100 RESEP BERKAT 
Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan
Hubungi:
Ibu Ribka Linida
Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792
|
Wahyu 1:4-8
“Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”
(Mazmur 90:2)
Allah yang kita sembah adalah Allah yang tidak terbatas; kitalah yang sering kali membatasi kuasaNya, lahirkanlah suatu iman bahwa bagi Allah tidak ada perkara yang mustahil. Kemaha-kuasaanNya dinyatakan melalui ciptaanNya. Dia ada pada segala zaman. Yesus berkata: “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” Alfa adalah huruf awal dari abjad Yunani = asal; awalnya; mulanya. Omega adalah huruf terakhir dari abjad Yunani = Tuhan mengakhiri segala sesuatu dengan sangat sempurna.
Tuhan adalah Alfa, awal dan sumber dari segala sesuatu yang kita butuhkan baik sekarang maupun yang akan datang dan Dia adalah Omega, akan menuntaskan sampai paripurna dengan sempurna. Kita akan berhadapan dengan masa yang paling sukar di tahun-tahun mendatang, tapi pastikan Dia adalah Alfa dan Omega, sumber dari segala sesuatu yang kita perlukan. Di dalam masa krisis pun Alfa dan Omega ada di sana, seperti pengalaman janda di Sarfat tidak mengalami kehabisan tepung dan minyak (1 Raja-raja 17).
Petrus memberi pernyataan kepada Yesus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Matius 16:16. Dialah Alfa dan Omega, sumber dari segala sesuatu, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya; kalau Allah menolong, Ia menolong dengan sempurna. Gelar yang lain yaitu Mesias, Anak Allah yang hidup. Allah kita bukan hanya memiliki hidup tapi Allah itu hidup. (FZA)
Allah kita adalah Allah yang hidup, Dia adalah Pribadi yang tidak terbatas. Bersyukurlah untuk semua kasih dan anugerahNya bagi kita.
Galatia 5:16-26
“Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.”
(I Raja-raja 18: 21)
Mengapa bangsa Israel dikatakan telah berlaku timpang dan bercabang hati? Karena bangsa Israel berulang kali telah menyakiti hati Tuhan, mereka tidak lagi setia mengikut Tuhan. Mereka telah meninggalkan Firman Tuhan dan mengikuti nabi-nabi Baal. Melalui Nabi Elia, Tuhan menegur dengan keras kepada bangsa Israel: “Kalau Tuhan itu Allah, ikutilah Dia dan kalau Baal ikutilah dia.” Kita harus menentukan pilihan kita, apakah kita mau mengikut Tuhan dengan sepenuh hati? Tuhan tidak pernah memaksa seseorang untuk mengikut Tuhan. Ada orang Kristen yang mengikut Tuhan tapi masih juga pergi ke paranormal atau ke tempat-tempat yang dianggap keramat. Ada pula orang Kristen yang telah mengikut Tuhan begitu lama tapi masih hidup dalam ikatan dosa. Orang Kristen yang masih suka berjudi, berzinah, berdusta dan melakukan dosa-dosa lainnya di hadapan Tuhan adalah orang-orang yang berlaku timpang dan bercabang hati.
Rasul Paulus mengingatkan agar kita selalu hidup oleh Roh, sehingga kita tidak akan menuruti keinginan daging. Dengan kemampuan kita, kita tidak dapat mengalahkan keinginan daging tapi dengan kekuatan Roh Kudus kita diberi kemampuan. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Galatia 5:24-25). (nest)
Setelah kita memilih untuk mengikut Tuhan, kita harus bersedia meninggalkan semua perbuatan dosa.
I Tesalonika 1:2-10
“Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,”
(I Tesalonika 1:6)
Betapa senang dan bangga hati Rasul Paulus mendapati keadaan rohani jemaat di Tesalonika sedang bertumbuh dengan begitu pesatnya. Ada beberapa pujian yang Rasul Paulus berikan kepada jemaat di Tesalonika ini, antara lain: Menjadi jemaat penurut, baik terhadap Rasul Paulus maupun kepada Tuhan, artinya mereka hidup dalam ketaatan kepada Firman Tuhan. Mereka suka mendengar dan menerima Firman Tuhan meskipun dalam sikon yang tidak menguntungkan. Dalam keadaan apapun mereka selalu hidup dalam sukacita Roh Kudus dan dapat menjadi teladan bagi semua orang percaya. Iman mereka bertumbuh karena Firman Allah yang mereka terima. Meskipun mengalami penindasan yang berat, mereka tetap menerima Firman Tuhan dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Sukacita yang diberikan oleh Roh Kudus itulah yang memberikan daya tahan, kekuatan serta ketekunan sehingga kita menang menghadapi tantangan dan cobaan hidup yang berat.
Sukacita Roh Kudus tidaklah sama dengan sukacita yang disodorkan oleh dunia kepada kita yang hanya bersifat sementara tetapi sukacita Roh Kudus adalah sukacita sejati dan abadi. Yesus berjanji bahwa sukacita yang Dia berikan kepada kita tak dapat dirampas dari kita oleh siapapun (Yohanes 16:22b). Sukacita Roh Kudus yang dirasakan oleh murid-murid adalah sukacita yang melebihi segala-galanya. Adapun minyak urapan dari Allah itu sebagai tanda kesukaan/sukacita melebihi teman-teman sekutumu (Mazmur 45:8). (SHP)
Ijinkan Roh Kudus selalu berperan dalam hidup kita sehingga kita selalu bersukacita di dalam Tuhan.
Yohanes 16:7-13
”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
(Yohanes 16:13)
Ketika percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Jurus selamat, kita telah diampuni dari dosa dan menerima keselamatan. Namun kita masih hidup di dunia sehingga keinginan daging itu masih dapat menggoda dan membuat kita terjatuh. Oleh karena itu, kita memerlukan Roh Kudus yang dapat menghancurkan panah jahat si iblis. Roh Kudus-lah yang akan menuntun dan mengingatkan kita akan Firman Allah yang menjadi petunjuk dalam untuk berjalan sesuai jalan Yesus Kristus. Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang akan sampai kepada Bapa apabila tidak melalui Yesus. Untuk dapat hidup benar sesuai dengan perintah Tuhan, kita memerlukan Roh Kudus yang dapat menghidupkan setiap Firman Allah yang kita terima. Setelah Yesus naik ke Surga, Roh Kudus dicurahkan bagi gereja Tuhan.
Roh Kudus adalah pribadi Allah yang dapat menolong, menghidupkan dan menghibur kita. Walaupun tidak berbentuk secara fisik, namun Roh Kudus juga memiliki perasaan sehingga kita tidak boleh mendustai atau mencobai-Nya. Hanya Roh Kudus yang memampukan kita untuk dapat hidup benar di zaman yang sukar ini.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus tetap hidup dalam kebenaran Firman Tuhan dan menjadikan Roh Kudus penolong dalam kehidupan keluarga kita sehingga kita semakin kuat dan peka akan perintah Tuhan. (TD)
Kita harus terus hidup dan berjalan sesuai perintah Tuhan untuk mencapai garis akhir yang Tuhan sediakan bagi kita.
Kisah Para Rasul 4:23-31
Kisah Para Rasul 8:15-17
“Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
(Kisah Para Rasul 4:31)
Yesus lahir oleh Roh Kudus, demikian juga gereja Tuhan dilahirkan oleh Roh Kudus. Sebab itu gereja harus kembali kepada Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat menumbuhkan dan membawa gereja kepada kesempurnaan. Setelah hari Pentakosta, murid-murid penuh Roh Kudus, apa yang terjadi dalam perjalanan hidup murid-murid? Yang terjadi bukan semuanya serba lancar tapi justru penganiayaan. Kepenuhan Roh Kudus tidak menjamin kita tidak mengalami masalah tapi kepenuhan Roh Kudus menjamin kita KUAT dalam menghadapi masalah. Buktinya kalau dulu murid-murid sembunyi saat menghadapi masalah, tapi sesudah dipenuhkan Roh, mereka keluar menghadapi tantangan dengan keberanian dan kekuatan Roh Kudus. Keberanian ini bukan nekat, bukan mengandalkan kekuatan sendiri tetapi keberanian yang didasarkan atas iman percaya kepada Yesus. (1 Yohanes 5:14).
Pada waktu itu orang Samaria dan orang Yahudi bermusuhan tetapi di sini Roh Kudus juga menjamah orang Samaria. Perintah Yesus digenapi: “Kamu akan menerima kuasa dan menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria hingga ujung bumi.” Tuhan mengasihi semua orang, ketika Roh Kudus turun, Ia mempersatukan. Murid-murid rela memberitakan Injil ke Samaria yang dianggap musuh. (Kisah Para Rasul 8:15). Sering kita berpikir jika kita tidak menjadi orang suci, kita tidak akan dipenuhkan dengan Roh Kudus, tetapi sebenarnya Roh Kudus disediakan untuk orang berdosa. Jadi Roh Kudus adalah untuk orang yang berdosa yang mau bertobat dan sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. (SK)
Yang penting datanglah pada Tuhan dengan iman dan hati yang terbuka, pasti Roh Kudus hadir memenuhi hidup kita.
Ayub 19:1-27
“Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!”
(Ayub 19:23-24).
Ayub mengalami pencobaan yang sangat berat dalam hidupnya. Saat dia menuliskan hal ini, tulang-tulangnya telah melekat pada kulitnya dan dagingnya. (Ayub 19:19-20). Teman-teman Ayub datang dengan nasehat yang penuh dengan kata-kata ejekan sampai Ayub berkata: “Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku.” (Ayub 19:21). Namun dalam ayat selanjutnya dikatakan: “Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir…..” (Ayub 19:23-24). Dalam salinan bahasa Inggris dikatakan kata-kata Ayub terpahat dengan pena besi. Waktu dia sedang hancur, waktu dia sedang dalam kondisi yang tidak dapat berbuat apa-apa, tulisan penanya selalu baik. Ayub tidak berdoa tentang penderitaan yang menyakitkan dia, dalam doanya dia melihat jauh ke depan. “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.” Ayub 19:25. Walaupun Ayub sedang susah tetapi dia memakai kata-kata yang indah.
Betapa pentingnya lidah kita atau betapa berbahayanya lidah kita. Lidah kita bisa membawa kita kepada berkat, tetapi lidah kita bisa membawa kita menjadi penakut. Lidah kita bagaikan pena dari seorang sastrawan yang mahir (Mazmur 45:2). Kalau kita hanya melihat problem dan kesulitan terus menerus lalu kita bersungut-sungut maka kita membuat dunia kita menjadi kelam, kita membuat diri kita sendiri menjadi rapuh. (JEA)
Pakailah lidah Saudara untuk mengucapkan kata-kata yang positif, sehingga kita menerima janji-janji berkat-Nya digenapi.
Kisah Para Rasul 4:13-21
“Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.”
(Mazmur 84: 12)
Tuhan adalah matahari dan perisai yang memberikan perlindungan dan keamanan ganda. Siapakah orang yang mampu menatap matahari? Apabila seseorang menatap matahari, orang tersebut akan menjadi buta akibat dari sinar matahari. Siapakah orang yang berani menentang/ melawan Tuhan atau menentang orang yang diurapi/ dibela Tuhan, maka akan mengalami celaka atau dikalahkan. Seperti Saulus yang menganiaya jemaat Tuhan, akibatnya menjadi buta selama satu hari karena melihat sinar/ cahaya dari langit.
Orang yang hidup dekat dengan Tuhan akan merasa aman sentosa karena Tuhanlah yang menjadi pembelanya. Seperti Daniel yang dimasukkan ke dalam lubang singa, dia tetap dalam perlindungan Tuhan. Gigi dan cakar-cakar singa tidak diijinkan untuk menyentuh dan melukai sedikitpun tubuh Daniel, karena Tuhan menjaga dan melindunginya. Demikian pula dengan Petrus yang dalam penjara, dia tetap aman bersama Tuhan. Oleh sebab itu, sebagai anak-anak Tuhan kalau kita hidup dekat Tuhan, kita tak usah takut terhadap orang-orang yang hendak berbuat jahat kepada kita, terhadap teror dan ancaman, terhadap kutukan-kutukan dan sumpah serapah atau kuasa-kuasa kegelapan (santet dan tenung) yang ditujukan kepada kita, sebab Tuhanlah pembela kita. Dia menjadi perisai dan benteng perlindungan kita yang kuat sehingga kita merasa aman dan sentosa, sekalipun ada banyak persoalan dan tantangan dalam hidup ini. Dia adalah Bapa yang baik, Bapa mana yang tega apabila anaknya minta roti diberi batu, minta telur diberi kalajengking, minta ikan diberi ular, terlebih Bapa kita yang di Surga akan selalu memperhatikan dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak-Nya yang mau hidup dekat pada-Nya. (Sam)
Tuhan pastilah memberkati anak-anak-Nya yang mau hidup dekat pada-Nya dengan penuh kelimpahan, baik rohani, jiwani, maupun jasmani.
Efesus 5:1-13
“Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.”
(Yesaya 9:1)
Nabi Yesaya dengan ilham Roh Kudus telah menubuatkan munculnya ‘Terang yang besar’. Siapa sesungguhnya yang dimaksud dengan ‘Terang yang besar’ itu? Adalah “Yesus Kristus”. Yohanes 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia;….” Terang yang besar adalah terang yang akan menerangi dunia ini, sehingga bangsa-bangsa yang berjalan di dalam kegelapan pasti melihat terang yang besar itu. Dosa dan kejahatan yang bertambah-tambah serta kedurhakaan yang terus meningkat menyebabkan manusia berjalan di dalam kegelapan, oleh sebab itu betapa perlunya manusia melihat ‘terang yang besar’ itu. Saat manusia berjalan di dalam kegelapan, lalu melihat terang, maka lenyaplah kegelapan itu. Terang tidak dapat bersatu dengan gelap (2 Korintus 6:14c). Bangsa yang berjalan dalam kegelapan ketika melihat terang yang besar itu, maka mereka seperti orang bersorak-sorai diwaktu membagi-bagi jarahan dan mereka bersukacita di hadapan Allah seperti sukacita diwaktu panen, …(Yesaya 9:2-3). Bangsa yang berjalan dalam kegelapan setelah melihat ‘terang yang besar’ itu mereka mengalami kelepasan dan kemenangan dari segala dosa dan kejahatan.
Saulus, seorang Yahudi yang sangat membenci para pengikut Yesus dengan penuh semangat membawa surat kuasa dari Imam Besar untuk menangkap para pengikut Jalan Tuhan di kota Damsyik (Kisah 9:1-2). Dalam perjalanannya, Saulus bertemu dengan Yesus (ay.5) yang menyatakan diriNya melalui ‘cahaya yang memancar dari langit’ yaitu ‘terang yang besar’. ‘Terang yang besar’ inilah yang telah mengubah kehidupan Saulus menjadi Paulus, seorang hamba Allah yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. (SHP)
Kehidupan kita boleh menjadi berkat bagi banyak orang, jika Kristus ada dalam kehidupan kita.
Ibrani 6:4-8
“Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai.”
(Ibrani 2:3)
Iman timbul karena kita mendengar Firman Tuhan. Yesus menghendaki agar kita tidak sekedar mendengar Firman Tuhan melalui seminar, melalui kebaktian kebangunan rohani dan kegiatan gereja lainnya, tetapi Tuhan menghendaki agar kita memiliki kecerdasan roh. Kita sudah menerima Firman Tuhan sejak kita masih kanak-kanak tetapi apakah Firman Tuhan itu selalu kita pegang dan kita lakukan dalam kehidupan kita? Menjadi murid Kristus berarti kita bersedia menyangkal diri dan berkorban untuk Tuhan.
Ada orang yang sejak kanak-kanak rajin ke gereja, aktif dalam berbagai kegiatan gereja. Tuhan kemudian mengangkatnya sehingga menjadi orang yang berhasil dalam kariernya, tapi pada akhirnya ia menjual Yesus. Hanya karena ingin mendapatkan harta atau kedudukan, ia kemudian pindah agama mengikuti agama calon suaminya. Setelah menikah ia tidak lagi ingat kepada pribadi Yesus yang telah mengangkat hidupnya. Tipe orang seperti itu adalah tipe orang yang menyia-nyiakan keselamatan dari Tuhan. Ingatlah apa yang diraih oleh manusia di dunia ini semuanya akan berakhir di batu nisan (kuburan). Perhatikan Ibrani 6:6 “namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.” Sebagai orang beriman pada Tuhan kita harus memiliki integritas atau dengan kata lain, kita harus menjadi orang yang jujur dan dapat dipercaya. (TW)
Kita bukan hanya menerima pengajaran Firman Tuhan tetapi semua Firman yang kita terima itu harus kita terapkan dalam perbuatan kita setiap hari.
Kisah 12:1-19
“Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.”
(Kisah 12:7)
Suatu saat raja Herodes sudah tidak lagi disukai oleh rakyatnya, ia kehilangan pamor di hadapan rakyatnya. Maka ia berupaya melakukan hal-hal yang sekiranya dapat menarik simpati rakyatnya kembali. Karena ia tahu bahwa orang-orang Yahudi sangat membenci pengikut Kristus, maka Herodes menangkap dan memenggal kepala Yakobus, seorang pemimpin Kristen. Orang-orang Yahudi sangat senang. Tidak cukup hal itu, Herodes menangkap pemimpin umat Kristen yang lain yaitu Rasul Petrus. Herodes menjebloskan Petrus ke dalam penjara, untuk keesokan harinya akan dihukum mati. Kaki dan tangan Petrus di belenggu, bahkan ia dijaga oleh empat orang penjaga. Jadi kemungkinan untuk Petrus meloloskan diri adalah nol persen (0 %) atau mustahil! Tetapi Petrus tetap memiliki damai sejahtera, sekalipun ia diperhadapkan kepada hukuman mati! Bahkan di dalam penjara itu, Petrus bisa menikmati tidur sampai terlelap dan harus dibangunkan oleh malaikat Tuhan!
Apa rahasia Petrus sehingga ia dapat tetap tenang saat menghadapi hal yang paling menakutkan dalam hidupnya? Petrus punya keyakinan bahwa Tuhan pasti sanggup membebaskan, karena ia tahu saat itu belum waktunya bagi Petrus untuk mati. Petrus selalu ingat akan Firman yang diucapkan Yesus kepadanya dan ia berpegang teguh kepada janji Firman Allah. Uang yang banyak, harta yang melimpah tidaklah menjamin adanya damai sejahtera. Sebab damai sejahtera bukan masalah materi, bukan pula masalah makanan dan minum atau karena kenangan masa lalu yang manis, tetapi masalah hati. (JSM)
Damai sejahtera yang kita rasakan tergantung bagaimana sikap kita terhadap Firman Allah. Itulah sebabnya kita harus selalu membuka hati untuk Firman Allah.
|
|
KOMENTAR