October 2014
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

FIRMAN ALLAH PASTI DIGENAPI

Hakim-hakim 6:1-6


“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”

(Ibrani 13:8)

 

Firman Allah, apakah itu dalam bentuk nubuatan atau ilustrasi, semua perkataan Tuhan itu pasti akan digenapi. Tuhan Yesus berkata: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Matius 24:35). Kalau kita menerima Firman Allah, kita menerima kekekalan. Semua Firman Tuhan pasti digenapi, tetapi mengapa ada orang-orang yang tidak menerima pertolongan Tuhan? Padahal Tuhan Yesus tetap sama, kuasaNya tidak pernah berubah, semua Firman Allah itu kekal dan pasti digenapi.

Sebagai contoh kita dapat membaca kitab Hakim-hakim 6:1-6. Tuhan berjanji apabila orang Israel masuk ke Kanaan, Tuhan sudah siapkan semua fasilitas bagi mereka. Setelah berada di Tanah Perjanjian, mereka mempunyai rumah tetapi mereka tidak menikmati. Pada malam hari mereka harus naik ke gunung untuk tidur di lubang-lubang perlindungan karena mereka takut kepada orang Midian. Setiap kali orang Israel selesai menabur datanglah orang Midian dan orang Amalek mendatangi dan memusnahkan hasil tanah mereka. Mereka menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Selama tujuh tahun mereka hidup sangat menderita. Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena orang Israel telah melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Jika kita ingin menerima Firman Tuhan yang digenapi dalam hidup kita, janganlah kita menyimpang dari perintahNya. “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.” (Keluaran 19:5). Betapa perlunya kita mendengar Firman Tuhan dan melakukanNya. (FZA)

 

Taatilah Firman Tuhan, sehingga kita dapat menikmati semua fasilitas yang Tuhan sudah siapkan bagi kita.

 

ALLAH TAK DAPAT DIPERMAINKAN

Galatia 6:7-10


“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?”

(Roma 6:1)

 

Ada banyak orang Kristen yang hanya menginginkan kemurahan Tuhan, tetapi tidak mau hidup dalam kekudusan. Mereka beranggapan: “Saya boleh berzinah karena Tuhan itu murah dan Dia pasti mengampuni dosa saya.” Mereka beranggapan karena anugerah Tuhan begitu besar, maka mereka bisa berbuat dosa berulang-ulang. Memang betul Tuhan adalah Maha-pengampun dan Maha-penyayang, tetapi kita harus ingat juga bahwa Dia adalah Tuhan yang Maha-kudus. Itulah sebabnya dalam Roma 11:22, kita semua diingatkan: “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.”

Adam dan Hawa oleh Tuhan diberikan fasilitas yang komplit. Sebelum Adam dan Hawa dijadikan, Tuhan telah menyediakan terlebih dahulu semua fasilitas untuk mereka. Mereka telah menerima kemurahan Tuhan tetapi kemudian mereka tergoda oleh setan, mereka makan buah yang dilarang oleh Tuhan. Meskipun Tuhan sangat mengasihi Adam dan Hawa tetapi Tuhan kemudian mengusir mereka karena mereka telah melanggar Firman Tuhan. Kita harus selalu takut akan Tuhan, kita harus tahu bahwa Tuhan tidak bisa dipermainkan. “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6:8). (JEA)

 

Kita adalah anak-anak Tuhan yang telah menerima pengampunan dan anugerah keselamatan, kita harus berhati-hati, janganlah membuat Tuhan menjadi marah.

JANGAN MENYEMBUNYIKAN DOSA

Kisah 5:1-11

 

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

(Amsal 28:13)

 

Serapat-rapatnya seseorang menutupi asap, asap tersebut lambat laun akan tercium juga. Artinya sepandai-pandainya seseorang menutupi dosa pelanggaran dan kejahatannya pastilah cepat atau lambat akan terungkap juga. Serapi-rapinya orang menyembunyikan dosa pelanggarannya, Roh Kudus pastilah akan membongkarnya.
Tidak seorang pun yang menduga akan apa yang diperbuat oleh Ananias dan Safira. Mereka tampaknya adalah pasangan suami-istri yang baik-baik saja dan bahkan sangat mendukung dalam pekerjaan Tuhan. Mereka menjual sebidang tanah miliknya dan dengan setahu istrinya ia manahan sebagaian hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Mereka tidak pernah menceritakannya kepada orang lain melainkan menyimpan rahasia ini hanya untuk mereka berdua saja. Tidak ada seorang pun yang mengetahui rahasia ini. Mereka sepakat untuk mendustai para rasul. Mereka ingin kelihatan rohani dan murah hati supaya beroleh pujian dan penghargaan di hadapan para rasul dan orang banyak. Namun mereka lupa bahwa sesungguhnya ada Roh Kudus yang menyelidiki hati manusia dan tidak bisa dibohongi. Petrus yang penuh dengan Roh Kudus mengetahui apa yang direncanakan dan diperbuat oleh Ananias dan Safira, saat itu Petrus langsung menempelak mereka berdua sehingga keduanya seketika itu juga terkapar dan meninggal. Roh Kudus adalah kuasa Allah untuk membongkar segala dosa-dosa pelanggaran kita yang tersembunyi. (Sam)

Jangan main-main dan menyembunyikan dosa, melainkan marilah kita mengakui dan bertobat kepada Tuhan Yesus, maka kita pun akan dikasihi Tuhan Yesus.

 

MANFAAT PENCOBAAN

Yohanes 15:18-27


“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.”

(Yohanes 15:18)

 

Melalui Firman Allah ini orang percaya diingatkan bahwa di samping berkat-berkat yang Tuhan janjikan, gereja juga akan mengalami banyak pencobaan yang bersumber dari dunia ini.  Alkitab berkata bahwa dunia membenci anak-anak Tuhan. Di satu pihak, kita adalah anak Tuhan yang telah diberkati, dibenarkan, dilindungi oleh Tuhan. Tetapi di lain pihak kita sedang berada pada dunia yang tidak senang pada kita, membenci kita.  Masalahnya ada orang Kristen yang tidak mau atau tidak mampu untuk menjalani hidup dengan keadaan kontradiksi ini sehingga mereka kompromi dengan dunia.

Dibenci dunia karena Yesus, merupakan harga dari kekristenan.  Sebab setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Aniaya adalah suatu keadaan yang merupakan bentuk yang ekstrim dari pencobaan. Alkitab menubuatkan bahwa di akhir zaman kejahatan akan semakin bertambah. Pada saat ini Roh Kudus bekerja secara luar biasa, terbukti dengan adanya kebangunan-kebangunan rohani di berbagai tempat di belahan bumi ini.  Tetapi di samping itu iblis juga bekerja dengan luar biasa di akhir-akhir ini untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Pencobaan adalah fakta yang harus kita alami/hadapi. Setiap pencobaan adalah sesuatu yang wajar/biasa dan tidak melebihi kekuatan manusia.  (1 Korintus 10:13). Allah mengetahui porsi-porsi kemampuan manusia untuk menghadapi pencobaan.  Oleh sebab itu kita jangan terlalu mendramatisir (membesar-besarkan) pencobaan itu. Tuhan mengetahui keadaan anak-anakNya, Dia memperhatikan dan sangat peduli terhadap semua umatNya. Oleh sebab itu, di dalam doa mengadulah kepada Tuhan saat mengalami penderitaan.  (Yakobus 5:13). (MDW)

 

Pencobaan adalah berkat, bermanfaat sebagai ujian bagi peningkatan iman kita.

MEZBAH DOA PRIBADI

Matius 7:7-11


“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

(Matius 7:7)

 

Semua doa kita pasti dijawab oleh Tuhan. Tuhan menjawab: “YA” dan sekarang juga diberi oleh Tuhan. Adakalanya Dia juga menjawab: “TIDAK”, sebab Tuhan pasti memberikan yang terbaik buat anak-anakNya. Contoh: Jika anak saya yang ketika itu masih berusia 10 tahun minta dibelikan sepeda motor, saya berpikir bahwa permintaannya tersebut akan berbahaya buat dia, oleh karena itu saya menjawab: “TIDAK”. Tuhan menjawab: “YA”, tetapi waktunya ada di tangan Tuhan, segala sesuatu ada saatnya. Pengkhotbah 3:11a mengatakan: “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” Tuhan menjawab: “YA”, tetapi kehendak Tuhan, ada prosesnya dengan tujuan untuk mempersiapkan dan membangun iman kita. Contoh: Naaman disembuhkan setelah ia membenamkan dirinya tujuh kali ke dalam sungai Yordan sesuai dengan kehendak Tuhan lewat abdiNya.

Bapa rindu untuk bertemu secara pribadi dengan anakNya. Bapa ingin berbicara secara khusus, ada pesan pribadi yang serius yang hendak disampaikanNya. Seringkali Bapa rindu untuk bertemu secara pribadi dengan sahabatNya, sama seperti seorang ayah yang rindu bercakap-cakap dan bercengkerama dengan anaknya. Satu hal yang sangat penting dalam iman kita yaitu bahwa Bapa mendengar doa kita, Bapa menemui kita sebagaimana janjiNya yang tertulis dalam Yeremia 29:12-14a “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN…” (JHG)

 

Setiap pagi, sebelum kita memulai aktifitas kita, kita perlu membangun mezbah pribadi yang merupakan kekuatan awal untuk melangkah menjalani kehidupan setiap hari.

 

JANGAN MENGELUH

Keluaran 17:1-7


“Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen….”

(Kejadian 47:6)

 

Yusuf adalah seorang narapidana, namun di mana pun Yusuf berada ia selalu hidup takut akan Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan selalu menyertai perjalanan hidup Yusuf. Berulangkali saudara-saudara Yusuf membuat Yusuf menderita, tetapi Yusuf tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Tuhan melihat ketaatan Yusuf sehingga Tuhan mengangkat Yusuf dari seorang narapidana yang berada di penjara kemudian dapat menjadi penguasa di Mesir. Yusuf kemudian mengundang ayahnya dan saudara-saudaranya untuk datang ke Mesir. Mereka kemudian tinggal di tanah Gosyen, daerah Gosyen adalah daerah yang istimewa, Gosyen dikatakan sebagai tempat yang terbaik, keadaan tanah di sana sangat subur. Demikian juga kalau kita memiliki karakter seperti Yusuf, pasti hidup kita diberkati dan kita juga menjadi berkat bagi keluarga kita bahkan bagi banyak orang.

Dalam menjalani hidup ini kita seringkali mengalami keadaan yang mengecewakan. Sebagai contoh, bangsa Israel pernah mengalami kekurangan air. Ketika mereka mendapatkan air di Mara ternyata air di sana pahit rasanya sehingga bangsa Israel bersungut-sungut. (Keluaran 17:2). Kemudian Musa berseru kepada Tuhan dan Tuhan pun menyatakan pertolonganNya. Dalam menjalani hidup ini, kita harus memiliki kebenaran Firman Tuhan sehingga kita tidak mengeluh meskipun menghadapi persoalan yang berat. Seperti Tuhan sudah memelihara Yusuf dan keluarga orang tuanya, demikian Tuhan sanggup memelihara kita. (nest)

 

Tuhan sediakan tanah Gosyen atau tempat yang terbaik bagi anak-anakNya yang taat melakukan FirmanNya.

 

DALAM POSISI MENANTI

Mazmur 37:34-40


“Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.”

(Mazmur 25:3)

 

Semua orang yang menantikan Tuhan tidak akan dikecewakan. Karena itu kita harus memiliki sikap yang tepat dalam menanti. “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12). Ayat ini menjabarkan tentang sikap yang sehat dalam menantikan Tuhan, yaitu dengan tekun dan sabar. Petani itu sabar, menantikan hasil panennya. (Yakobus 5:7). Kita pun harus sabar dalam menantikan janji Tuhan, jawaban doa, serta pertolongan dari Tuhan.

Yesus sebelum naik ke surga, berpesan kepada murid-muridNya agar kembali dan menunggu di Yerusalem sampai mereka dilengkapi dengan kuasa dari tempat Mahatinggi. Yesus tidak terang-terangan menyuruh mereka berdoa. Namun murid-murid menunggu dengan bersehati dalam doa. Doa itu seperti mengingatkan Tuhan akan janjiNya.Setiap orang percaya seharusnya dalam posisi menanti, yakni menanti kedatangan Tuhan yang kedua. “Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (1 Petrus 1:5). Tuhan akan datang menyelamatkan orang yang merindukan kedatanganNya. Bila kita memiliki wawasan yang seperti ini, maka pikiran dan sikap kita akan kehidupan ini akan berbeda. Kita sadar bahwa semua yang ada di dunia ini hanya sementara, sehingga kita akan menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi.Kalau kita menantikan manusia, manusia belum tentu dapat diharapkan. Tapi kalau kita menantikan Tuhan, Tuhan pasti akan datang menolong dan menyelamatkan kita. “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” (Mazmur 27:14). (SK)

 

Penantian orang yang setia pada Tuhan tidaklah sia-sia sebab Tuhan tidak pernah gagal.

MENERIMA KEKUATAN BARU

Mazmur 68:33-36


“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.”

(Yesaya 40:29)

 

Setiap manusia bisa saja menjadi lelah dan lemah. Pada ayat bacaan ini kita mendapatkan rahasia bahwa kalau kita menanti-nantikan Tuhan, kita mendapat kekuatan yang baru bagaikan rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya. (Yesaya 40:31). Seringkali kita menghadapi masalah yang berat sehingga kita merasa tidak berdaya. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kita harus yakin bahwa kita memiliki Allah yang Mahabesar. Di hadapan Tuhan, dunia dan segala isinya sangat kecil. “Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.” (Yesaya 40:15). “Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?” (Yesaya 40:18). Tidak ada yang dapat dibandingkan dengan kehebatan kuasa Tuhan. Kita menganggap bumi yang kita pijak ini begitu besar, tapi di hadapan Tuhan begitu kecil. Tuhan membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22). Kemah adalah tempat tinggal yang berukuran kecil, demikianlah penilaian Tuhan terhadap langit yang diciptakanNya. Kalau kita mengimani Tuhan yang Mahabesar adakah sesuatu yang mustahil bagiNya?

Banyak orang yang menjalani hidup ini dengan perasaan takut, karena mereka tidak memiliki iman kepada Tuhan. Orang yang memiliki iman kepada Tuhan, ia tidak akan takut sekalipun ia menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Ketika badai pencobaan menerjang, seekor rajawali tidak takut, tetapi ia terbang semakin tinggi. Anak-anak Tuhan yang dilengkapi dengan kuasa Roh Kudus tidak takut menghadapi badai kehidupan, tetapi ia akan semakin terbang tinggi. (JW)

 

Persoalan besar yang kita hadapi, di hadapan Tuhan hanyalah sesuatu yang kecil. Itulah sebabnya kita harus menanti-nantikan Tuhan dengan doa dan iman kepadaNya.

ADIL, SETIA DAN RENDAH HATI

Yesaya 57:14-16


“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

(Mikha 6:8)

 

Tuhan menghendaki agar kita berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati. Bangsa Israel diingatkan oleh Tuhan agar mereka merenungkan kembali pertolongan Tuhan kepada mereka. Bangsa Israel lupa mereka sudah dibebaskan dari perbudakan di Mesir, mereka lupa akan kebaikan Tuhan yang memimpin perjalanan mereka di padang gurun. Mereka masih beribadah kepada Tuhan, mereka masih memberikan korban kepada Tuhan, tetapi hidup mereka tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebagai umat Tuhan janganlah kita sekedar beribadah kepada Tuhan, tetapi kita perlu melakukan kehendak Tuhan. Allah sangat mengasihi kita, Dia adalah Allah yang adil maka Tuhan menuntut agar kita pun berlaku adil. (Yesaya 30:18). Dalam menghadapi pergumulan hidup yang berat seringkali kita merasa Tuhan itu tidak adil, anggapan seperti ini adalah salah. Kita harus ingat bahwa Allah selalu mengasihi kita dan tidak mungkin membiarkan kita menanggung beban yang tidak dapat kita pikul.

Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, itulah sebabnya sebagai anak-anakNya kita harus memiliki kesetiaan. Mengapa terjadi perselingkuhan dan perceraian dalam keluarga? Karena mereka tidak memiliki kesetiaan. Kesetiaan perlu dinyatakan dalam perbuatan kita setiap hari, bukan hanya sekedar diucapkan. (Wahyu 2:10b).

Tuhan juga menghendaki agar kita rendah hati. (Matius 11:29). Raja Nebukadnezar adalah raja yang memimpin suatu kerajaan yang besar tapi ia sangat sombong, itulah sebabnya Allah merendahkan Nebukadnezar sehingga ia makan rumput seperti binatang. (WM)

Sebagai anak-anak Tuhan kita harus berlaku adil, setia dan rendah hati baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan.

HAMBA YANG DIPERCAYA TUHAN

Galatia 3:26-29

Lukas 12:35-40


“Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.”

(Kejadian 18:1)

 

Ketika Tuhan mengunjungi Abraham, ia didapati sedang duduk di pintu kemahnya. Pada zaman Abraham seorang suami harus berjaga-jaga terhadap bintang buas atau penjahat yang mengancam keluarga dan seisi kemahnya. Dia harus duduk dan tinggal di depan pintu kemah karena harus bertanggung-jawab atas keluarga dan seisi kemahnya. Ketika Tuhan mengunjungi Abraham, ia sedang duduk di pintu kemah padahal sudah sekitar dua belas tahun, Tuhan tidak menyapa Abraham karena Abraham mengikuti saran Sara untuk mengambil Hagar agar mendapat keturunan tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan. Sebelumnya Tuhan begitu peduli terhadap Abraham, namun sejak peristiwa itu Tuhan tidak berbicara kepada Abraham. Abraham tetap setia berjaga di pintu kemahnya walaupun Tuhan mendiamkannya.

Tuhan Yesus menghargai kepada hamba yang berjaga-jaga setiap waktu. “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.” (Lukas 12:37). Kita adalah hamba-hamba Kristus, saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita disebut keturunan Abraham secara rohani. “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3:29). Sebelum dipercayakan dalam pekerjaan yang lebih besar lagi, kita akan diuji dalam soal yang kecil. Apakah kita dapat dipercaya ataukah tidak? Kalau kita sudah dapat dipercaya dalam yang kecil, maka kita akan meningkat dipercaya dalam hal yang lebih besar (lebih dari apa yang kita pikirkan). (FZA)

 

Kita harus menjadi hamba-hamba Tuhan yang setia dalam setiap situasi dan keadaan apa pun.