April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

DARAH YESUS MENYUCIKAN

Ibrani 10:21-22

Roma 5:8-11

 

“betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.”

(Ibrani 9:14)

 

Ditegaskan pada ayat bacaan ini bahwa darah Yesus menyucikan hati nurani kita. Jadi sekarang, kita harus sadar bahwa kita telah dibebaskan, dimerdekakan, dilepaskan dari masa lalu kita oleh darah Yesus sehingga tidak ada lagi rasa bersalah dan rasa tertuduh dalam hati kita. Memang, dosa mengakibatkan setiap langkah kaki kita selalu berada dalam gelap tetapi darah Yesus menyucikan kita dan Yesus adalah terang dunia. Maka sekarang, setiap langkah kita adalah terang. Masa lalu telah dikubur bersama kematian Yesus di atas kayu salib dan dikuburkan. Seperti Yesus telah bangkit, hidup kita pun sudah menjadi baru.

Semua dosa-dosa kita terhapus bersih seperti salju. Ingatan masa lalu kita tak dapat dibebaskan hanya dengan berkata: “Aku akan melupakannya”. Bapa berfirman bahwa Darah Yesus yang akan menyucikan kita, membersihkan hati nurani kita secara sempurna. Bukan hanya pelanggaran kita, melainkan juga semua pikiran kita yang berkaitan dengan dosa masa lalu dihapuskan oleh darahNya. Dalam Ibrani 10:21-22 dikatakan: “Dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” (JHG)

 

Kasih Yesus itu sungguh ajaib. Dia tahu kita berdosa, tetapi Dia menyatakan diriNya untuk mengampuni dan membenarkan kita, sehingga kita bisa masuk dalam lembaran hidup yang baru.

 

 

KUASA KEBANGKITAN YESUS

Markus 16:1-6

Lukas 24:13-17

 

“Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”

(Markus 16:3)

 

Pada hari pertama beberapa wanita datang ke kubur sambil membawa rempah-rempah untuk meminyaki mayat Yesus. Mereka datang dengan satu pertanyaan di dalam hati: “Siapa yang akan menggulingkan batu?” Wanita adalah gambaran Gereja Tuhan. Mungkin saat ini ada di antara kita yang datang dengan pertanyaan yang sama: “Siapa yang akan menggulingkan batu?” Batu berbicara tentang beban, masalah kehidupan yang begitu berat, batu juga berbicara tentang ikatan yang membelenggu kehidupan kita. Lalu apa yang ditemukan oleh para wanita itu ketika sampai di kubur? Batu yang sangat besar itu sudah tergolek! Kalau kita menghampiri Yesus dengan iman, percayalah, segala beban masalahmu “sudah” diselesaikan oleh Yesus. Kuasa kebangkitan Yesus sudah melepaskan kita dari segala beban, masalah dan belenggu dosa. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus telah membebaskan kita dari segala beban dan belenggu dosa.

Dua orang murid yang berjalan dari Yerusalem ke Emaus, mereka sangat sedih, putus harap dan semangat mereka telah pudar tetapi puji Tuhan! Yesus tahu keadaan mereka dan Ia datang serta berjalan bersama mereka. Yesus berjalan di samping mereka tetapi mereka tidak mengenaliNya. Mengapa? Karena hati mereka terlalu larut dalam kesedihan. Kapan mereka sadar bahwa itu Yesus? Saat mereka duduk makan dan Yesus memecah-mecahkan roti. Roti adalah lambang dari Firman Tuhan. Ketika Firman Tuhan disampaikan, maka mata iman kita dapat kembali terbuka dan melihat Yesus. Saat itu juga mereka bangkit dan kembali ke Yerusalem. Hati mereka bernyala-nyala kembali, semangat mereka bangkit lagi. (SK)

 

Mungkin ada di antara kita yang sudah kehilangan semangat dalam melayani Tuhan, ayo bangkit kembali!

 

MENJADI SATU DALAM KEBANGKITAN-NYA

Matius 26:36-46

 

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.”

(Roma 6:8)

Benih yang mati dan telah kehilangan identitas karena ditelan bumi, akan keluar sebagai benih yang menang dan berbuah lebat. Demikian pula jika kita telah menjadi satu di dalam kematian Yesus, kita bangkit bersama dengan kebangkitanNya. Yesus telah belajar taat dari apa yang telah dideritaNya, Yesus adalah Firman, Dia disebut Putra namun sebagai Firman, Ia Maha-kudus, Maha-mulia dan berada di tempat yang Maha-tinggi tetapi pada waktu Bapa mempunyai rancangan penyelamatan, PutraNya harus mengambil rupa sebagai manusia dan Roh membantuNya memberi kesanggupan. Ketaatan bukan hanya percaya kepada program Bapa tapi Ia harus menyetujui untuk melaksanakan kehendak Bapa. Yesus harus mengambil bentuk manusia supaya Ia bisa berjalan bersama manusia lalu mengalami pengalaman seperti manusia. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit  kita. Dalam doanya, Yesus berkata: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Jeritan ini bukan jeritan Allah tetapi jeritan Yesus yang dalam keadaan 100% sebagai manusia, Yesus harus selesaikan beban-beban, sakit-penyakit, penderitaan dan persoalan manusia. Yesus bukan hanya sekedar melihat, mendengar tapi harus mengulurkan tanganNya yang kudus dan rela tanganNya berlumuran dengan dosa manusia. Ketika menarik nafas Ia menghirup penderitaan manusia dan saat menghembuskannya Ia menghembuskan pertolongan, pembelaan, perhatian dan kepedulianNya. Ketika Yesus bangkit dari kematian, itu merupakan bukti kemenangan surga. (FZA)

 

Saat kita menjadi satu dalam kebangkitanNya, tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh Yesus.

KEBANGKITAN YESUS

Yohanes 20:26-29

 

“Tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.”

(Markus 16:6)

 

Berita kebangkitan Kristus adalah berita yang tetap “up to date” sepanjang zaman bagi dunia ini, karena berita kebangkitan Kristus membebaskan manusia dari segala ketakutan, teristimewa ketakutan menghadapi maut. Kebangkitan Yesus memberikan pengharapan baru bagi orang yang putus asa dan mendatangkan keselamatan kekal yang pasti bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus. Berita yang diwartakan oleh malaikat itu mengatakan: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus, orang Nazaret, yang disalibkan itu, sesungguhnya Dia telah bangkit”. Yesus telah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Dia tinggalkan kuburNya kosong sebagai bukti bahwa Dia telah menang atas segala dosa dan maut.

Jikalau Kristus tidak dibangkitkan, maka kita semua tetap terhilang dalam kebinasaan yang kekal, tetapi oleh sebab Dia bangkit maka iman kita dipulihkan. “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1 Korintus 15:17). Ada orang yang meragukan kebangkitan Yesus, contohnya murid Yesus yang bernama Tomas. Ketika murid-murid yang lain menceritakan tentang kebangkitan Yesus, Tomas tidak percaya, sebelum ia melihat dan mencucukkan jarinya ke tangan Yesus yang bekas kena paku dan lambung Yesus yang bekas kena tombak. Akhirnya Yesus menyatakan tubuh kebangkitanNya kepada Tomas sehingga iman Tomas dipulihkanNya. (SHP)

 

Imani kuasa kebangkitan Yesus bagi kita sehingga kita tidak takut dalam menjalani hidup ini.

 

KEBANGKITAN-NYA MEMBERI SEMANGAT BARU

Lukas 24:28-35

 

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

(Yohanes 20:19)

 

Setelah Yesus mati disalib, murid-murid-Nya merasa ketakutan. Ketakutan itu begitu mencekam hati murid-murid. Iblis memang ingin memperhamba kita dengan rasa takut, tetapi Yesus sudah bangkit dan Ia bangkit sebagai Raja segala raja, penguasa langit dan bumi itulah sebabnya Ia berkata: “…tetapi kuatkanlah hatimu (jadilah berani), Aku telah mengalahkan dunia.” Yohanes 16:33. Tantangan, aniaya pasti terjadi, tetapi jangan takut karena Yesus sudah mengalahkan dunia. Murid-murid yang takut menjadi berani karena kebangkitan Yesus (Kisah 4:13).

Setelah kebangkitan Yesus, Ia pun menampakkan diri kepada kedua murid yang sedang berjalan ke Emaus. Setelah perjumpaan mereka dengan Yesus kedua murid yang berputus asa itu menjadi semangat. Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. (Lukas 24:32). Yesus hidup dan menjadi penguasa di Sorga dan di bumi sebab itu jangan patah semangat. Angkatlah wajahmu dan pandang kepada Yesus yang duduk di sebelah kanan Tahta Allah Bapa. Yesus tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Dia berjanji akan datang kembali. Di manapun dan apapun keadaan kita, berserulah kepada Tuhan, Dia selalu hadir menyertai kita. (YT)

 

Kini Yesus bukan lagi Yesus yang jauh, tetapi dekat yaitu di dalam hati kita lewat Roh-Nya yang diam di dalam kita, sebab itu jangan takut.

KUASA SALIB YESUS

Yesaya 53:3-7

 

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

(1 Petrus 2:24)

 

Dapatkah kita bayangkan ketika Tuhan Yesus ditangkap dan disiksa oleh tentara-tentara Romawi? Setiap cambukan yang menimpa tubuh Tuhan, seperti orang yang membajak di punggungnya sehingga menimbulkan luka dan bekas yang sangat mendalam. Setiap cambukan dan luka/goresan pada punggung Tuhan sesungguhnya adalah untuk menanggung setiap penyakit yang kita derita. Yesus tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.

Saudara bisa menyebutkan segala penyakit Anda satu persatu dan semua itu sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus dengan kematianNya di atas kayu salib. Oleh sebab itu ketika kita mengingat dan memandang kepada salib Yesus, ketahuilah bahwa segala penyakit kita pun sudah Tuhan Yesus pikul dan oleh kuasa bilur-bilurNya kita telah disembuhkan. Sekalipun kita sudah berusaha hidup sehat namun tak seorang pun yang kebal terhadap penyakit. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus karena kematianNya di atas kayu salib menjamin untuk kesembuhan atas segala macam penyakit. Penyakit membuat manusia sengsara dan menderita namun salib Tuhan Yesus menyembuhkan dan mengubahkan sengsara dan penderitaan kita menjadi nyanyian sukacita dan kebahagiaan asalkan kita percaya dan selalu mengasihi Tuhan. (Sam)

 

Tetaplah percaya dan terus pegang salib Tuhan, sebab mukjizat kesembuhan bahkan pemulihan masih tetap ada sampai hari ini.

 

 

TAK PERLU TAKUT

Matius 27:45-54

 

“Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

(Roma 13:12)

 

Yesaya telah menubuatkan kegelapan akan menutupi bumi dan kekelaman menudungi bangsa-bangsa (Yesaya 60:2). Bahkan dalam 2 Timotius 3:1 dikatakan: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Tetapi kita tidak perlu takut terhadap kedahsyatan malam. Ada banyak hal yang menakutkan terjadi pada tengah malam (akhir zaman). “Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang.” (Mazmur 91:5). Perubahan telah terjadi pada tengah malam. Ketika Yesus disalibkan, kegelapan meliputi seluruh daerah itu mulai dari jam dua belas sampai jam tiga sore. Ketika itu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama Sabakhtani?” Artinya: “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Orang-orang di sekitar itu mengira Ia memanggil Elia dan mengoloknya. “Baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia”. Kemudian terjadi tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, gempa bumi, bukit-bukit batu terbelah dan kuburan terbuka. Pada puncak kebencian mereka datang pengakuan dari kepala pasukan dan prajurit-prajurit. “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah”. Dan semua ini terjadi pada waktu gelap di tengah hari. Banyak orang tidak mau mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah, meskipun mereka mengakui kuasaNya. Tetapi pada suatu hari nanti, pada tengah malam, mereka akan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jika kegelapan malam datang, ketakutan dan ancaman melanda, bersabarlah menunggu pertolongan Yesus. (AHM)

 

Tuhan Yesus pasti akan segera datang dan memberi kemenangan yang dijanjikan-Nya.

TABURLAH YANG BAIK

Galatia 6:1-10

 

“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”

(Galatia 6:7)

 

Sebagai ayah dan ibu tentu kita mempunyai harapan, ingin jadi seperti apakah anak kita kelak? Tergantung apa yang kita tanam karena apa yang kita tanam itu seperti sebuah benih yang kita tabur yang suatu hari akan tumbuh menjadi sebuah pohon. “Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7b). Tergantung benih apa yang kita tanam kepada mereka, kepada anak-anak kita. Kalau kita menabur benih yang baik, maka pasti anak kita akan tumbuh menjadi pohon yang baik yang menjadi berkat tapi kalau kita menaruh atau memberikan benih yang kurang baik dengan kata lain membiarkan taman hatinya dipenuhi dengan ilalang, maka anak kita akan tumbuh menjadi pohon atau seperti pohon yang kurang baik. Akan menjadi apakah anak kita tergantung pilihan kita, pilihan ada di tangan kita.

Sebagai orang tua, ada pepatah mengatakan: ‘kacang ora ninggalno lanjarane’ (sayur kacang tidak akan jauh dari kumpulannya). Peran kita sebagai orang tua sangat menentukan dalam membangun atau menghancurkan masa depan anak-anak kita. Seringkali dalam kehidupan kita, kita melihat kalau papanya seorang politikus, maka kita melihat anak-anaknya ada yang menjadi politikus. Kalau orang tuanya dokter, maka ada anak-anaknya juga yang menjadi dokter. Kalau orang tuanya hidup dalam pelayanan untuk Tuhan, maka anak-anaknya pun suka melayani Tuhan. Kalau orang tuanya seorang pemusik yang handal, maka tidak heran kita melihat anak-anaknya juga menjadi pemain musik yang hebat dan masih banyak contoh-contoh lain bagaimana anak-anak mengikuti jejak karier atau usaha atau apa yang orang tua kerjakan. Apa saja benih yang bisa kita tabur pada anak-anak kita? (NS)

 

Tunjukkan sikap kasih, tanggung jawab dan teladan sesuai Firman Tuhan dalam keseharian kita.

JANGAN DIPERDAYA IBLIS

Keluaran 15:22-27

 

“Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”

(1 Petrus 5:9)

 

Menyikapi cara iblis menyerang umat Tuhan, kita harus melawan dengan iman yang teguh. Siapa saja yang selalu diincar dan diserang iblis? Petrus jelaskan semua saudaramu, baik orang yang sudah menerima Yesus mau pun orang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Itulah sebabnya kita harus mendoakan mereka. Cara iblis menyerang membabi buta dari dua sisi (orang percaya dan orang yang belum percaya) dengan tujuan supaya iblis bisa taklukkan untuk menjadi pengikutnya masuk dalam kebinasaan kekal. Iblis mau menyerang manusia dengan cara membutakan pikiran manusia. “yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” (2 Korintus 4:4).

Saat pikiran ditutup oleh iblis, pandangan menjadi kabur, maka manusia bersikap serampangan karena iblis mengimpartasikan gaya/ cara dari neraka. Kita selalu berhadapan dengan kenyataan hidup tinggal bagaimana keputusan kita apakah kita mau menjadi berkat atau menjadi alat iblis. Orang Israel mulai bersungut-sungut ketika tidak mendapatkan air dan ketika tiba di Mara, mereka mendapatkan air yang pahit. Mengapa Tuhan ijinkan bangsa ini tiba di Mara? Karena Tuhan menyimpan perkara yang indah untuk umatNya, di balik Mara, Allah melihat ada sumber air manis yang akan Tuhan keluarkan untuk umatNya. Ketika Tuhan ijinkan kita berada di tempat yang getir, lawanlah tipu daya iblis dengan iman yang teguh. (FZA)

 

Dalam menghadapi persoalan apa pun, kita tetap beriman kepada Tuhan sehingga kita tidak dapat diperdaya si iblis.

TAAT DAN LAKUKAN FIRMANNYA

Mazmur 19:8-12

 

“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.”

(Mazmur 19:8)

 

Undang-undang dan ketetapan yang ada di suatu negara bisa saja tidak stabil. Lain halnya dengan hukum Allah atau peraturan yang Tuhan berikan tetap teguh dan tidak berubah. Tuhan berfirman: “Aku besertamu sampai kesudahan alam…”. Apa yang dikatakan oleh Tuhan melalui FirmanNya pasti terjadi asalkan kita taat melakukan FirmanNya. Seringkali kita mendengar seorang hakim yang seharusnya menegakkan hukum dengan benar tetapi ia sendiri melanggar hukum. Jika kita mau hidup sesuai dengan peraturan Tuhan, maka kita akan menerima Firman Tuhan yang digenapi dalam kehidupan kita.

Seorang pengguna jalan yang mengemudikan kendaraan harus mentaati rambu-rambu lalu lintas. Kalau ia tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas, ia akan mendapat sanksi. Ada orang yang tidak memiliki hikmat sehingga ia tidak dapat melakukan kebenaran. Kita dapat memperoleh hikmat karena Roh Kudus yang diberikan kepada kita. Roh Kudus adalah Roh kebenaran, Dia mengingatkan kita untuk berjalan di jalan yang benar. Saat kita tidak dapat membaca situasi, Dia membimbing kita, Dia menolong kita. Dalam Mazmur 19:9 dikatakan bahwa perintah Tuhan itu murni membuat mata bercahaya, berarti kalau kita hidup sesuai perintah Tuhan maka kita mempunyai misi dan visi sesuai talenta yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Kita harus ingat bahwa Allah berdaulat atas hidup kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok, tetapi kalau kita hidup takut akan Tuhan, kita tidak usah kuatir akan hari esok. Tuhan paling tidak suka kalau kita tidak mentaati FirmanNya. Orang yang taat melakukan Firman Tuhan pasti dipelihara oleh Tuhan. (FM)

 

Firman Tuhan itu sempurna, Dia sanggup memberikan kesegaran dan tuntunan sehingga kita menjalani hidup ini dengan hikmatNya.