuh ketakutan?” Kalau ketakutan penuh, maka iman kita menjadi kecil. Ketika ketakutan penuh, maka iman itu kosong. Sebaliknya kalau kita memiliki iman yang penuh, maka ketakutan tidak ada. Saat itu Yesus bangun menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. “Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” (Matius 8:27). Berarti mereka belum kenal siapakah Yesus yang sesungguhnya. Saudara harus mengenal Yesus secara pribadi. Bukan kata orang bahwa Yesus itu baik, bukan kata orang bahwa Yesus itu sanggup memberikan berkat, tetapi Saudara harus mempunyai pengalaman secara pribadi bahwa Yesus adalah Tuhan yang sanggup menolong bahkan menyelamatkan kita. Jangan seperti murid-murid Yesus yang ada bersama-sama dengan Yesus di perahu, tetapi mereka belum tahu siapakah Yesus yang sesungguhnya. (JEA)

 

Kita harus mengenal Yesus lebih dalam karena tidak ada jalan yang membahagiakan kecuali dalam Tuhan Yesus Kristus.

MENDAPATKAN HIKMAT

Amsal 3:12-17


“Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.”

( Amsal 8:17)

 

Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Amsal 9:10). Jika kita hidup takut akan Tuhan, maka kita akan mendapatkan hikmat. “Di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” (Kolose 2:3). Pada ayat bacaan dikatakan bahwa kita harus tekun mencari hikmat dan hikmat itu adalah Tuhan sendiri. Orang yang bertekun mencari Tuhan berarti ia tidak pernah berhenti berharap pada Tuhan. Ia tetap beriman dan tidak berputus-asa dalam menghadapi setiap persoalan. Orang yang tekun mencari hikmat pasti ia mendapatkanNya. Setelah kita memiliki hikmat, maka hidup kita berjalan pada jalan kebenaran sehingga kita menjauhkan diri dari kejahatan. (Amsal 8:20).

Daniel adalah orang yang mempunyai hikmat, meskipun ada banyak orang yang mengancamnya, ia tidak takut. Ia tetap tekun mencari Tuhan, ia selalu berdoa kepada Tuhan. Meskipun Daniel dimasukkan ke dalam gua singa, tetapi ia tetap tenang karena ia yakin orang yang hidup takut akan Tuhan pasti ditolong oleh Tuhan. Setiap orang pasti memiliki pergumulan dalam hidupnya. Selama kita tekun mencari Tuhan dan hidup di jalan yang benar, pasti Tuhan sanggup menolong kita. Singa-singa yang ganas tidak mencelakakan Daniel yang takut akan Tuhan. Demikian juga orang-orang yang takut akan Tuhan pasti dipelihara oleh Tuhan. Orang yang mempunyai hikmat, ia hidup sesuai pola Allah, ia berjalan di jalan yang benar. Sebaliknya orang yang tidak memiliki hikmat, ia tidak tinggal dalam Firman Tuhan sehingga ia akan mengalami kebinasaan. “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.” (Amsal 3:13-14). (JW)

 

Tuhan Yesus adalah sumber hikmat, kita harus selalu mengasihi Dia dan tekun mencari Dia.

HANYA MELALUI YESUS

Mazmur 8:4-10


“Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.”

(Mazmur 8:6)

 

Ketika Allah menciptakan manusia, manusia membawa gambar dan rupa Allah hanya beda sedikit dengan Allah. Manusia diberi wewenang/otoritas untuk bisa mengendalikan, menguasai bahkan menikmati semua ciptaan Allah. Ketika Allah menciptakan manusia, Allah tidak pernah punya cita-cita untuk menghukum, membinasakan manusia dan itu tetap ada di hati Allah. Rencana manusia boleh berubah, tetapi rencana Allah itu kekal untuk selama-lamanya. Siapa yang akan dihukum masuk dalam penghukuman kekal? Mereka yang namanya tidak tertulis dalam buku kehidupan. Manusia pertama (Adam dan Hawa) telah melanggar Firman Allah, mereka telah jatuh dalam dosa tetapi Yesus yang dikatakan sebagai manusia kedua datang ke dalam dunia untuk memulihkan umat manusia. Dia adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi, Dia adalah Allah yang memiliki surga. Dia datang ke dunia dan berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6).

Akibat manusia melanggar Firman Allah, sejak itulah terjadi kerusuhan antara bangsa-bangsa dari zaman Adam sampai sekarang ini. Manusia yang jatuh dalam dosa mulai merencanakan dan memikirkan perkara-perkara yang sia-sia. (Mazmur 2:1). Kita berada di dunia yang diwarnai dosa. Tuhan ingin memulihkan manusia seperti ciptaan awal yang penuh dengan kemuliaan dan kekudusan, itulah sebabnya Yesus datang menjelma menjadi manusia. (FZA)

 

Setiap kita yang percaya kepadaNya dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka semua dosa kita diampuni dan hidup kita dipulihkan.

JANJINYA SEMPURNA

2 Petrus 1:1-11

“Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
(2 Petrus 1:4)

JanjiNya sempurna, rencanaNya sempurna untuk mereka yang memiliki kehidupan yang sempurna. Kalau begitu tidak akan ada seorang pun yang bisa mengalami janjiNya, karena tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini? Memang tidak. Tanpa kesempurnaan, bukan hanya janjiNya, mengenalNya pun tidak mungkin. Karena tidak ada seorang pun yang bisa melihatNya, kalau pun bisa, ia akan mati, karena Allah sempurna, Maha-suci dan Maha-kuasa, sedangkan manusia? Tapi jangan kuatir, salib Kristus menyempurnakan semuanya. Cukup terima Yesus sebagai Tuhan dan Raja kita dan hiduplah dalam pertobatan, maka Dialah yang akan menyempurnakan hidup kita.
Janji Tuhan selalu dinyatakan untuk membawa kita lebih dekat kepada tujuan rencanaNya yang besar atas hidup kita. Saat kita mengambil keputusan untuk menyerahkan seluruh hidup kita kepadaNya, maka saat itulah Ia mulai membangun kehidupan yang baru bagi kita. Namun Ia tidak membangunnya dalam sekejap, tapi melalui proses kehidupan yang panjang. Semua janjiNya, yang akan Ia realisasikan dalam hidup kita, pasti akan mendukung rencana besarNya itu. Itu sebabnya mengapa tidak semua janjiNya akan Ia wujudkan dalam hidup kita. Ia bisa mengubah janjiNya saat kita berubah tidak percaya kepadaNya. Percaya dengan segenap hati adalah rahasia terbesar untuk mengalami janji-janjiNya. Semakin sempurna keyakinan kita terhadap FirmanNya semakin besar janji-janjiNya akan dinyatakan. Iman adalah kekuatan, tanpanya kita sangat lemah untuk mengerti rencanaNya. (SIP)

Dalam setiap janjiNya yang dinyatakan dalam hidup kita secara pribadi selalu terkandung rencana besarNya di sana.

TINGGAL DALAM KASIHNYA

Wahyu 3:7-10

Wahyu 3:14-16


“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.”

(Yohanes 15:9)

 

Setelah Yesus menerima kasih Bapa, Yesus ingin agar kasih Bapa juga tinggal di dalam kita, umatNya. Jangan sampai kasih kita menjadi luntur karena kejahatan yang terjadi di dalam dunia ini. Milikilah kasih Allah di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Kalau kita kehilangan kasih, kita akan kehilangan segala-galanya. Biarlah kita menjadi murid-muridNya yang taat dan hidup di dalam kasih. Yesus Kristus telah terlebih dahulu mengasihi kita. Itulah sebabnya kasih Kristus harus selalu ada dalam hidup kita.

Kasihilah Allah dan sesama manusia dengan segenap hati dan jiwa. Tanpa kasih, segala sesuatunya tidak akan berarti. Kalau kita tetap ada di dalam kasih Tuhan, maka kita akan melakukan segala sesuatu dengan kasih. Dasari segala sesuatu di dalam kasih Yesus, layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Galatia 5:13b). Biarlah kasih kita semakin melimpah. Paulus berkata: “Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu.” (2 Tesalonika 1:3). Ia bersyukur karena melihat kasih jemaat Tesalonika semakin kuat seorang dengan yang lainnya. Lain halnya dengan Jemaat di Laodikia, kasihnya suam-suam kuku atau tidak dingin dan tidak panas. Perbuatan yang demikian tidak disukai Tuhan sehingga Ia akan membuang mereka. Sedangkan jemaat Filadelfia, kekuatannya tidaklah seberapa, namun mereka menuruti perintah Tuhan dan tekun menantikan Tuhan sehingga Tuhan akan melindungi mereka dari hari pencobaan yang akan datang. (ED)

 

Milikilah selalu kasih Tuhan, agar hidup kita selalu berkenan di hadapan Tuhan.

 

SATU HAL YANG KUMINTA

Kejadian 2:4-7

Mazmur 27:1-6


“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”

(Mazmur 27:4)

 

Manusia memiliki banyak keinginan, namun raja Daud hanya memiliki satu keinginan, diam dalam rumah Tuhan seumur hidupnya. Untuk apa? Untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati baitNya. Mengapa hanya satu kerinduan raja Daud? Alasannya dituangkannya dalam ayat 1-3: “Allah adalah terangku, keselamatanku, benteng hidupku”, demikian tulisnya. Manusia dibuat Allah dari debu tanah. Lalu benda mati itu diberi nafas hidup sehingga ia menjadi makhluk hidup. Manusia bentukan Allah itu dibuat serupa menurut gambar dan rupa Allah sendiri. (Kejadian 1:26). Jadi manusia terdiri dari dua bahan baku utama, yaitu:

1.Debu tanah (duniawi) dan

2.Nafas Allah (rohani). Kelak saatnya tiba di penghujung perjalanan di bumi ini, yang duniawi/jasmani akan kembali kepada dunia, debu kembali menjadi debu. Sementara yang rohani, jika kita adalah orang percaya, roh kita akan kembali kepada Allah.

Keselamatan yang Tuhan tawarkan adalah keselamatan utuh, mencakup roh, jiwa dan tubuh tetapi dikerjakan secara bertahap. Surat 2 Korintus 1:10 terjemahan bahasa Inggris mencatat demikian: Allah telah menyelamatkan (roh), sekarang terus menyelamatkan (jiwa) dan masih akan menyelamatkan (tubuh) kita kelak. Seperti raja Daud, Saudara dan saya adalah manusia, dibentuk oleh tangan Allah yang tediri dari campuran debu tanah dan roh Allah. Keinginan raja Daud hanya satu, diam dalam rumah Tuhan seumur hidupnya. Bagaimana dengan Saudara? Apa yang menjadi keinginan Saudara? (AHM)

 

Orang yang mengasihi Tuhan, pasti selalu rindu hidup bersama Tuhan.

SELALU DEKAT DENGAN TUHAN

Ulangan 4:1-9


“Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?”

(Ulangan 4:7)

 

Ada orang Kristen percaya kepada Tuhan Yesus, terlibat dalam pelayanan, berkorban tetapi sebenarnya dia tidak dekat dengan Tuhan. Orang Kristen harus dekat dengan Tuhan Yesus. Banyak kerugian di pihak kita jika kita tidak dekat dengan Tuhan. Kehidupan gereja harus memiliki kehidupan yang selalu berdoa, sebab jika tidak, berarti tidak ada komunikasi dengan Tuhan. Hubungan antara orang tua dengan anak kurang harmonis jika komunikasi tidak lancar. Tidak berdoa berarti tidak mengenal Tuhan dengan akrab. Tidak mungkin gereja bertahan dalam berbagai kemelut dunia ini kalau gereja tidak berdoa.

Pada waktu kita berdoa, di situ Tuhan dekat dengan kita. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus berdoa dan menerima Firman Tuhan setiap hari. Firman Tuhan harus disimpan di hati, bukan di otak atau hanya sebagai pengetahuan saja. Selain di hati, kita juga harus mempunyai Firman di mulut/diperkatakan. Kita perlu berbicara Firman kepada orang lain. Jika Firman Tuhan dibaca, didengar maka akan mendatangkan iman. “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.” (Roma 10:8). Firman yang ada di dalam diri kita memproduksi iman bagi kita. Misalnya, makanan yang kita makan setelah dicerna akan menghasilkan kalori, protein, mineral dan sebagainya kemudian tersalur melalui darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh kita menjadi kuat. “Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.” (1 Yohanes 3:24). (MDW)

 

Jika kita mau melakukan Firman Tuhan, maka Roh Kudus diam di dalam hidup kita.