July 2010
M T W T F S S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Pages

TETAPLAH SETIA

Matius 11:25-30

  

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

(Matius 10:38)

 

Mereka yang mau mengikut Yesus harus memikul salib setiap hari. Kalau mau disebut pengikut Yesus tapi menolak, tidak mau memikul salib setiap hari ia tidak layak menyandang sebutan pengikut Yesus. Jadi tidak ada hari di mana kita lepas dari salib, tiap hari pikul salib. Tidak ada mahkota kecuali diawali dengan salib. Salib adalah titik awal menuju kepada kemuliaan, salib adalah langkah awal untuk memetik janji-janji Allah, salib adalah langkah awal untuk memperoleh kemuliaan Allah.

Siapa di antara Saudara sepanjang minggu ini rasanya Saudara jatuh bangun memikul salib? Yesus berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Matius 11:29-30.

Kapan beban itu menjadi ringan?

Pada waktu Yesus meletakkan kuk, pada waktu gandar diletakkan di atas pundakmu, di ujung yang lainnya gandar itu ada di pundak Yesus. Ia mau berjalan bersama kita dalam memikul salib. Ketika engkau mengerang dalam keadaan sakit, engkau tidak sendiri, melainkan gandar di ujung adalah Yesus. Ia turut merasakan penderitaanmu.

Ketika engkau mengangkat salib cemoohan, ejekan dan berbagai penderitaan, Yesus juga memikul gandar bagi Saudara. Ketika Saudara sudah tidak berdaya, coba Saudara lihat di sampingmu, Yesus melihat Saudara dan berkata: “AnakKu, engkau tidak sendiri, Aku mengambil sebagian besar dari penderitaanmu, Aku tanggung bagimu.”

 Sebab itu tetaplah setia mengikut Tuhan di manapun Tuhan tempatkan Saudara. (FZA)

 

Dia tidak mungkin meninggalkan kita berjuang sendiri, Dia selalu mendampingi perjalanan iman kita.

KUNCI KEBERHASILAN

Yohanes 6:2-13

“Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

(Yohanes 6:8-9)

 

Yesus bertanya kepada Filipus di mana mereka dapat membeli roti untuk memberi makan orang sebanyak itu. Filipus berkata bahwa uang yang mereka miliki tidak akan cukup untuk memberi makan orang sebanyak itu. Kemudian Andreas mengatakan bahwa ada seorang anak kecil yang membawa lima roti dan dua ikan, tetapi makanan itu tidak ada artinya bagi mereka.

Filipus dan Andreas baru menjadi murid Yesus sehingga mereka menganggap hal-hal kecil itu tidak berarti. Untuk membuat sesuatu yang besar, seseorang harus setia terlebih dahulu dalam perkara yang kecil sehingga kemudian akan dipercayakan hal-hal yang besar. Sesuatu yang kecil, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dapat Tuhan ubah menjadi sesuatu yang besar, Tuhan memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Mukjizat Tuhan dapat kita terima jika kita tetap taat dan setia melakukan Firman Tuhan.

Apapun yang kita lakukan, perbuatlah dengan sepenuh hati, percayalah dengan sepenuh hati dan mengucap syukurlah dengan sepenuh hati melalui puji-pujian kepada Tuhan. Dalam ibadah kita, jika kita bernyanyi dengan sepenuh hati, akan menarik hadirat Allah turun atas kita, sehingga segala beban hidup kita dilepaskan dan kita menerima berkat Allah. Sebab itu, apapun yang kita lakukan, baik dalam pekerjaan, dalam cara kita beribadah kepada Tuhan dan lain-lain, lakukanlah dengan segenap hati kita. Maka Tuhan dengan cara-Nya yang ajaib memberikan keberhasilan kepada kita. (TD)

Tetaplah taat melakukan Firman Tuhan sehingga kita dapat meraih keberhasilan.

VISI YANG KITA IMANI

Habakuk 3:15-19

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”

(Habakuk 3:17-18)

 

Nabi Habakuk merasa bahwa Tuhan tidak kunjung menjawab doa-doanya. Ia melihat keadaan yang terjadi saat itu tidak sesuai dengan janji FirmanNya sehingga ia mengeluh: “Berapa lama lagi Tuhan, aku berteriak tetapi tidak Kaudengar? …” (Habakuk 1:2-4). Kemudian Habakuk mengerti bahwa penderitaan yang dialaminya ada dalam rencana Allah sehingga ia berubah dan berkata: “Sekalipun semua keadaan mengecewakan namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan.”

Mengapa hidup Habakuk berubah? Allah mulai mengajar Habakuk supaya dalam hidupnya belajar menggunakan visi. Tuhan berfirman: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu …” (Habakuk 2:2-3). Apakah yang diperlihatkan Tuhan kepada Habakuk? “Bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” Habakuk 2:14. Penuh kemuliaan berarti akan terjadi mukjizat Allah. Yesus sendiri pernah berkata: “Jika engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah.” Jadi sangat penting iman dan visi itu ada dalam hidup kita.

Ketika Abraham dan Sara belum mendapat keturunan yang dijanjikan Tuhan, Allah mengajar Abraham untuk memandang bintang-bintang di langit. Abraham mulai mempunyai visi yang ia imani bahwa keturunannya akan menjadi banyak seperti bintang di langit dan hal itu kemudian benar-benar terjadi. Apakah visi kita sekarang? (RT)

Mari kita belajar meminta kepada Tuhan dengan permintaan yang jelas dan imanilah semua visi kita.

MENGAPA ENGKAU PENUH KETAKUTAN?

Matius 8:23-27

Markus 4:35-41

“Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

(Matius 8:25).

 

Banyak anak-anak Tuhan yang mengalami ketakutan seperti murid-murid Yesus. Ketika pencobaan datang murid-murid Yesus berkata: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Bahasa yang diucapkan oleh murid-murid adalah bahasa orang yang akan masuk di dalam kebinasaan. Seringkali kita meminta tolong kepada Tuhan tetapi dengan bahasa negatif, sehingga ada yang berkata: “Tuhan, tolong saya, saya sedang mengalami kecelakaan, saya tidak mempunyai harapan lagi….” Banyak orang yang percaya kepada Yesus ketika mereka diberkati, tetapi ketika datang pencobaan yang berat, iman mereka menjadi turun. Perhatikan kata-kata Yesus: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Dalam bahasa Inggris mengandug arti: “Mengapa kamu begitu penuh ketakutan?” (Matius 8:26). Dalam Injil Markus, Yesus berkata: “Mengapa kamu begitu takut, mengapa kamu tidak percaya?” Ketika ketakutanmu penuh, maka imanmu menjadi kosong. Kalau ketakutanmu naik, maka imanmu turun.

Ada orang yang pergi ke gereja, rajin berbakti pada Tuhan, rajin berdoa, tapi ketakutannya tetap ada di hatinya. Bagaimana cara mata Saudara memandang? Kalau mata Saudara memandang pada angin ribut, kalau telinga Saudara mendengar keributan, maka iman Saudara akan menjadi turun, Saudara akan menjadi lemah dan putus asa. Jika kita selalu penuh dengan ketakutan, berarti hati kita belum dipenuhi Firman Tuhan. Sebab itu, isilah hidup kita dengan kebenaran FirmanNya. (JEA)

Arahkan pandangan rohani Saudara bukan kepada persoalan, tetapi kepada Tuhan yang sanggup meredakan semua badai dan persoalan hidup Saudara.

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Roma 12:1-8

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

(Roma 12:1)

 

Persembahkanlah tubuhmu sebagai korban, merupakan perintah Tuhan. Bukan hanya satu bagian tubuh kita saja, misalnya: tangan, kaki, mata atau telinga saja. Bukan juga hanya roh atau jiwa atau tubuh, tetapi meliputi keseluruhan aspek hidup kita yaitu roh, jiwa dan tubuh kita secara utuh, termasuk seluruh panca indera kita. Yesus berkata: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:37).

Kita harus memberikan seluruh totalitas hidup kita untuk beribadah dan memuliakan Tuhan kita Yesus Kristus. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa akal budi dan kekuatan (talenta, kepandaian, kepribadian, kekayaan, hidup kita). Ketika kita beribadah harus total, jangan tubuh di gereja tetapi pikiran melayang-layang ke pesta, pacar, kompor, rumah dan lain-lain. Tetapi ketika kita beribadah berarti seluruh hidup yaitu tubuh, jiwa dan roh kita termasuk hati, pikiran, mulut, tangan dan kaki kita pakai untuk memuliakan Tuhan Yesus.

Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup (tidak mati) berarti memberi yang terbaik untuk Tuhan. Segala sesuatu yang mati tidak ada harganya atau jatuh harganya. Sebagai contoh seekor ikan Arwana, maupun seekor anjing Herder harganya mahal tapi kalau sudah mati semuanya tidak ada harganya. Mempersembahkan hidup kepada Tuhan, merupakan kewajiban setiap anak Tuhan. Pertanyaannya, apakah kita melakukannya dengan sungguh-sungguh atau hanya asal-asalan saja? (Sam)

Mempersembahkan hidup kepada Tuhan, janganlah hanya sekedar rutinitas saja, tetapi haruslah merupakan suatu kenyataan yang tulus.

BAGI YANG MENGASIHI TUHAN

Ulangan 26:16-19

  

“Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.”

(Ulangan 26:16)

 

Musa yang diasuh dan dibesarkan di dalam istana Mesir, melihat bangsanya orang-orang Ibrani dijadikan budak. Ketika Musa melihat kehidupan mereka yang ditekan dan disiksa maka Musa membunuh orang yang menyiksa orang Ibrani itu. Musa menjadi takut, ia melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian. Musa hidup selama 40 tahun di Midian, ketika ia menggembalakan domba, Allah memanggil dia dari balik semak-semak (Keluaran 3:9, 10).

Ada perubahan atas kehidupan Musa dari sebelumnya dan setelah Musa  hidup selama 40 tahun di Midian. Allah kembali datang kepada Musa dengan misi yang sama, yaitu untuk membebaskan orang Israel. Allah memakai Musa bukan saat ia hebat dan menjadi pahlawan tetapi saat ia sudah merendahkan diri di hadapan Allah. Tuhan memperhatikan penderitaan orang Israel. Allah ingin membebaskan mereka dan mengutus Musa untuk membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Tuhan telah memproses Musa sehingga ia dapat dipakai Tuhan sebagai pemimpin untuk membebaskan bangsa Israel.

Demikian juga Daud dipilih Allah karena ia memiliki hati yang mengasihi Tuhan. Anak-anak Isai adalah orang-orang yang gagah perkasa sebagai tentara kerajaan. Pandangan Samuel berbeda dengan pandangan Allah, sebab Allah tidak memandang yang di depan mata tetapi menilai hati. Kita mengetahui Allah tidak tertarik kepada kakak-kakak Daud yang gagah perkasa dan lebih memilih Daud yang berperawakan kecil, masih muda dan wajahnya masih kemerahan. Hati seperti apa yang Tuhan cari?

Hati yang melakukan Firman Allah dengan setia, dengan semangat dengan segenap hati dan jiwa. (BYT)

Lakukan semua Firman Allah dengan kesetiaan dan kerendahan hati sehingga kita dapat berkenan di hadapan Tuhan.

BETAPA HEBAT JANJI TUHAN

 Yesaya 58:6-12

“Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah.”

( Yesaya 58:9)

 

Ketika kita memanggil Tuhan, Dia menjawab. Ketika kita berteriak minta tolong, Dia hadir dan menolong kita. Kapan hal itu terjadi? Apabila kita dapat mengasihi sesama kita. Di manapun kita berada kita perlu peduli terhadap sesama kita. Dalam ayat selanjutnya dikatakan: “Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”(Yesaya 58:10). Apakah ada kepedulian di hati kita terhadap mereka yang lapar? Bukan hanya lapar secara jasmani tapi ada banyak orang yang lapar secara rohani, ada banyak mereka yang tertindas oleh dosa.

Keberadaan kita sebagai gereja Tuhan di dunia ini hendaknya dapat menjadi saluran berkat Tuhan bagi mereka. Kasih Kristus yang kita alami dapat kita sebar-luaskan kepada mereka. Jika kita mau berbagi kasih dengan mereka. Maka ada janji Tuhan: “terangmu akan terbit dalam gelap.” Tuhan mampu mengubah kegelapan menjadi terang. ”TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu.” Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” (Yesaya 58:11).

Sungguh indah janji Tuhan, Dia akan menuntun engkau senantiasa, artinya: Tuhan tak putus-putusnya menyertai kita. Dia sanggup membaharui kekuatan kita. Jika kita lemah, kehabisan tenaga, kehabisan semangat kita perlu mengimani janjiNya yang luar biasa. Di tanah yang kering, saat kita mengalami krisis apapun, Dia sanggup memberi kelimpahan dan kepuasan.(nest)

Lakukan kewajiban kita sebagai umat Tuhan maka kita pun mendapatkan hak yang Tuhan janjikan.

MENGUASAI LIDAH

Yakobus 3:3-16

  

  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

(Galatia 5:22-23)

 

 Bukanlah suatu kebetulan jika “penguasaan diri” diletakkan sebagai segi terakhir dari kesembilan buah Roh. Ternyata memang penguasaan diri merupakan bagian tersulit untuk ditumbuh kembangkan dalam kehidupan kita apalagi tanpa bantuan Roh Kudus. Mungkin ketika kita berhubungan dengan orang-orang seiman, kita lebih bisa menguasai diri, tetapi begitu masuk dalam lingkungan masyarakat umum, maka penguasaan diri kita menjadi menghilang, warna kristiani kita memudar. Dari sekian banyak anggota tubuh yang harus kita kuasai adalah menguasai lidah.

Beberapa hal yang ada hubungannya dengan penguasaan lidah, kita harus dapat menyimpan rahasia. Kita sama sekali tidak boleh membuka rahasia orang lain yang dipercayakan kepada kita. “Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.” (Amsal 16:23) bahkan di dalam Amsal 20:19 dikatakan “Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” Jangan membiasakan mengucapkan perkataan yang negatif. Janganlah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Mengolok-olok seseorang adalah perbuatan yang sangat menyakitkan hati, sebaliknya gunakanlah mulut kita untuk mengucapkan perkataan yang lemah lembut. (Amsal15:1) Orang yang dapat menguasai lidahnya, ia tidak berkata dusta. Allah tidak suka dengan dusta dan tipu daya, seperti yang tertulis dalam kesepuluh hukum Tuhan. (Keluaran 20:16) (RTK)

 

Kuasai lidah kita sehingga kita selalu dapat memuliakan nama Tuhan

 

 

BILA SEDANG DILATIH

Ibrani 12:5-13

  

“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”

(Ibrani 12:11).

 

Ada orang-orang yang perlu dilatih oleh Tuhan dengan pukulan, dengan ganjaran. Memang tidak menyenangkan bila seseorang sedang dilatih, dipukuli atau diganjar, tetapi kalau kita bersedia dilatih dan didisiplinkan, maka akhirnya kita akan mendapatkan buah-buah kebenaran. Kita akan menerima hasil yang manis akibat pukulan dan latihan yang diberikan Allah.

Apakah yang Tuhan pakai untuk memukul kita? Firman Allah! Ada kalanya Firman Allah itu manis sekali, rasanya enak sekali. Tetapi ada waktunya Firman Allah datang bagai cambuk yang keras sekali kepada kita. Untuk mendisiplinkan kita pada waktu kita telah keluar dari rel jalan Allah, Allah pakai pukulan-pukulan dan cambuk, supaya kita kembali pada jalan-Nya. Kita harus mau menerima Firman Tuhan baik yang lembut maupun yang keras, karena semuanya itu dapat membentuk kerohanian kita menjadi berkenan di hadapan Tuhan.

Tuhan menghendaki agar kita menjadi kuat. Kekuatan yang terutama adalah hati kita. Kalau hati kita penuh dengan sukacita, pekerjaan beratpun menjadi ringan. Kalau hati kita penuh dengan sukacita, perjalanan yang jauh pun menjadi dekat. Apakah yang membuat hati kita bersukacita? Firman Allah! Kita harus mempunyai waktu setiap hari untuk membaca Firman Allah, cobalah untuk membaca Firman-Nya dengan sungguh-sungguh. Apa yang Firman Allah dapat kerjakan dalam kehidupan kita? Ada berkat dan sukacita! Sukacita dari Tuhan itulah yang menjadi kekuatan kita. (AHM)

Kita harus bersedia didisiplinkan oleh Firman Tuhan agar menjadi anak Tuhan yang berkenan.

CARILAH TUHAN DAN BERSERULAH PADANYA

Daniel 6:11-25

  

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!”

(Yesaya 55:6)

 

Marilah kita mempergunakan waktu yang ada untuk mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh selama Ia masih berkenan ditemui. Lebih lanjut Nabi Yesaya mengatakan: “Berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Kita sebagai orang-orang yang takut akan Tuhan perlu menggunakan kesempatan yang ada untuk mencari Tuhan. Kita perlu mempunyai kehidupan doa yang terpelihara dengan baik dan ketika kita berseru kepada-Nya, maka Ia akan mendengar dan menjawab doa-doa kita.

Sebagai contoh: Daniel suka berdoa karena ia adalah seorang yang takut akan Tuhan. Ini dibuktikan dengan ketetapan hatinya untuk tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja (Daniel 1:8).

Meskipun santapan raja itu pasti lezat dan minuman anggur raja itu berkualitas tapi Daniel selalu menolak. Daniel tahu santapan raja Babel banyak yang bertentangan dengan hukum Taurat dan minum anggur raja itu memabukkan.  

Daniel menolaknya untuk menjaga kekudusan dirinya di hadapan Tuhan. Daniel tidak didapati kesalahan atau kelalaiannya dalam tugas pemerintahan, tetapi orang-orang yang membencinya membuat suatu tipu muslihat agar Daniel mengingkari Allahnya (Daniel 6:7-10) Daniel tidak takut terhadap surat perintah raja, tetapi ia lebih takut kepada Tuhan. Daniel tetap melakukan ibadahnya dengan teratur, tiga kali sehari Daniel berdoa serta memuji Allah, meskipun ia tahu ada hukuman mati bagi mereka yang melanggar perintah raja Babel yaitu dimasukkan ke gua singa (Daniel 6:17).

Tetapi kita melihat pembelaan Tuhan atas Daniel, karena Daniel adalah orang yang takut akan Tuhan dan memiliki kehidupan doa yang sungguh-sungguh. (SHP)

Tuhan mengasihi dan selalu siap membela orang-orang yang takut akan Tuhan.