September 2014
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

HAMBA YANG DIPERCAYA TUHAN

Galatia 3:26-29

Lukas 12:35-40


“Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.”

(Kejadian 18:1)

 

Ketika Tuhan mengunjungi Abraham, ia didapati sedang duduk di pintu kemahnya. Pada zaman Abraham seorang suami harus berjaga-jaga terhadap bintang buas atau penjahat yang mengancam keluarga dan seisi kemahnya. Dia harus duduk dan tinggal di depan pintu kemah karena harus bertanggung-jawab atas keluarga dan seisi kemahnya. Ketika Tuhan mengunjungi Abraham, ia sedang duduk di pintu kemah padahal sudah sekitar dua belas tahun, Tuhan tidak menyapa Abraham karena Abraham mengikuti saran Sara untuk mengambil Hagar agar mendapat keturunan tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan. Sebelumnya Tuhan begitu peduli terhadap Abraham, namun sejak peristiwa itu Tuhan tidak berbicara kepada Abraham. Abraham tetap setia berjaga di pintu kemahnya walaupun Tuhan mendiamkannya.

Tuhan Yesus menghargai kepada hamba yang berjaga-jaga setiap waktu. “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.” (Lukas 12:37). Kita adalah hamba-hamba Kristus, saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita disebut keturunan Abraham secara rohani. “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3:29). Sebelum dipercayakan dalam pekerjaan yang lebih besar lagi, kita akan diuji dalam soal yang kecil. Apakah kita dapat dipercaya ataukah tidak? Kalau kita sudah dapat dipercaya dalam yang kecil, maka kita akan meningkat dipercaya dalam hal yang lebih besar (lebih dari apa yang kita pikirkan). (FZA)

 

Kita harus menjadi hamba-hamba Tuhan yang setia dalam setiap situasi dan keadaan apa pun.

 

INVESTASI DI DALAM TUHAN

I Petrus 1:3-9


“Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!”

(Mazmur 31:16)

 

Masa depan kita ada dalam kedaulatan Tuhan Yesus. Bukan berada dalam harta, jabatan, pangkat, uang yang kita miliki di dunia ini. Tidaklah salah jika kita mempersiapkan masa depan dengan sekolah tinggi, dengan bekerja keras dan lain sebagainya. Tetapi yang salah adalah apabila kita menggantungkan pengharapan kita kepada benda-benda yang dapat tergoncangkan atau materi yang ada di dunia ini. Sebab Tuhanlah yang menentukan masa depan kita. Yesus berkata: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Kebenaran itu adalah Firman Tuhan yang adalah Yesus. Sekarang ini banyak orang Kristen yang rajin cari uang, cari gelar, cari jabatan, tetapi melupakan Tuhan. Masa depan kita bukanlah di bisnis, di jabatan, di pekerjaan atau karir, tetapi ada pada Tuhan. Karena itu kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan yang Mahakuasa. Masa depan kita di tangan Tuhan berarti kita harus investasi di dalam Kerajaan Tuhan dan pekerjaanNya.

Kalau Tuhan mempercayakan sesuatu hal kepada kita, berarti ada rencana Tuhan yang indah. Belajarlah setia dan benar dalam perkara kecil maka kita akan dipercayakan yang lebih besar (berkat rohani, berkat surgawi yang indah). Jangan pernah menduakan Tuhan, sebab Tuhan adalah Allah yang cemburu. Tuhan harus menjadi tuan atas kantong kita, atas keluarga kita, atas jabatan kita. Kalau Anda tidak jujur, tidak setia, tidak mungkin dipercayakan hal-hal yang lebih besar padahal kita tidak tinggal selamanya di bumi ini. Ingat, masa depan kita ada di tangan Tuhan. (MDW)

 

Investasikan kepandaianmu, talentamu, uangmu untuk kemuliaan Tuhan. Dia sudah menyiapkan rumah yang abadi di surga mulia.

DOA ORANG BENAR

Yakobus 5:13-18


“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

(Yakobus 5:16b)

 

Ada orang yang merasa lelah dan menjadi bosan untuk berdoa. Namun Tuhan menghendaki agar kita selalu rajin berdoa dan selalu menggebu-gebu untuk mencari Tuhan. Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Seringkali kita lupakan arti: “Sangat besar kuasanya.” Setiap kali kita berdoa kita harus percaya bahwa doa kita sangat besar kuasanya, doa kita dahsyat, doa kita luar biasa. Apa pun yang kita perlukan, Tuhan dapat mengadakan. Berdoalah dengan yakin, tetapi jangan lupa ayat ini hanya berlaku bagi orang benar. Kalau hidup kita tidak benar, maka kita tidak dapat menerima berkat dan pertolongan Tuhan. Kalau masih ada dosa mari kita buang segala dosa dalam bentuk apa pun dan hiduplah dalam pertobatan. Mungkin Saudara sudah menipu, berbohong, menyakiti hati orang lain. Kita harus bereskan terlebih dulu hidup kita sehingga kita mengalami pertobatan. Hidup Saudara harus dicocokkan dengan Firman Tuhan. Jangan dibalik: “Firman Tuhan dicocokkan dengan kita.” Belajarlah taat pada Firman Tuhan. Banyak orang mengadakan pembenaran diri sendiri sehingga hidupnya tidak cocok dengan Firman Tuhan.

Hizkia memiliki catatan hidup: setia, tulus hati dan melakukan apa yang baik di mata Tuhan. (Yesaya 38:3), sehingga doanya dikabulkan Tuhan. Orang yang melakukan yang baik di mata manusia belum tentu baik di mata Tuhan. Mari kita introspeksi: “Apakah aku setia mengikut Tuhan?” Jangan kita mengaku setia pada Tuhan tetapi kalau hujan gerimis tidak mau datang ibadah di gereja apalagi kalau banjir datang. Apakah kita tulus hati dan melakukan hal yang baik di hadapan Tuhan? (SS)

 

Hiduplah sesuai Firman Tuhan, sehingga kita dapat menikmati mukjizatNya.

ALLAH YANG MENGADAKAN MUKJIZAT

Yeremia 10:5-8

Mazmur 96:1-5


“Lalu kata Yitro: “Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun.”

(Keluaran 18:10)

 

Yitro adalah mertua Musa. Mendengar cerita Musa tentang segala yang telah dikerjakan Tuhan di Mesir, Yitro mengakui bahwa Tuhan lebih besar dari segala allah. Setiap hari kita mengalami mukjizat heran yang dikerjakan Tuhan. Seperti Yitro, kita dapat berkata: “Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan itu lebih besar dari segala allah”. Tidak ada yang sama seperti Tuhan. Dia besar dan namaNya besar oleh keperkasaan. Inilah perbedaan antara Allah yang tidak kelihatan tetapi dapat mengadakan mukjizat, dengan allah yang dapat dilihat tetapi tidak dapat berbuat sesuatu. “Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau!” (Yeremia 10:7). Allah yang benar dan hidup adalah Dia yang dapat mengadakan mukjizat. Ketika bertarung melawan nabi-nabi Baal, nabi Elia berhasil membuktikan, bahwa Allahnya adalah Allah yang benar, sebab Ia mengadakan mukjizat. Kita diajak untuk bernyanyi bagi Tuhan yang mengadakan mukjizat yang lebih dahsyat dari segala-galanya. Dialah yang patut kita puji dan sembah. “Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari…” (1 Tawarikh 16:23-27). Pemazmur mengajak kita menyanyi buat Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Dia lebih dahsyat dari segala allah. Janganlah kita menyembah allah lain, karena hanya Tuhan yang dapat memberi keselamatan, damai sejahtera dan segala sesuatu yang kita perlukan. Sebab di surga dan di bumi, tidak ada nama lain yang dapat menyelamatkan manusia, kecuali di dalam Dia, yaitu Tuhan Yesus Kristus. (Kisah 4:12). (AHM)

 

Hanya Dia yang dapat menyelamatkan manusia dan hanya Dia yang patut kita sembah.

 

 

PENEBUSKU HIDUP

Mazmur 40:9-18


“Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.”

(Ayub 19:25)

 

Di tengah kemelut hidup yang dihadapi oleh Ayub, ia merasa tak ada seorang pun yang bisa diandalkan. Seluruh harta kekayaan dan ternaknya habis dan semua anak-anaknya mati. Dalam keadaan terpuruk seharusnya istri Ayub dapat menjadi penolong tetapi istri Ayub malah berkata: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” (Ayub 2:9). Artinya Ayub disuruh bunuh diri oleh istrinya. Tetapi Ayub menjawab: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayub 2:10).

Ada banyak orang yang jiwanya tidak stabil sehingga mereka tidak merasa bahagia dalam menjalani hidup ini. Kalau seseorang jiwanya stabil pasti ia akan dapat merasakan kebahagiaan meskipun ia hidup sederhana. Kita perlu selalu menikmati Firman Tuhan karena Firman Tuhan itulah yang membuat kita kuat. Firman Tuhan bukan sekedar teori tentang kehidupan, tetapi harus kita imani dan kita lakukan. Dengan iman kita dapat merasakan Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang telah bangkit mengalahkan maut. Kalau Tuhan Yesus tidak bangkit dari maut, maka sia-sialah kepercayaan kita kepadaNya. (1 Korintus 15:14). Kita tetap percaya Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup bukan hanya pada waktu kita diberkati, tetapi juga pada saat kita mengalami penderitaan yang berat. Dengan iman kita dapat merasakan kasih Tuhan dan kebenaranNya selalu menjaga kita. (Mazmur 40:12). Seperti Ayub yang berkata: “Aku tahu Penebusku hidup”, apakah kita juga memiliki iman bahwa Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang hidup? (FM)

 

Letakkan pengharapan kita selalu kepada Tuhan Yesus yang telah bangkit mengalahkan maut. Imanilah kuasa kebangkitanNya mampu memulihkan kita.

MENYALIBKAN KEINGINAN DAGING

Roma 8:1-10


“Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.”

(Roma 8:3)

 

Kehidupan daging secara rohani disebut manusia lama, yang dikuasai dosa yang selalu memikirkan hal-hal yang dari daging yang keinginannya adalah kedagingan yang membawa maut (Roma 8:6) dan membawa perseteruan terhadap Allah karena ia tidak takluk kepada hukum Allah (Roma 8:7) dan yang akhirnya membuatnya tidak berkenan kepada Allah (Roma 8:8). Manusia lama inilah yang terus-menerus diperbudak dosa/daging yang mendorong daging untuk melakukan dosa. Dalam Kejadian 6:3 dikatakan bahwa manusia itu adalah daging, yaitu kehidupan yang sadar akan dunia materi dan dikuasai hawa nafsu duniawi.

Iblis yang muncul dalam rupa si ular yang cerdik mengecoh Hawa, memutar-balikkan kehendak Tuhan. Akhirnya, manusia jiwani Hawa melihat, berpikir dan hatinya pun tertarik. Kemudian manusia dagingnya mengambil buah dari pohon pengetahuan itu, memakannya dan memberikannya juga kepada suaminya dan memakannya. Sejak saat itulah manusia rohaninya mati meskipun tubuh dan jiwanya tetap hidup. Sebelumnya Adam dan Hawa juga telanjang. Namun setelah mereka jatuh dalam dosa, mereka tahu dan sadar bahwa mereka telanjang karena pada saat itulah jubah kemuliaan dan jubah otoritas dari Allah meninggalkan Adam dan Hawa. (Kejadian 3:7). Manusia berusaha melakukan yang baik dengan harapan supaya dapat masuk surga. Tetapi dalam Yohanes 14:6, Yesus dengan tegas berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (JHG)

 

Daging ini tidak bisa diperbaiki, melainkan harus disalibkan bersama Kristus.

TAHAN UJI

Wahyu 3:7-13


“Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

(Wahyu 3:10)

 

Sebelum Yesus datang kedua kali ada banyak orang yang dicekam rasa takut. Tuhan Yesus telah menubuatkan: “Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.” (Lukas 21:26). Saat ini pun banyak orang yang hidup dalam ketakutan karena bencana alam, karena guncangan-guncangan yang terjadi termasuk karena masalah krisis ekonomi yang melanda seluruh dunia. Namun Tuhan memberikan jaminan bagi orang yang mau menuruti Firman Tuhan akan dilindungi dari hari pencobaan yang menimpa seluruh bumi. Karena berbagai persoalan yang dihadapi, banyak orang yang tidak tahan uji. Banyak orang yang karena masalah ekonomi mereka, kemudian meninggalkan Tuhan. Ada pula orang yang kecewa terhadap seseorang sehingga ia tidak mau lagi beribadah di gereja. Mereka adalah orang-orang yang tidak tahan uji. “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” (2 Korintus 13:5).

Kleopas dan temannya adalah murid Yesus yang merasa kecewa karena Yesus telah meninggalkan mereka. Mereka kehilangan pengharapan karena Yesus telah mati. (Lukas 24:21). Orang yang kehilangan pengharapan saat dalam penderitaan adalah orang yang tidak tahan uji. Setelah Kleopas dan temannya mengalami kuasa kebangkitan Yesus, iman mereka bangkit. Mereka mengalami kebangunan rohani dan kembali ke Yerusalem. Selama kita berada di dunia ini seringkali kita menghadapi berbagai tantangan, tapi kalau kita mengenal Yesus dengan benar maka kita tidak goyah. (Filipi 3:10). (RT)

 

Kita harus mengenal Yesus dengan benar dan berjalan menurut FirmanNya agar kita selalu tahan uji dalam keadaan apa pun.

MENJADI DEWASA

1 Korintus 9:24-27


“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

(1 Korintus 9:27)

 

Ciri kedewasaan tidak diukur dari usia seseorang namun dari hidup disiplin tidaknya orang tersebut. Sebuah iklan mengatakan: “Tua itu pasti, tetapi dewasa itu pilihan.” Kalau Saudara mau dikatakan dewasa itu pilihan Saudara dan tanda kedewasaan adalah kedisiplinan. Tidak seorang pun bisa mencapai kedewasaan penuh tanpa orang tersebut mendisiplin hidup sehari-harinya. Rasul Paulus mengatakan bahwa seperti seorang atlet aku mendisiplin tubuhku dan menguasai seluruhnya untuk berbuat seperti yang seharusnya dilakukan dan bukan yang diinginkan. (1 Korintus 9:27). Makan tidaklah berdosa namun makan berlebihan (gelojoh) itulah yang berdosa.

Ketidak-disiplinan dalam hal makanan yang kita konsumsi serta makan makanan dengan sembarangan (junk food = makanan sampah/makanan yang tidak sehat) akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Kalau kita suka makan makanan berlemak, maka akan berdampak pada peningkatan kolesterol dan asam urat sehingga buruk bagi jantung kita. Salah seorang pembicara di Haggai Institute pernah mengatakan bahwa karena kurangnya disiplin dalam pola makan, maka dia terkena sakit jantung dan harus menjalani operasi bedah jantung sehingga membuat pelayanannya kurang efektif dan maksimal bagi Tuhan. Kalau kita tidak disiplin dalam mengatur waktu makan, itu pun akan menimbulkan permasalahan yang serius bagi kesehatan kita. Ciri orang yang dewasa adalah orang yang mampu mendisiplin tubuhnya dengan mengendalikan nafsu makannya dan dorongan seksualnya sehingga dia menjadi orang yang sehat jasmani dan rohani. Sudahkah Saudara menjadi orang dewasa ataukah masih tetap kanak-kanak? (Sam)

 

Disiplin mencakup penundukan diri kepada Kristus atas keinginan/hawa nafsu yang besar.

MASA DEPAN SUNGGUH ADA

Amsal 22:6

Amsal 29:15-17


“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”

(Amsal 23:18)

 

Dalam segala aspek kehidupan kita, kita harus selalu percaya bahkan hidup takut akan Tuhan. Kita harus menekankan kepada anak-anak bahwa masa depan anak-anak kita ada di tangan Tuhan. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18). Kita harus tekankan, kita harus ajarkan, kita harus bawa anak-anak kita sejak dini untuk mengenal dan beriman hanya kepada Tuhan Yesus Kristus saja. Jangan sampai kita terlambat untuk membawa anak-anak kita percaya kepada Tuhan.

Sebagai orang tua kita tidak bisa membiarkan mereka untuk memiliki kepercayaan mereka sendiri-sendiri, tapi kita harus ajarkan, kita harus paksakan, kita harus bawa mereka untuk percaya kepada Tuhan Yesus sebagai sumber keselamatan satu-satunya dalam kehidupan ini. Tunjukkan sikap kasih, tanggung jawab dan teladan dalam mendidik anak-anak kita. Apabila anak-anak melihat sikap yang baik dari orang tua, melihat apa yang dikerjakannya sehari-hari dan sikap orang tua yang baik, maka kita dapat menjadi teladan bagi mereka. Menjadi teladan artinya apa yang kita nasehatkan kepada anak-anak juga kita lakukan dalam hidup kita sebagai orang tua, maka si anak akan bertumbuh menjadi satu pribadi yang baik, kuat, kokoh dan tidak mudah menyerah karena mereka melihat figur/contoh dari orang tua yang ada dalam keluarga mereka sehari-hari. Tentunya sebagai orang tua, kita berharap bahwa anak-anak kita lebih lagi diberkati, lebih berkarya lagi daripada apa yang sudah kita lakukan sebagai orang tua. Dengan kasih kita mendidik mereka, dengan kelemahan-lembutan kita membangun pribadi mereka. (NS)

 

Sebagai orang tua kita harus dapat memberi teladan, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan bagi anak-anak kita.

TUHAN MENAUNGI PERJALANAN UMAT-NYA

Keluaran 13:21-22

Yesaya 41:8-10


“Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung.”

(Yesaya 4:5)

 

Tuhan berjanji menyatakan kemuliaanNya di atas seluruh wilayah gunung Sion. Sion adalah umat Tuhan yang memiliki persekutuan dengan Tuhan. Ketika bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir mereka berjalan di padang gurun selama 40 tahun. Selama itu mereka dipimpin tiang awan pada siang hari dan oleh tiang api pada waktu malam. Perjalanan bangsa Israel selalu disertai oleh Tuhan bahkan Tuhan pun menjamin setiap kebutuhan mereka. Demikian juga perjalanan anak-anak Tuhan pasti disertai oleh Tuhan. Tiang awan dan tiang api ini adalah kuasa Roh Kudus yang dapat menuntun perjalanan iman kita. Kalau Roh Kudus menaungi perjalanan iman kita, kita tak usah takut meskipun menghadapi dunia yang gelap. Roh Kudus mampu menerangi perjalanan iman kita baik siang mau pun malam.

Hari-hari yang kita lalui tidak selalu mudah, ada kalanya kita merasakan panas terik pencobaan. Bahkan ada kalanya angin ribut dan hujan pencobaan menerjang perjalanan hidup kita, tetapi janganlah kita meragukan janji Tuhan. Jika kita selalu memiliki persekutuan dengan Tuhan, maka ada kemuliaan Tuhan sebagai tudung. “dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.” (Yesaya 4:6). Apakah ada di antara Saudara yang sedang merasakan panas terik, angin ribut, hujan atau berbagai persoalan hidup? Jangan meragukan kuasa Tuhan. “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10). Sebab itu tetaplah berada di jalan Allah agar kita selalu dipelihara oleh Tuhan. (LMJ)

 

Jaminan berkat dan penyertaan Allah dinyatakan bagi umat-Nya yang selalu berjalan dalam pimpinan Roh Kudus.