404 Not Found


nginx/1.4.6 (Ubuntu)
October 2014
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

LENGKAPI KEKURANGAN KITA

Ester 2:12-17


“Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan….”

(Ester 2:12A)

 

Ketika Ester diikut-sertakan oleh Mordekai dalam pemulihan ratu kecantikan untuk menjadi permaisuri raja Ahasyweros, maka sebelum bertemu dengan raja terlebih dahulu dia harus diserahkan di bawah pengawasan Hegai untuk dipersiapkan segala sesuatunya. Ester sebagai gadis desa yang lugu dan sederhana tentu memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Maka Ester harus diajari bagaimana cara mandi luluran, memakai wangi-wangian, cara memberi hormat kepada raja, cara berjalan di depan raja, cara bicaranya. Pokoknya Ester harus terlebih dahulu dididik/dibekali dengan segala tata krama kerajaan yang dia belum pernah tahu sebelumnya. Ester harus dikarantina bukan hanya satu minggu ataupun satu bulan melainkan selama dua belas bulan. Ester harus dididik, dilatih, dibekali dan diperlengkapi supaya nanti apabila bertemu dengan sang raja dia tidak menjadi grogi, bingung dan kaku, melainkan berkenan dan menyenangkan di pemandangan sang raja. Dan benarlah ketika Ester dihadapkan raja Ahasyweros, maka raja berkenan untuk memilihnya menjadi permaisurinya.

Sangatlah naif (bodoh) apabila seseorang tidak pernah mau mengikuti pelatihan karena dia akan menjadi orang yang stagnan dan statis (tidak berkembang dan maju). Training/pelatihan/pendidikan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita karena training adalah sarana untuk meningkatkan kapasitas dan potensi dalam hidup setiap pribadi. Semua pelatihan/pendidikan yang pernah kita terima dalam hidup ini tidaklah sia-sia melainkan berguna untuk memuliakan Tuhan dan memperlebar kerajaan sorga. (Sam)

 

Tuhan ingin melatih/mendidik kita supaya menjadi anak-anak Tuhan yang kuat, dewasa dan siap sedia dalam menghadapi segala tantangan kehidupan ini.

NANTIKANLAH TUHAN

Ibrani 11:6-12


“Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.”

(Amsal 20:22)

 

Menanti adalah  sebuah pekerjaan yang membosankan dan manusia adalah makhluk yang susah untuk menanti. Sebab itu kita lihat bahwa manusia berusaha untuk mempercepat segala sesuatu dengan adanya internet, transportasi, makanan cepat saji, teknologi dan lain-lain. Namun ada hal-hal yang tidak bisa dipercepat sebab ada proses yang harus dilewati, contohnya: melahirkan dan membesarkan anak dan salah satunya ialah menantikan Tuhan. Dalam bahasa Ibrani ‘menanti’ dipakai kata ‘qavah’, yang artinya menanti, berharap, merindukan sesuatu (to wait for, to look for, to hope for). Sebenarnya arti ‘qavah’ adalah seperti orang yang memintal atau memilin tali (twisting or winding a rope). Orang yang memilin harus sabar untuk mendapatkan sebuah tali yang kuat. Kalau kita sabar, maka kita akan memiliki iman yang semakin teguh.

Ketika Abraham dipanggil keluar dari kotanya, ia tidak tahu harus ke mana tapi ia memiliki iman dan sebuah penantian, yaitu sebuah kota yang Tuhan janjikan, itulah kota Yerusalem baru. Abraham memang tidak sampai di kota itu tapi ia percaya bahwa anak cucunya akan mewarisi kota itu. Di usia 75 tahun Abraham dijanjikan oleh Tuhan bahwa ia akan memiliki anak. Abraham dan Sara sempat keliru karena tidak sabar menantikan janji Tuhan, tetapi Tuhan masih memberi kemurahan. Pada waktu Abraham berusia 100 tahun dan Sara 90 tahun janji itu digenapi oleh Tuhan. Jadi Abraham menanti janji itu selama 25 tahun! Yusuf berusia 17 tahun waktu ia mendapat mimpi dari Tuhan bahwa ia akan diangkat tinggi oleh Tuhan dan saudara-saudaranya akan tunduk kepadanya. Tapi ia harus menanti selama 13 tahun sebelum janji itu digenapi. Dia berusia 30 tahun baru mimpi itu menjadi kenyataan. (SK)

 

Janji Tuhan pasti digenapi bagi orang yang menanti-nantikan Tuhan dengan iman.

WAKTU MENGHADAPI PERSOALAN

Mazmur 56:1-12


“Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!”

(Mazmur 56:2)

 

Mazmur berisi pujian/ penyembahan kepada Tuhan dan ada pula mazmur yang berisi pengaduan kepada Tuhan. Mazmur pasal 56 ini adalah Mazmur Daud pada waktu dia berada di dalam kesesakan, ia mengadu kepada Tuhan. Kepada siapa kita harus mengadu ketika kita ada permasalahan? Permasalahan itu kita akan adukan kepada Tuhan. Bukan kepada keluarga, bukan kepada anak, bukan kepada ayah, bukan kepada ibu. Mereka tidak bisa menolong kita, bahkan masalah Saudara bisa bertambah besar. Orang yang tidak tahu akan jadi tahu, orang yang tidak mengerti akan jadi mengerti karena mulut Saudara tidak ada rem untuk cerita kepada orang lain. Kalau kita mengadu kepada Tuhan, tidak ada orang tahu. Hanya Tuhan tempat kita mengadu, hanya Tuhan tempat kita menceritakan kesulitan-kesulitan kita. Pada ayat bacaan dikatakan: “Kasihanilah aku, ya Allah….” Dalam bahasa Inggris dikatakan: “Be merciful unto me….” Berbelas-kasihanlah kepada aku, karena ada berbagai persoalan yang sedang dialami Daud yaitu: Ada orang yang menginjak-injak aku, ada orang yang memerangi aku, ada orang yang mengimpit aku.

Daud mengalami haknya diinjak-injak oleh musuh-musuhnya. Yesus ketika hidup di dunia ini telah diinjak-injak hakNya, Dia diadili tanpa pembela. Dia dituduh, dianiaya tetapi Yesus tetap diam. Bagaimana reaksi kita kalau hak kita diinjak-injak? Ketika hak Daud diinjak-injak oleh para lawannya, ia tutup mulut kepada manusia tetapi ia membuka mulut kepada Tuhan. Solusinya dapat kita baca dalam Mazmur 56:4-5 “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (JEA)

Dalam menghadapi persoalan apa pun kita dapat mengadukan kepada Tuhan dan selalu percaya kepada Tuhan.

 

APAKAH RESPON KITA?

Wahyu 4:1-4


“Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

(Matius 8:20)

 

Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang Mahakuasa. Segala kuasa di bumi dan di surga ada di tanganNya. (Matius 28:18). Bahkan Yesus mempunyai tahta dan betapa mulia tahtaNya. (Wahyu 4:3-4). Tetapi mengapa pada ayat bacaan Yesus juga memberi pernyataan bahwa Dia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya? Karena Yesus adalah Tuhan yang Mahakasih, Dia rela tinggalkan tahta kemuliaanNya di surga demi umat manusia. Dia merelakan diriNya untuk disiksa, wajahNya menjadi begitu buruk. “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia—begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi—demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa…” (Yesaya 52:14-15). Yesus rela ‘pasang badan’ dicambuk, disiksa, dihina karena kasihNya yang luar biasa kepada kita. Yesus adalah Gembala yang baik yang selalu siap membela kita domba-dombaNya. Berapa banyak anak panah, lembing, tombak yang diarahkan iblis kepada domba-dombaNya? “Di sanalah dipatahkan-Nya panah yang berkilat, perisai dan pedang dan alat perang.” (Mazmur 76:4). Yesus rela ‘pasang badan’ untuk menggantikan kita, Dia rela menderita bagi kita domba-dombaNya.

Apakah respon kita terhadap kasih dan pengorbanan Tuhan? Apakah yang sudah kita buat terhadap semua yang Tuhan lakukan dalam hidup kita selama ini? Kita tidak bisa membalas semua kebaikan Tuhan, berapa pun yang kita persembahkan untuk Tuhan. (FZA)

 

Responilah semua kasih dan pengorbanan Kristus. Apakah kita rela memberikan waktu kita dan mempersembahkan yang terbaik bagiNya?

 

KUASA KEBANGKITAN YESUS

Yohanes 20:19-23


“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

(Yohanes 20:19)

 

Tuhan Yesus telah mati di salib, sehingga murid-muridNya merasa kehilangan. Yesus adalah pribadi yang mereka andalkan ternyata telah mati meninggalkan mereka. Selama tiga setengah tahun murid-muridNya mengikut Yesus, mereka telah melihat bahkan merasakan mukjizatNya. Setelah Yesus di salib, mereka merasa kecewa bahkan merasa takut. Di suatu tempat murid-murid Yesus berkumpul pada malam hari dengan pintu terkunci karena mereka takut. Meskipun mereka dikejar-kejar orang Yahudi, mereka diam-diam berkumpul untuk beribadah pada Tuhan. Tiba-tiba Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagimu”. Sebagai pengikut Yesus mungkin kita juga pernah mengalami perasaan takut, tetapi kalau kita mau berdoa bahkan beribadah pada Tuhan maka kita dapat merasakan kehadiran Yesus dalam hidup kita.

Yesus berkata: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20). Saat murid-murid takut, Tuhan Yesus datang memberikan damai sejahtera pada murid-muridNya. Orang dunia berpendapat: “Berkat itu adalah uang”, tetapi bagi kita anak-anak Tuhan, berkat yang terbesar adalah karena kita menerima keselamatan dan damai sejahtera dari Tuhan. Bagi orang dunia uang adalah segalanya, tetapi bagi kita anak-anak Tuhan, Tuhan Yesus adalah segalanya. Kita harus ingat bahwa kekayaan dunia hanyalah sementara, sebab itu hati kita jangan melekat pada harta dunia. (RT)

 

Kita harus dapat merasakan kuasa kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus memberikan damai sejahtera bahkan keselamatan.

MINTALAH KEPADA BAPA DI SURGA

Lukas 11:9-13

Yesaya 59:1-2

 “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

(Matius 21:22)

 

Selama kita hidup di dunia ini tentu kita mempunyai banyak kebutuhan. Apa saja yang menjadi kebutuhan kita saat ini, kita dapat meminta semuanya itu kepada Tuhan. Kita harus datang kepada Tuhan dengan penuh kepercayaan bukan dengan karagu-raguan. Ada orang yang berdoa kepada Tuhan, tetapi ia tidak berdoa dengan penuh kepercayaan. Kita perlu berdoa kepada Tuhan dengan iman yang sungguh. Doa tanpa disertai iman yang sungguh akan sia-sia belaka. Tuhan menunggu anak-anakNya memiliki iman yang sungguh. Kita yakin setiap doa-doa kita didengar dan dijawab oleh Tuhan.

Sebagai orang beriman kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan Yesus telah memberikan hidupnya bagi kita melalui pengorbananNya di salib. (Yohanes 3:16). Kalau Tuhan telah memberikan seluruh hidupnya bagi kita, maka kita pun yakin bahwa Dia sanggup memenuhi kebutuhan jasmani kita. Bapa di dunia ini saja dapat memberikan apa yang diperlukan oleh anak-anakNya. Apalagi kita mempunyai Bapa di sorga yang sangat baik, Dia pasti mau memberikan apa yang kita perlukan.

Banyak orang tidak sabar dalam menantikan pertolongan Tuhan. Waktu mereka berdoa, mereka segera ingin menerima pertolongan Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan agar kita mau menanti-nantikan Tuhan, artinya kita menunggu dengan sabar pertolongan Tuhan. Mungkin ada hal-hal yang perlu kita perbaiki di hadapan Tuhan agar Tuhan mau menjawab doa-doa kita. Hampiri Tuhan dengan hati yang telah disucikan sehingga kita dapat menerima pertolonganNya. (nest)

 

Jadilah pelaku Firman Tuhan agar kita dapat menerima pertolongan Tuhan yang Tuhan janjikan.

KEKAYAAN KERAJAAN SURGA

Matius 13:44-46

 “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”

(Matius 6:10)

 

Tuhan Yesus bukan saja memberikan nyawa dan tubuhNya bagi kita melainkan juga kerajaanNya. Tuhan Yesus turun dari sorga mulia dengan membawa kerajaanNya ke bumi untuk diberikan kepada orang-orang yang percaya kepadaNya. Doa Bapa kami menjelaskan hal itu. “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10). Kerajaan sorga adalah seperti harta yang terpendam dan mutiara yang indah dan sangat berharga. (Matius 13:44-46). Kedua perumpamaan tersebut menggambarkan betapa kayanya kerajaan sorga yang Tuhan Yesus ingin wariskan atau berikan kepada murid-muridNya.

Tuhan ingin kekayaan kerajaan sorga menjadi bagian/milik kita, baik secara materi maupun rohani. Yesus berkata: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. (2 Korintus 8:9). Itulah tujuan Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini dengan mengorbankan segala milikNya supaya kita boleh menikmati hidup yang berkelimpahan, baik secara rohani maupun materi. Yesus yang konglomerat (yang memiliki kerajaan sorga) telah menjadi miskin (nol) supaya hidup kita yang nol (melarat) boleh dijadikan kaya (hidup keberkatan bahkan berkelimpahan). (Sam)

 

Tuhan memberkati hidup kita supaya kita menjadi anak-anak Tuhan yang murah hati seperti Bapa di sorga dan selalu mau menjadi berkat bagi orang lain.

MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUH HATI

Lukas 9:57-62


“Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.”

(Bilangan 14:24)

 

Tuhan berjanji bahwa Kaleb akan masuk ke negeri yang Tuhan janjikan dan keturunannya akan memilikinya. Mengapa? Karena Kaleb adalah orang yang rendah hati, dia juga adalah orang yang setia. Kaleb lain jiwanya karena Roh Tuhan ada padanya. Setelah mengintai negri Kanaan, sepuluh orang temannya tidak berani berjuang tetapi Yosua dan Kaleb mempunyai semangat juang yang tinggi. Dalam mengikut Tuhan banyak tantangan yang kita hadapi tapi kalau kita memiliki Roh Kudus kita tidak akan mudah menyerah. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Dari dua belas pengintai hanya Yosua dan Kaleb yang berani menghadapi tantangan. Mereka tidak menyerah meskipun suara mayoritas tidak mendukung. Mayoritas belum tentu benar dan minoritas belum tentu salah. Mungkin dalam pekerjaan, dalam usaha maupun dalam pelayanan, kita menjumpai tantangan tetapi kita tidak usah takut karena dengan kekuatan Roh Kudus, kita dapat menghadapi setiap persoalan hidup kita.

Pada ayat bacaan dikatakan bahwa Kaleb mengikut Tuhan dengan sepenuhnya. Orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuhnya berarti tidak mengikut Tuhan dengan setengah hati. Istri Lot adalah orang yang mengikut Tuhan tidak sepenuh hati, ketika ia keluar dari Sodom dan Gomora ia menoleh ke belakang sehingga ia menjadi tiang garam. Ia lebih mencintai kekayaan duniawi daripada Tuhan. (WM)

 

Kita perlu mengikut Tuhan dengan sepenuh hati dan selalu hidup dalam pimpinan RohNya agar kita menjadi orang yang dapat meraih kemenangan.

KENANGAN KEPADA ORANG BENAR

Kisah 9:32-42


“Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita—dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”

(Kisah 9:36)

 

Petrus diberitahu bahwa ada seorang murid perempuan yang bernama Tabita meninggal dunia. “Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.” (Kisah 9:39). Petrus berlutut dan berdoa kepada Tuhan, kemudian ia berkata: “Tabita, bangkitlah!” Saat itu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun dan duduk. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

Dari kisah ini kita dapat mengetahui bahwa Tabita adalah orang yang dikenang banyak orang karena kebaikannya. Demikian juga selama kita hidup di dunia ini, Tuhan telah mempercayakan kita untuk mengerjakan talenta-talenta yang Tuhan berikan. Kita harus bertanggung-jawab melakukan tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepada kita. Dalam hidupnya Tabita dapat mengerjakan talenta yang Tuhan percayakan kepadanya. Tabita melakukan kebaikan kepada banyak orang karena ada kasih yang dikerjakan Roh Kudus dalam hidupnya. Kita harus dapat mengasihi bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan. (1 Yohanes 3:18). Ada orang yang berbuat baik dengan maksud untuk mendapat pujian berarti ia berbuat baik bukan dalam kebenaran. Kita harus belajar mengerjakan segala sesuatu dengan hati tulus bukan karena terpaksa. Kita berbuat baik bukan saja pada saat situasi menyenangkan. Dalam situasi apa pun kita harus selalu dapat berbuat baik kepada semua orang. “Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.” (Amsal 10:7). (JW)

 

Selama kita hidup di dunia ini kita harus dapat menyatakan kebaikan kepada Tuhan dan juga kepada sesama.

 

TUHAN MEMBELA UMATNYA

Mazmur 118:17-29


“Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.”

(Mazmur 118:17)

 

Ayat ini adalah perkataan iman orang yang selalu mengandalkan Tuhan. Seringkali iblis mau mengintimidasi kita. Pada saat kita mengalami masalah berat dalam hidup kita, kita mengalami ketakutan. Kita harus bangkit, dengan iman kita kalahkan semua tipu daya iblis. Tuhan tidak pernah merancangkan hal-hal yang buruk bagi umatNya, Dia tidak pernah merancangkan kecelakaan tetapi Dia ingin memberikan hari depan penuh harapan. (Yeremia 29:11). Tangkaplah visi Tuhan dan belajarlah melakukan Firman Tuhan. Pola hidup lama yang tidak memuliakan Tuhan harus kita tinggalkan. Kalau engkau beriman kepada Tuhan, maka Tuhan dapat menggantikan malapetaka menjadi berkat.

Sejauh manakah kebahagiaan dalam rumah tanggamu? Kalau suami-istri dan anak-anak sehati hidup benar pasti ada berkat, damai sejahtera dan sukacita. Apa yang kau cari dari Tuhan? Tuhan dapat memenuhi semua kebutuhanmu, Dia sanggup mengangkat kita dari keterpurukan. “Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan.” (Mazmur 118:16). “Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.” (Amsal 3:16-17). Ada banyak rumah tangga yang kehilangan damai sejahtera karena desakan ekonomi, perselingkuhan dan sebagainya. Kita harus kembali kepada kebenaran Firman Tuhan. Belajarlah hidup suci di hadapan Tuhan sehingga kerohanian kita tidak tercemar. Kita memiliki Allah yang disebut Imannuel. Ia selalu ada untuk kita sampai selama-lamanya. (ML)

 

Yakinlah kita mempunyai Tuhan yang hidup yang selalu siap membela kita dengan tanganNya yang perkasa.