dating service online

best dating websites

Adult Webcams

looking for men

Bondage Webcams

live webcam

single in minneapolis

dating websites

Sex Dating

cams

Adult Webcam

wordpress plugins

live webcams

one night stands

Asian Webcams

 

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

PANDANGAN HIDUP KRISTIANI

Lukas 6:27-36

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
(Lukas 6:27-28)

Kita banyak menerima pelajaran Alkitab tentang berkat Tuhan dan rencana Tuhan yang luar biasa bagi gereja Tuhan. Tetapi seringkali kita lupa hal-hal yang fundamental yang diajarkan Yesus dalam ayat bacaan tersebut. Kita adalah orang-orang spesial, khas, yang dipanggil dengan cara yang luar biasa. Sebagai umat Allah yang khas, tentu kita punya pandangan hidup yang berbeda dengan dunia ini. Filsafat hidup anak-anak Tuhan berbeda dari orang berdosa. Dulu kita adalah orang-orang berdosa. Tetapi darah Kristus yang mahal menebus dan menyelamatkan hidup kita. Sekarang kita diampuni dan menjadi anak Tuhan. Sebagai anak-anak Yesus kita harus mempunyai pandangan, filsafat, atau cara hidup yang berbeda dari orang-orang berdosa.

Kalau kita baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, orang dunia juga berbuat demikian. Yesus mengajarkan bukan saja berbuat baik terhadap sesama, tetapi dalam Matius 6:35 Yesus lebih fokus berkata: “Kasihilah musuhmu!” Untuk berbuat baik kepada tetangga sangat mudah meskipun orang itu tidak seiman dengan kita. Tetapi mengasihi musuh, mengasihi orang yang mencelakakan kita tentu tidak gampang. Tetapi kita harus mengasihi mereka dan berbuat baik kepada siapapun. Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus berbeda dari dunia ini. Kita harus berusaha untuk mempraktekkan pandangan hidup yag diajarkan Yesus. Firman Tuhan kelihatannya berat untuk dilakukan tetapi akan menjadi ringan kalau kita mulai lakukan. (MDW)

Di dunia ini kita menemukan filsafat-filsafat hidup, tetapi filsafat hidup anak Tuhan berbeda dan sangat khusus.

HANYA MELALUI YESUS

Mazmur 23:1-6

“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.”
(Yohanes 10:9)

Yesus berkata: “Akulah pintu ….” Hanya melalui Yesus kita selamat, karena di bawah kolong langit ini tidak ada nama yang dapat menyelamatkan kita. Yesus sendiri berkata: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10. Iblis datang untuk menyusahkan kita bahkan membinasakan kita, tetapi Yeesus datang untuk memberi damai yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Hanya Yesus yang dapat menyelamatkan dan memberikan hidup yang berkelimpahan.

Dia adalah pintu yang tepat bagi semua masalah yang kita hadapi, jangan kita masuk dan keluar melalui pintu lain. Di luar Yesus kita tidak akan menemukan kepuasan yang sejati. Masuklah melalui pintu Yesus, Dia sumber kelimpahan bagi orang yang mengasihi Dia. Dia menyediakan padang rumput yang hijau, artinya Dia memberi kesegaran, Dia memberi berkat-berkat yang baru. Pastikan diri kita selalu ada di padang rumput yang Tuhan sediakan bagi kita karena kita selalu taat pada suara Yesus Gembala yang baik.

Mungkin saat ini hanya sedikit yang Saudara miliki, Saudara tak perlu kuatir ataupun takut. Ingatlah, Yesus adalah sumber berkat. Hanya dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, Yesus dapat mengenyangkan 5000 orang lebih. Kalau Tuhan memberkati, Dia sanggup melipat-gandakan berkat-berkatNya atas hidup kita. Kalau Tuhan memberkati, yang sedikit di tanganNya dapat menjadi berkelimpahan. Dia adalah jawaban bagi semua persoalan hidup kita. (ML)

Tetaplah taat pada Tuhan, Dia sanggup memberi kelimpahan berkat bahkan keselamatan.

HIDUP YANG BERARTI

Matius 10: 29-33
Mazmur 84:4-6

“Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah…” (Mazmur 84:4a).

Di dalam Matius 10:29 dikatakan bahwa dua ekor burung pipit harganya seduit, sedangkan di dalam Lukas 12:6, dikatakan bahwa lima ekor burung pipit harganya dua duit. Jadi ada satu ekor burung pipit yang diberikan secara cuma-cuma/ tanpa bayar alias tidak ada nilainya. Bagi burung pipit yang tidak ada nilainya itulah Tuhan berjanji untuk tidak pernah melupakannya dan memeliharanya. Burung pipit melambangkan: kehidupan yang tidak berarti, tidak berharga. Burung pipit juga mengandung arti kehidupan yang punya nilai kecil/ sedikit. Banyak orang Kristen yang hidupnya seperti burung pipit tersebut, yaitu merasa tidak berarti, tidak berguna, tidak berharga, tidak bisa berbuat apa-apa untuk Tuhan, merasa kecil hati dan minder.

Dalam banyak hal kita memang tidak berarti, tetapi ketika hidup bersama dengan Tuhan kita menjadi berarti. Kehidupan yang berarti adalah kehidupan yang dipersembahkan di atas mezbah Tuhan (diserahkan kepada Tuhan). Seperti seorang anak kecil yang mempunyai lima roti dan dua ikan ketika diserahkan ke dalam tangan Tuhan, maka Tuhan berkenan memberkatinya sehingga dapat memberi makan 5000 orang dan sisa 12 keranjang. Seperti anak yang terhilang ketika hidup jauh dari bapanya, hidupnya menjadi kacau, sia-sia penuh kegagalan dan kekosongan sampai dia kembali ke rumah bapanya dan hidup dekat dengan bapanya, barulah dia menemukan arti (makna) hidup kembali. Orang yang mau hidup intim dengan Tuhan akan mengalami kebahagiaan, semakin kita menjauhi dosa dan hidup dekat Tuhan, maka kebahagiaan itu akan melimpah. Namun semakin kita dekat dosa dan jauh dari Tuhan, penderitaan hidup akan kita alami. (Sam)


Hidup bahagia adalah identik dengan hidup intim dengan Tuhan.

TENTARA ALLAH

Yeremia 1:17-19
1 Samuel 17:45-47

“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.”
(Efesus 6:13)

Tentara Allah adalah umat Allah yang selalu melengkapi hidupnya dengan senjata Allah. Untuk meraih kemenangan kita perlu memiliki karakter tentara Allah, di antaranya adalah: keberanian. Tentara Allah yang berani akan dapat meraih kemenangan yang besar dalam peperangan. 2 Timotius 1:7 Allah tidak memberi roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Sebagai tentara Allah kita harus berani ’melawan’. ”Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Yakobus 4:7. Tentara Allah yang menang adalah tentara Allah yang berani melawan musuh yaitu si iblis. Bukan saja berani melawan musuh tetapi juga dalam menghadapi peperangan, tentara Allah harus berani ’menderita’. ”Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” 2 Timotius 2:3.

Selain itu tentara Allah perlu memiliki karakter yang kuat. Dalam peperangan tentara seringkali terluka, berdarah bahkan mati untuk suatu kemenangan. Rasul Paulus mengingatkan dalam peperangan prajurit atau tentara harus berani menderita. Yeremia tidak terkalahkan karena Allah membuat Yeremia kuat. Kuat yang digambarkan seperti: Kota yang berkubu, tiang besi dan tembok tembaga.

Karakter lain yang harus dimiliki tentara Allah adalah memiliki mental pemenang. Daud tidak gentar melihat orang Filistin dan panglima perangnya karena Daud memiliki mental pemenang. Sebelum Daud berperang, dia telah mempersiapkan mentalnya dengan mental pemenang. Yang tak boleh kita lupakan adalah ketaatan kepada Tuhan sebagai komandan kita. ”Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Timotius 2:4). (RS)


Jika kita ingin menang dalam peperangan iman, kita harus memiliki karakter tentara Allah yang selalu mentaati FirmanNya.

ALLAH TAMPIL MEMBELA

I Korintus 1: 27-29
Kejadian 47: 13-21

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”
(I Korintus 1:27)

Kapan Yusuf bisa belajar, kapan Yusuf  bisa mengenyam pendidikan? Dari umur 17 tahun ia tidak pernah mengenal bangku pendidikan kecuali penderitaan, tekanan dan siksaan. Tapi dalam Kejadian 47 kita perhatikan bahwa semua bangsa dan semua orang Mesir sujud di hadapan Yusuf, memohon belas kasihan. Untuk memperoleh makanan mereka serahkan uang/ perak, setelah mereka tidak mempunyai uang/perak lagi mereka serahkan kawanan binatang, setelah mereka tidak mempunyai kawanan binatang, mereka serahkan diri mereka. Setelah seluruh hidup mereka serahkan pada Yusuf, mereka masih perlu makan, kemudian mereka berkata kepada Yusuf: “Tanah kami pun, kami serahkan kepada tuan.”

Yang bodoh bagi dunia, yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk menyatakan misteri kedaulatan Allah. Yusuf yang disia-siakan kakak-kakaknya, ia juga disia-siakan oleh Potifar. Dia tidak pernah diperhitungkan, tapi kedaulatan Allah mengatakan: siapapun dia, disia-siakan sekalipun, Allah akan pilih dia untuk mempermalukan orang yang berhikmat di dunia ini. Sebagai pebisnis, mungkin kita tidak bermodal. Dalam dunia karir mungkin kita tidak mempunyai relasi. Meskipun ada di antara kita yang dianggap dunia sebagai pihak yang lemah, kalau kita mau membuka hati bagi Yesus, Dia memilih orang yang lemah untuk mempermalukan orang yang kuat. Kalau Saudara memiliki Yesus dalam hidupmu, Allah pilih Saudara untuk mempermalukan apa yang berarti bagi dunia. “Supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” (I Korintus 1:29). (FZA)

Allah tampil membela orang yang selalu hidup takut akan Tuhan.

NOMOR SATUKAN TUHAN

Matius 6:25-34

“Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.” (Matius 6:28)

Raja Salomo adalah raja yang paling kaya di dunia, tak akan ada lagi raja yang bisa melebihi Salomo. Walaupun Salomo bisa berganti-ganti pakaian setiap jam karena dia raja yang sangat kaya, tapi Salomo tidak mempunyai pakaian seindah bunga bakung ini. Dengan lain kata, bunga bakung lebih indah dari keindahan pakaian Salomo. Yesus mengingatkan agar kita tidak kuatir tentang semua yang kita perlukan. “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?” Matius 6:30. Tuhan menegur orang-orang yang kurang percaya atau yang imannya kecil agar tidak perlu kuatir.

Kita harus mempunyai iman bahwa Tuhan sangat memperhatikan kita lebih dari Dia memperhatikan bunga bakung. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?” Matius 6:31. Seringkali manusia hanya memikirkan soal makan, minum dan pakaian. Semuanya Tuhan sudah siapkan bagi orang yang percaya padanya. Ada orang yang setiap hari merasa kuatir, sehingga ia berkata: “Kita akan makan apa? kita akan minum apa dan memakai apa?” Kalau kita di dunia ini hanya memikirkan makan, minum dan pakaian, tidak ada bedanya dengan orang kafir (Matius 6:32). Bapa kita di surga adalah Bapa yang Maha-tahu, Dia ingin memenuhi semua kebutuhan kita, namun kita harus terlebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya. Apa yang Saudara perlukan, semuanya akan ditambahkan kepada Saudara. (JEA)

Prioritaskan dulu doa dan ketaatan akan Firman Allah maka semua fasilitas akan Tuhan tambahkan kepada kita.

LAKUKAN KEBENARAN FIRMANNYA

Kejadian 22:9-18

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” (Kejadian 22:1)

Abraham pernah berbuat kesalahan karena ia telah mengikuti keinginan Sarai istrinya untuk memperoleh anak dari Hagar. Abraham tahu bahwa istrinya salah, tapi Abraham mengikuti keinginan istrinya untuk menghampiri Hagar yang kemudian melahirkan Ismael. Tapi kalau kita ikuti perjalanan hidupnya, Abraham mengalami perubahan, ia belajar taat pada Tuhan. Dia dikenal sebagai tokoh iman yang tahan uji. Ketika Tuhan memanggil nama Abraham, ia segera menjawab: ”Ya, Tuhan”. Artinya Abraham bersedia mendengar apapun yang dikatakan oleh Tuhan dan ia siap melakukan perintah Tuhan.
Abraham siap menerima berkat yang Tuhan berikan, Abraham pun siap melakukan kehendak Tuhan, ketika kepercayaannya diuji. “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.” Yakobus 2:23. Abraham disebut sebagai ’sahabat Allah’, kita pun adalah sahabat Allah jika kita mau memiliki ketaatan pada FirmanNya. Jika kita percaya dan mau melakukan Firman Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran. Jangan kita hanya memiliki iman tetapi tidak mau melakukan kebenaran Firman Tuhan.

Iman tanpa perbuatan adalah mati, pengiringan kita pada Tuhan menjadi sia-sia jika kita tidak mau melakukan kebenaran FirmanNya. ”Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.” (Yakobus 2:24). Manusia dibenarkan karena melakukan perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan. Kita tidak mungkin dapat menyenangkan hati Tuhan selama kita berbuat dosa. (nest)

Jangan menyimpang dari FirmanNya jika kita ingin menjadi sahabat Allah.

BUKAN PELAYANAN DAGING

Galatia 3:1-4
Galatia 5:22-23

“Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?”
(Galatia 3:3)

Paulus dengan keras mengingatkan jemaat Galatia dengan kata bodoh. Sebab mereka tidak melakukan kebenaran Firman Tuhan dengan setia dan benar. Banyak anak Tuhan yang awalnya bersemangat, berapi-api, tetapi kemudian menjadi lemah, tidak setia lagi. Salah atu contoh dalam Alkitab, orang yang dulunya berapi-api tetapi kemudian menyangkal Tuhan adalah Petrus. Petrus termasuk orang yang unggul dalam pelayanan Yesus. Tetapi ketika Petrus diperhadapkan dengan situasi yang belum pernah dihadapi, saat Yesus ditangkap, disiksa dan akan disalibkan, ia menyangkal Yesus (Matius 26:74).

Tiga setengah tahun Petrus bersama Yesus: makan sehidangan dengan Yesus, melayani bersama Yesus, setiap hari menyaksikan mukjizat yang dibuat Yesus. Bahkan ketika Yesus menyampaikan tentang penderitaan yang akan dialaminya kelak. Petrus dengan lantang berkata bahwa ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi kepada Yesus. Tetapi ternyata ketika diperhadapkan dengan salib, ia menyangkal Yesus. Petrus membela Yesus hanya karena hidupnya yang selama ini merasa nyaman bersama Yesus. Selain Petrus, ada juga murid yang menyerahkan Yesus yaitu Yudas. Pertanyaannya, apakah Yesus tidak salah memilih murid-muridNya? Jawabannya tidak. Sebab kita semua menjadi anak Tuhan adalah karena kasih karunia Allah. Oleh anugerah Tuhan kita menerima keselamatan, mukjizat dan berkat-berkat setiap hari. Tetapi apakah kualitas iman kita hanya sebatas mukjizat Tuhan dan berkat-berkat saja? (NM)

Ukuran menjadi dewasa rohani bukan dilihat dari lamanya mengikut Tuhan, melainkan diukur dari kebenaran Firman Tuhan yang kita lakukan dengan setia.

BERBALIK KEPADA TUHAN

Mazmur 51:1-15

“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!”
(Mazmur 51:3)

Dalam Mazmur 51:1-6, Raja Daud jatuh di dalam dosa ketika ia merencanakan membunuh Uria demi mendapatkan Batsyeba. Ia melanggar apa yang ditetapkan dalam hukum Tuhan. Tuhan pun menegur dia melalui nabi Natan dan ia menyadari kesalahannya. Raja Daud mengakui dosanya dan menyerahkan diri kembali kepada Allah. Seseorang yang sudah lahir baru, masih dapat melakukan dosa dan dosa itu dapat mengganggu persekutuannya dengan Allah. Dosa itu harus diselesaikan dahulu sehingga ada pemulihan di hati orang itu. Walaupun kita telah lahir baru, ada dua kuasa yang saling bertempur di dalam hati kita, yaitu: kuasa Allah dan kuasa kedagingan.

Ada keinginan roh yang mau berbuat baik, tetapi ada juga keinginan daging yang menarik manusia untuk tetap melakukan dosa. Semua orang masih dapat melakukan kesalahan. Ketika kita percaya kepada Allah, kita telah menerima kekudusan. Tetapi, ketika kita melakukan dosa, dosa itu mengotori kekudusan kita. Oleh karena itu, kita harus meminta agar Tuhan menyempurnakan kekudusan kita di dalam takut akan Tuhan sehingga kita benci untuk berbuat dosa. Allah ingin agar kita segera menyadari kesalahan yang telah kita buat dan berbalik menyerahkan diri kembali kepadaNya sehingga pemulihan terjadi di dalam kehidupan kita. Jika umat Allah mau merendahkan diri, berdoa untuk mencari wajahNya, dan berbalik dari jalan mereka yang jahat, maka Allah akan mendengarnya dari surga, dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan mereka. (TD)

Tuhan sanggup memulihkan setiap orang yang mau datang kepadaNya dengan kerendahan hati dan pertobatan.

JAWABAN ATAS KERAGUAN

Yohanes 20:24-29

Tetapi Thomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya…sekali-kali aku tidak akan  percaya” (Yohanes 20:25)

Ratu Victoria dari inggris suka berjalan-jalan di pedesaan dengan menyamar sebagai orang biasa. Sementara berjalan, ia selalu diikuti oleh pelayannya dari jauh. Suatu kali ia bertemu dengan sekawanan domba yang digembalakan seorang anak kecil. Melihat sang ratu di tengah perjalanan, anak itu berteriak, ”Hei minggir kamu perempuan goblok!” Ratu Victoria hanya tersenyum, tidak berkata apa-apa. Ketika pelayannya muncul, ia menjelaskan kepada anak kecil itu bahwa perempuan yang diteriakinya adalah ratu inggris.” Ah, masa?” kata anak itu, ”Harusnya ia pakai baju kayak ratu dong”.

Tomas tidak langsung percaya pada cerita murid-murid lain bahwa mereka sudah melihat Yesus yang bangkit. Meskipun ia mengenal mereka sebagai orang-orang yang jujur, ia tidak menerima begitu saja kesaksian mereka. Mirip dengan bocah penggembala tadi, ia menuntut Yesus membuktikan kebangkitan-Nya kepadanya.

Yesus tidak meninggalkan Tomas dalam keraguannya. Dia mendatangi Tomas dan mengulurkan bukti yang dimintanya. Tidak diceritakan bahwa Tomas benar-benar mencucukkan jarinya ke bekas paku di tangan Yesus. Yang jelas, keyakinannya pulih. Ia berseru bahwa Yesus adalah ”Tuhanku dan Allahku” (ayat 28).

Ketika melewati lembah keraguan iman, kita dapat mengikuti jejak Tomas. Ia tetap setia kepada Tuhan dan tidak menjauh dari komunitas para murid. Ia tidak mengeraskan hati, tetapi menantikan jawaban atas keraguan itu dan Yesus tidak mengecewakan harapannya. (JRT)


Mendekatlah pada Tuhan, ijinkan Dia meneguhkan iman kita.