September 2014
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

TUHAN MEMBUKA PINTU BAGIMU

Wahyu 3:7-13


“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”

(Wahyu 3:8)

 

Di dalam tangan Yesus ada kunci kesejahteraan, kunci keberhasilan dan sebagainya. Karena itu tidak benar kalau ada orang berkata bahwa di dunia ini kita menderita dan baru nanti di sorga kita bersenang-senang. Alkitab berkata bahwa barangsiapa percaya kepada Yesus akan beroleh keselamatan dan kesejahteraan. Keselamatan dan kesejahteraan dari Tuhan bukanlah keselamatan yang periodik, tetapi kekal selama-lamanya. Tuhan selalu membuka pintu bagi umatNya yang taat melakukan Firman Tuhan.

Gereja Filadelfia adalah gereja yang proaktif. Gereja Tuhan tidak boleh pasif, tetapi harus terus hidup dan bergerak. Kemungkinan besar gembala atau para pemimpin pelayanan tidak mengetahui aktivitas serta korban Anda buat Tuhan tetapi segala sesuatu yang kita perbuat bagi Tuhan dan pekerjaanNya, Tuhan tahu semuanya. Sebaliknya, kalau kita belum berbuat atau tidak melakukan apa-apa, Tuhan juga tahu dan menutup pintu berkat kita. “Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun.” Ini janji yang luar biasa bagi gereja yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Segala pintu kesejahteraan, pintu pertolongan, pintu pemulihan selalu terbuka bagi kita. Mungkin Anda merasa pintu seolah-olah tertutup, tetapi Alkitab berkata pintu telah terbuka untuk gerejaNya. Tuhan tahu kekuatanmu tidak seberapa, tetapi tetaplah taat dan setia melakukan FirmanNya. Kuasa yang dimiliki jemaat Filadelfia tidak seberapa, tetapi mereka gunakan sepenuhnya untuk melayani Tuhan. Mungkin kita suka mendengar Firman Tuhan, tetapi apakah kita setia melakukan FirmanNya? (MDW)

 

Kalau kita mau pintu berkat dibukakan, kita harus belajar menuruti Firman Tuhan.

ALLAH BAIK

Keluaran 14:5-13

Mazmur 116:12-14


“Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.”

(Mazmur 119:68)

 

Allah yang kita sembah adalah Allah yang baik, tidak pernah Ia merancangkan yang tidak baik. Semua yang Ia kerjakan baik adanya, sebab sifatNya baik. Dia kudus sehingga pikiran, rencana dan perbuatanNya semata-mata baik. Meski Allah tidak dapat dilihat oleh manusia, namun perbuatan-perbuatanNya yang baik dapat kita lihat dan kita rasakan. (Roma 1:20).

Ketika menghadapi laut Teberau bangsa Israel merasa ketakutan, tentara Mesir mengejar di belakang mereka. Mereka sangat ketakutan dan bersungut-sungut kepada Musa. “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?” (Keluaran 14:11). Tetapi Musa berkata: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.” (Keluaran 14:13). Mereka yang pada mulanya tidak percaya dan ragu-ragu, akhirnya mereka percaya setelah melihat perbuatan Tuhan yang dahsyat. Saat itu air laut berbalik menutupi seluruh tentara Mesir yang mengejar dengan kuda dan kereta mereka. Setelah melihat kebaikan Tuhan yang menyelamatkan mereka, bangsa Israel menyanyikan pujian bagi Tuhan. “Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.” (Keluaran 15:1). Tuhan sanggup melakukan lebih dari apa yang kita pikirkan atau kita doakan. (Efesus 3:20). (AHM)

 

Tuhan mau memberi kemenangan kepada kita. Mari kita menjunjung tinggi nama Tuhan dan muliakan Dia.

 

RENUNGKANLAH!

Ibrani 11:25-28

 

“Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.”

(Ibrani 11:25)

 

Dalam salinan Bahasa Inggris ayat tersebut mengandung arti: “Lebih baik memilih menderita sengsara dengan umat Allah dari pada menikmati kesenangan yang akan berlalu”. Kesenangan daging pasti akan berlalu. Musa diperhadapkan dengan dua pilihan: Apakah ia mau tinggal di Mesir yang penuh dengan kesenangan daging ataukah keluar dari Mesir bersama dengan umat Allah yang seringkali harus menderita? Pada umumnya orang Kristen yang masih dangkal kerohaniannya pasti akan memilih Mesir yang melambangkan dunia ini. Saat itu Musa diangkat menjadi anak raja oleh putri Firaun. Semua kesenangan dunia dapat dinikmati di Mesir kalau Musa mau. Ada orang Kristen yang masih suka melakukan kesenangan dunia yang berdosa. Lain halnya dengan Musa yang lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Orang dunia senang menikmati dosa, misalnya minum-minuman keras, berjudi, mengkonsumsi narkoba dan sebagainya. Semuanya itu kesenangan dari dosa. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus bisa memilih: Apakah kita mau menikmati kesenangan dari dosa ataukah mau menderita karena nama Kristus? Pengikut Yesus harus rela memikul salib, kita harus rela menderita karena nama Tuhan. Musa berkata bahwa ia menganggap penghinaan akan Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari semua harta Mesir, sebab pandangannya dia arahkan kepada upah yang Tuhan sediakan. (JEA)

 

Renungkanlah: Apakah selama ini hati saya condong untuk tinggal di Mesir dunia ini ataukah saya rela menderita memikul salib Kristus?

JANGAN DIPERHAMBA DENGAN KEKAYAAN

Lukas 16:19-23


“Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.”

(Lukas 16:23)

 

Menjadi kaya bukanlah perbuatan dosa, tetapi jikalau kita diperbudak dengan harta kekayaan kita, itulah dosa. “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:10). Pada ayat bacaan dikatakan bahwa ada orang kaya yang mati, sementara ia menderita di neraka ia memandang ke atas dan dari jauh dilihatnya Lazarus duduk di pangkuan Abraham. Mengapa orang kaya itu dicampakkan ke dalam neraka? Karena selama hidupnya yang dipikirkannya hanyalah hidup dalam kemewahan duniawi. Orang kaya itu tidak menyadari bahwa semua harta kekayaan yang diperolehnya adalah karena berkat Tuhan. Yang membawa kita ke surga bukanlah harta kekayaan duniawi, tetapi yang membawa kita masuk ke surga adalah karena ketaatan kita melakukan Firman Tuhan.

Lazarus yang miskin setelah mati berada di pangkuan Abraham, berarti ia telah menikmati surga yang mulia. Orang kaya itu selama hidupnya tidak peduli dengan Lazarus yang badannya penuh dengan borok, padahal Lazarus berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu. Orang kaya itu tidak menggunakan kesempatan hidupnya dengan baik. Setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan dan tidak peduli dengan keberadaan orang lain. Selama kita hidup di dunia ini apakah kita juga dapat berbagi kasih dengan orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita? Kalau kita diberikan kekayaan janganlah kita menjadi lupa diri, kita harus dapat dipercaya untuk menggunakan berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Setelah berada di neraka orang kaya itu barulah memikirkan tentang keselamatan jiwanya. (JW)

 

Gunakan waktu dan kekayaan yang Tuhan berikan dengan bijaksana dan selalu hidup takut akan Tuhan.

 

TANGGUNG JAWAB

Matius 25:20-30


“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

(Matius 25:21)

 

Tuhan memberi kepada kita talenta atau modal dan Tuhan menghendaki agar kita dapat menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mengelola semua yang Tuhan percayakan kepada kita. Secara rohani, modal yang Tuhan berikan kepada kita adalah kehidupan itu sendiri. Kita tidak sekedar menjadi orang yang kenal Tuhan sebagai Juruselamat, tetapi kita harus memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan kepada kita. Kalau kita tidak dapat melaksanakan tugas yang Tuhan percayakan, maka kita akan menjadi hamba yang tidak berguna dan tertimpa murka Tuhan. (Matius 25:30).

Setelah diselamatkan, hidup kita harus mempunyai arti, hidup kita harus berdampak positif. Kembangkan potensi yang ada pada kita, setiap kita diberi tanggung jawab untuk menjadi saksi Kristus. Rasul Paulus menugaskan Timotius untuk berjuang melayani Tuhan. (1 Timotius 1:18). Sebagai anak-anak Tuhan, kita juga diberi kepercayaan oleh Tuhan melalui seorang gembala atau pemimpin untuk melayani Tuhan. Tugas apa pun yang Tuhan berikan kepada kita, kita harus lakukan dengan penuh tanggung jawab. Semua manusia di dunia ini telah berdosa di hadapan Tuhan, demikian juga kita adalah orang-orang berdosa. Namun karena inisiatif Tuhan, kita telah diampuni dan dikuduskan, syaratnya adalah percaya dan bertobat. Ketika Tuhan percayakan tugas-tugas yang harus kita kerjakan kita harus siap, jangan mundur karena persoalan apa pun. (FM)

 

Kita harus semaksimal mungkin bekerja dengan penuh tanggung jawab sesuai talenta yang Tuhan berikan sehingga kita berdampak positif bagi orang lain.

BERLINDUNG PADA TUHAN

Mazmur 31:1-4

Markus 6:45-51

 “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.”

(Nahum 1:7)

 

Tuhan baik dan melindungi umatNya saat mereka mengalami kesusahan. Orang-orang benar diselamatkan karena Tuhan adalah tempat perlindungan mereka pada masa kesesakan. (Mazmur 37:39-40). Tuhan berjanji untuk menjadi penolong kita di masa kesesakan. JanjiNya adalah janji yang murni dan Ia akan membuktikan janjiNya kepada umatNya. Ia adalah Tuhan yang dapat kita andalkan. Seringkali kita tidak merasakan penggenapan janji Tuhan karena kita tidak lagi berlindung kepadaNya. Oleh karena itu jangan sampai kita keluar dari janji Tuhan. Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu. Mereka yang berlindung kepadaNya adalah orang-orang berbahagia. (Mazmur 34:9).

Semua orang yang berlindung kepada Tuhan akan bersukacita dan bersorak-sorai untuk selama-lamanya karena Tuhan akan menaungi mereka. (Mazmur 5:12). Berbeda dengan orang-orang di luar Tuhan yang tidak memiliki pengharapan sehingga mereka seringkali kecewa dan putus asa. Firman Tuhan mengingatkan: “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” (Mazmur 118:8). Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan bagi kita. Pertolongan Tuhan sangat terbukti di saat kita dalam kesesakan. Ketika murid-murid begitu kepayahan mendayung karena angin sakal, Yesus datang dan menolong mereka. Walaupun Yesus saat itu tidak bersama dengan mereka, namun Ia memperhatikan mereka bahkan menolong mereka. (ED)

 

Yesus tidak akan membiarkan kita sendiri. Ia akan selalu menolong kita menghadapi segala permasalahan hidup.

BERSATU DALAM IMAN

Kejadian 11:1-9


“dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.”

(Kejadian 11:6)

 

Sayang seribu kali sayang pada kenyataannya manusia di bumi saat sekarang ini justru menjadi egois dan masing-masing hanya mementingkan diri sendiri. Mereka saling cakar-cakaran, bertengkar dan berebut kedudukan, kekuasaan dan harta. Ketika umat Tuhan bersatu (bekerja sama), maka ada kuasa yang amat hebat dan dahsyat. Musuh dikalahkan dan kemenangan besar diperoleh. Ketika bangsa Israel berperang melawan bangsa Amalek, Tuhan memberikan kemenangan yang besar bagi bangsa Israel. Hal itu dapat terjadi bukan karena bangsa Israelnya yang kuat dan hebat atau ahli dalam berperang melainkan karena mereka bersatu (bekerja sama/kompak) dalam melawan musuh sehingga Tuhan memberi kemenangan di pihak Israel.

Yosua sebagai panglima tentara bersama dengan pasukannya berperang di garis depan. Sedangkan Musa sebagai pendoa syafaat yang ditopang oleh Harun dan Hur mengangkat tangan kepada Tuhan sebagai tanda penyerahan dan mengundang Tuhan untuk turun tangan dan berperang ganti mereka. Tidaklah mengherankan apabila peperangan tersebut dimenangkan oleh bangsa Israel karena pada waktu itu Tuhan melihat bagaimana umat Israel bersatu padu (bekerja sama) dalam melawan musuh sehingga Tuhan pun turun tangan dan memberikan kemenangan besar bagi umatNya Israel. Apabila seluruh umat Tuhan mau bekerja sama (bersatu padu) dalam melayani Tuhan, maka tidak akan ada satu rencana atau proyek pun yang tidak akan terlaksana. (Sam)

 

Dengan bekerja sama dan dengan selalu menyertakan Tuhan, maka kita pasti berhasil dan akan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar.

KITA LEBIH DARI PEMENANG

Matius 14:14-21


“Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”

(Matius 14:16)

 

Murid-murid Yesus panik menghadapi masa yang berkumpul kira-kira lima ribu orang laki-laki belum terhitung perempuan dan anak-anak, murid-murid Yesus harus memberi mereka makan. Filipus berkata kepada Yesus: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” (Yohanes 6:7). Namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, dengan lima roti dan dua ekor ikan, Yesus mengenyangkan mereka. Untuk menyelesaikan masalah sebesar apa pun, Tuhan tidak perlu modal raksasa, cukup penyerahan diri kita pada Yesus dan percaya. Allah siapkan pintu gerbang sorga dan kita akan alami pembelaan.

Manifestasi jalan Tuhan, seringkali ada orang yang melecehkan karena kita pengikut jalan Tuhan. Daniel dianggap sepele karena ia orang buangan di Babel, orang-orang di sekitarnya ada yang sangat melecehkan Daniel. Tuhan adalah jalan, ketika sekian tahun Daniel disepelekan, tepat waktunya Tuhan angkat dia. Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). Inilah deklarasi Yesus, sederhana dan tegas. Deklarasi ini Yesus sampaikan tepat sehari sebelum Ia naik ke taman Getsemani. Yesus adalah tempat perlindungan kita, jalan keluar bagi setiap masalah yang kita hadapi. Jangan pernah berkata saya tidak bisa, saya takut untuk memulai atau berkata saya sudah tua atau berkata saya bodoh, miskin dan sebagainya. Seorang yang mau maju harus punya impian dan berserah penuh pada Tuhan karena Tuhan berkata: “Engkau lebih dari seorang pemenang!” (Roma 8:37). (FZA)

Setujuilah semua perkataan Tuhan, yakinlah kita lebih dari pemenang.

INJIL ADALAH KEKUATAN ALLAH

Efesus 1:16-20


“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”

(Roma 1:16)

 

Kita mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, artinya kita mempunyai iman yang tidak tergoyahkan akan Firman Tuhan. Meskipun situasi dunia tidak menentu, meskipun bumi berguncang, tetapi Firman Tuhan tetap kekal selama-lamanya. Injil adalah perkataan Allah yang perlu kita imani. Setiap orang yang mengimani dan hidup di dalam kebenaranNya, maka ia memperoleh kekuatan Allah bahkan keselamatan.

Rasul Paulus sebelum bertobat, ia berani menentang Injil dan dengan kejam ia menganiaya pengikut Tuhan Yesus. Namun setelah ia bertobat, ia mengakui bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya. Sebagai murid Tuhan, kita harus memiliki iman yang sungguh kepadaNya. “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Banyak orang Kristen yang mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi mereka masih meragukan Firman Tuhan. Mengapa? Karena mata hati mereka masih gelap. Betapa pentingnya Firman Tuhan menerangi mata hati kita sehingga kita dapat mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita. “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus.” (Efesus 1:18). Setelah mata hati kita terang, maka kita mengerti bahwa Allah yang memanggil kita adalah Allah yang memberi pengharapan yang pasti akan keselamatan yang Tuhan janjikan kepada kita anak-anakNya. (nest)

 

Injil adalah kekuatan Allah dan jaminan keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.

BAPA KAMI YANG DI SURGA

Matius 6:9-13


“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu.”

(Matius 6:9)

 

Bagi kita orang percaya tentu sudah tak asing lagi dengan doa yang diajarkan Tuhan Yesus tersebut, yang dikenal sekarang dengan “DOA BAPA KAMI”. Doa ini bahkan dipakai di sekolah-sekolah ataupun kampus-kampus Kristiani sebelum proses kegiatan belajar-mengajar dimulai setiap hari. Kebanyakan orang Kristen hapal seluruh isi doa ini di luar kepala. Akan tetapi: “Doa Bapa kami” sesungguhnya bukan hanya sekedar untuk dihapal dan dinaikkan setiap hari. Ada rahasia kebenaran yang begitu dalam melalui tiap-tiap frase kalimat pada Doa Bapa kami tersebut. Dalam doa Bapa kami terkandung pesan dan pengajaran bagi anak-anakNya. Nah, inilah yang perlu dipahami dan dihayati oleh setiap orang percaya. Tuhan Yesus mengajarkan Doa Bapa kami dengan satu tujuan, yaitu untuk memberikan kesejahteraan kepada anak-anakNya supaya bisa hidup dalam kedamaian, ketenteraman dan keamanan di tengah-tengah dunia yang sangat tidak menentu ini. Namun yang harus diingat, yaitu bahwa sejahtera menurut ukuran Tuhan berbeda dengan ukuran manusia ataupun dunia.

Sejahtera yang dari Tuhan itu berkaitan dengan sesuatu yang ilahi, yaitu kekekalan hidup, dalam arti roh, jiwa dan tubuh yang merupakan perjalanan hidup manusia dari kelahiran sampai pada saat kematianNya. Oleh sebab itu, isi dari Doa Bapa kami mengandung pesan dan pengajaran yang Tuhan sampaikan dengan tujuan agar anak-anakNya dapat mengenal Bapa secara benar dan menuntun anak-anakNya ke dalam suatu hubungan yang intim denganNya. (JHG)

 

Bapa kami yang di surga. Ini menyatakan keintiman doa dalam hubungan antara Bapa dengan anak dan merupakan pengakuan iman untuk menjadi dasar dalam membangun doa.