August 2014
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

JALANI HIDUP INI DENGAN TUHAN

1 Petrus 2:6-9


“dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini.”

(Yesaya 38:6)

 

Tuhan menjawab doa raja Hizkia karena Hizkia telah berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Hizkia disembuhkan, usianya diperpanjang 15 tahun oleh Tuhan dan Tuhan pun berjanji akan melepaskan dia dari tangan musuhnya bahkan akan memagari kota Yerusalem. Ada banyak tantangan selama kita hidup di dunia ini. Mungkin tantangan itu berupa sakit penyakit atau masalah ekonomi, masalah keluarga dan sebagainya tetapi kita tak perlu takut selama kita beriman kepada Tuhan, Tuhan pasti memagari hidup kita dengan kuasaNya. Orang yang dipagari hidupnya oleh Tuhan berarti ia dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan.

“Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!” (Yesaya 28:16). Ada banyak orang yang tidak tenang dalam menjalani hidup ini, namun ada janji Tuhan bahwa siapa yang percaya kepada Tuhan, tidak akan gelisah. Ayat ini diperjelas lagi dalam 1 Petrus 2:6 “…siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” Ada janji Tuhan yang luar biasa bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan tidak akan dipermalukan. Kita hidup di tengah-tengah situasi yang tidak menentu, ada bagitu banyak orang yang menjalani hidup mereka dengan kekuatiran. Iblis seringkali menanamkan kekuatiran dalam hidup kita. Ada yang kuatir dalam menghadapi bisnisnya atau pekerjaannya karena mereka tidak memiliki iman yang teguh kepada Tuhan Yesus. Yesus berkata: “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Matius 6:27). Orang yang hidupnya penuh dengan kekuatiran berarti ia tidak memiliki iman yang sungguh di hadapan Tuhan. (nest)

 

Hanya orang yang beriman kepada Tuhan dan selalu taat melakukan kehendakNya pasti dapat menjalani hidupnya dengan ketenangan.

SADARLAH DAN BERJAGA-JAGALAH

Matius 6:5-14


“dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)”

(Matius 6:13)

 

Yesus mengajarkan di dalam bagian doa tersebut supaya kita memohon perlindungan setiap hari dari upaya tipu daya si jahat yang senantiasa mencobai untuk menjatuhkan kita. Kutuk iblis dan kuasa maut sudah dilumpuhkan, sengat maut sudah dipatahkan dan dicabut pada saat Yesus mati di kayu salib. Iblis sesungguhnya sudah tidak berkuasa lagi di muka bumi ini, akan tetapi dalam Lukas 4:13 dikatakan demikian: “Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” Itulah sebabnya kita harus minta perlindungan setiap hari dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk menghadapi ulah iblis itu. Jangan sampai membuka celah yang menyebabkan iblis bisa masuk, sebab ia selalu berusaha mengintai dan menunggu waktu yang baik untuk masuk dengan ulah dan tipu muslihatnya.

Setelah iblis kalah, ia mundur, sembunyi dan barulah dengan cara merusak jembatan-jembatan, artinya mengganggu hubungan kita dengan Tuhan melalui kemarahan, kejengkelan, kesedihan dan lain sebagainya. Merusak jalan-jalan artinya mengganggu hidup kita dengan siasat adu domba, gosip, fitnah, isu-isu dan kebohongan-kebohongan. Nah, pada waktu ada kesempatan dan saat yang baik itulah, iblis masuk untuk mencuri, merusak dan membinasakan. Dalam 1 Petrus 5:8 dikatakan: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Oleh karena itu, kita harus waspada, berjaga-jaga dan melawan iblis dengan darah Anak Domba Allah. Nasihat Firman Allah dalam 1 Petrus 5:9a: “Lawanlah dia dengan iman yang teguh.” Iman yang teguh adalah iman yang dibangun oleh Firman Allah. (JHG)

 

Miliki iman yang dibangun oleh Firman Allah, iman yang teruji, iman yang berkemenangan dan ini merupakan perisai doa serta pedang roh untuk melumpuhkan ulah si jahat.

JANGAN HIDUP DALAM IKATAN DOSA

Mazmur 51:6-15
 

“Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”

(Mazmur 51:12)

 

Akibat dosa yang dibuatnya, Daud merasa terbuang dari hadapan Tuhan dan merasa ditinggalkan oleh Roh Tuhan. Itulah sebabnya dalam doanya, Daud berkata: “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Mazmur 51:13). Daud dikenal sebagai seorang raja yang suka berdoa dan memuji Tuhan, tetapi waktu ia jatuh dalam dosa, ia tidak merasa sukacita dalam hatinya. Dosa apa pun yang kita buat di hadapan Tuhan akan membuat kita kehilangan sukacita. Itulah sebabnya kita perlu mengakui semua dosa kita di hadapan Tuhan dan hidup dalam kekudusan. Meksipun Daud seorang raja yang kaya raya, tetapi saat ia jatuh dalam dosa, ia tidak memiliki lagi kegirangan di hatinya.

Selama kita hidup di dunia ini, Tuhan memberikan kepada kita kesempatan untuk membenahi hidup kita. Kita perlu berusaha agar hidup benar di hadapan Tuhan. Iblis adalah penggoda yang selalu ingin menjatuhkan anak-anak Tuhan. Iblis menggoda anak-anak Tuhan untuk berbohong, selingkuh dan melakukan berbagai dosa. Ketika manusia jatuh dalam dosa, mereka tidak mengalami damai sejahtera. Iblis bagaikan pencuri. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Iblis mencuri damai sejahtera sehingga ada banyak orang yang kehilangan sukacita. Iblis ingin membunuh dan membinasakan iman orang yang percaya kepada Tuhan. Lain halnya dengan Yesus yang datang supaya kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kita dapat lepaskan semua ikatan dosa apa pun. (ML)

 

Jika kita telah jatuh dalam dosa, kita harus segera sadar dan bertobat, jangan hidup dalam ikatan setan.

LAWANLAH DENGAN IMAN YANG TEGUH

Yohanes 13:1-3

Matius 16:21-23


“Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.”

(Yohanes 13:2)

 

Tidak peduli seorang nabi, rasul atau siapa pun, kalau dia membuka hati untuk iblis, maka iblis akan masuk. Iblis datang kepada Yudas dan membisikkan apa yang harus Yudas lakukan. “Mereka sedang makan bersama dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.” (Yohanes 13:2).

Ketika Yesus mulai menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung penderitaan, Petrus menegur Yesus: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:22-23). Iblis berbisik pada Yudas dan iblis juga memakai Petrus. Sadarlah bahwa musuh Saudara bukanlah orang yang mengata-ngatai Saudara, bukanlah orang yang memfitnah Saudara tetapi iblislah yang mempengaruhi mereka untuk berbuat jahat terhadap kita. Kita harus sadar dan melawan si iblis. Iblis tidak pernah lelah, ia selalu berjalan keliling mencari mangsanya. Iblis membisikkan kebencian sehingga ketika kita melihat seseorang, kita menjadi marah bahkan hati kita bisa menjadi pahit. Kalau dulu iblis telah mempengaruhi Yudas dan Petrus, ia juga bisa mempengaruhi orang-orang yang ada di zaman ini. Tetapi jangan putus asa, perhatikan ayat berikutnya: “Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama”. (1 Petrus 5:9). Saudara tidak sendirian yang dapat pencobaan. Semua orang Kristen, dapat pencobaan. (JEA)

 

Dengan iman dan kuasa Roh Kudus kita dapat mengalahkan semua tipu daya iblis.

DI TENGAH DUNIA YANG KOTOR

Yesaya 57:14-21


“Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,” firman Allahku.”

(Yesaya 57:20-21)

 

Orang dunia tidak kenal Yesus dan tidak kenal Firman Allah, maka hidup mereka bukan hanya tidak tenang atau gelisah(tidak punya kepastian keselamatan). Hidup mereka jahat dan kotor. Pengikut Yesus  hidup di tengah orang-orang fasik, digambarkan seperti laut yang kotor, penuh sampah  dan lumpur, yaitu dosa. Pengikut Yesus tidak boleh sama dengan orang fasik yang kotor seperti sampah dan lumpur. Apakah bisa? Seringkali orang berkata: “Tidak mungkin kita bisa bersih dari dosa dan kejahatan dunia.” Sebagai pengusaha, karyawan, pedagang, orang muda, semuanya hidup di tengah dunia yang kotor. Rasanya: “Mustahil bisa hidup bersih di dunia yang kotor ini”, tetapi bila Yesus bisa berjalan di tengah kemustahilan, orang percaya dapat berjalan dalam kemustahilan, yaitu hidup benar di tengah dunia yang kotor.

Sebaliknya peran Gereja di tengah dunia ialah untuk menarik (menyelamatkan) mereka yang hampir tenggelam (hampir binasa karena dosa). “Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.” (Amsal 24:11). Ayat ini menjelaskan akibat dosa, setiap orang (tidak terkecuali) berada di dalam kendaraan waktu dan sedang diangkut ke tempat pemancungan. Siapa yang memancung? Kerub dengan pedang yang bernyala-nyala. “Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.” (Kejadian 3:23-24). (JSM)

 

Sebagai pengikut Tuhan, kita harus dapat mempertahankan kekudusan sehingga kita dapat masuk Taman  Eden dan menikmati persekutuan dengan Allah.

 

 

TO THE NEXT LEVEL

Yosua 1:3-9

 

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

(Yosua 1:9)

 

Apa pendapat Allah tentang generasi kita? Dengan nama apakah kita akan disebut olehNya? Berdoalah dan berjuanglah agar generasi kita termasuk bilangan generasi yang mencari Tuhan, generasi yang percaya pada kebesaran kuasaNya dan tidak takut akan ‘raksasa-raksasa’, ‘orang-orang kuat’, ataupun ‘tembok-tembok’ yang berdiri menentang rencana Allah bagi mereka. Generasi kita adalah generasi yang tidak hanya mendengar dan melihat Tanah Perjanjian tapi berbalik kembali karena takut intimidasi, melainkan generasi yang berani berkata bahwa: “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakiku akan diberikan Allah bagiku… seorang pun takkan dapat bertahan menghadapi aku seumur hidupku dan sebagaimana Tuhan menyertai generasi pendahuluku demikianlah Tuhan menyertai aku dan tidak akan membiarkan atau meninggalkan aku…” (Yosua 1:3-9).

Allah bekerja sesuai dengan generasi di mana kita berada. Untuk memahami rencanaNya bagi generasi kita, perlu adanya pemahaman akan rencanaNya bagi pendahulu kita, karena Allah selalu membangun di atas dasar yang telah diletakkan sebelumnya. Tapi itu tidak sama dengan tinggal dalam nostalgia masa lalu, melainkan hidup dengan melanjutkan hasil karya pendahulu dan membawanya “to the next level”. Tuhan belum selesai bekerja, masih banyak wilayah yang belum dinikmati oleh gerejanya dan menunggu untuk ditaklukkan oleh generasi pilihanNya. Semoga generasi ini adalah generasi pilihan tersebut. (NB)

 

Hiduplah selalu takut akan Tuhan, agar kita menjadi generasi yang siap menerima kelimpahan yang disediakan Allah.

MENGHADAPI TANTANGAN ZAMAN

Bilangan 14:5-14


“Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.”

(Bilangan 14:24)

 

Ada seorang tokoh yang punya hasrat untuk maju dari masa mudanya hingga masa tuanya, yakni Kaleb. Bilangan 14:24 adalah pengakuan dari Tuhan sendiri. Kaleb punya roh yang lain yaitu Roh Kudus. Saat mengintai Kanaan, Kaleb dan Yosua punya roh yang berbeda dengan sepuluh pengintai lainnya. Kaleb dan Yosua percaya dan tidak mengecilkan kuasa Tuhan. Kesepuluh pengintai itu mati di padang gurun, mereka sudah masuk Tanah Perjanjian tapi mereka keluar lagi. Kaleb mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, ia melangkah dengan iman untuk mengerjakan tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepadanya. Saat Kaleb berumur 85 tahun, dia bercerita tentang perjalanannya 45 tahun yang lalu, namun kekuatannya tetap sama karena ia mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati. Kaleb tidak gentar menghadapi tantangan apa pun, ia tetap berperang dan meraih kemenangan.

Banyak anak Tuhan yang sudah lama mengikut Tuhan, tetapi bersikap santai mengikut Tuhan. Mereka tidak siap menghadapi peperangan iman yang harus dihadapi. Lain halnya dengan Kaleb yang mempunyai keberanian untuk melakukan Firman Tuhan. Dengan iman Kaleb berkata kepada segenap umat Israel. “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.” (Bilangan 14:7-8). Kejahatan makin meningkat, dunia makin jahat, kita perlu memiliki iman dan kekuatan Roh Kudus agar kita mampu menghadapi tantangan zaman sehingga kita tiba di Surga yang Tuhan janjikan. (FZA)

 

Umat Tuhan yang memiliki kekuatan Roh Kudus tidak gentar menghadapi tantangan seberat apa pun.

KUASA DALAM NAMA YESUS

Kisah 3:1-10

 

Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”

(Kisah 3:6)

 

Seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya sudah bertahun-tahun menjadi pengemis di pintu gerbang Indah di Bait Allah. Dia sudah begitu terbiasa dengan keadaannya bahkan sudah menerimanya sebagai sebuah bentuk kehidupan yang permanent. Begitulah juga keadaan kehidupan banyak orang percaya. Kita “menerima” apa adanya hidup kita sebagai suatu kehidupan yang permanent. Bahkan problem fisik atau emosional yang ada akhirnya menjadi suatu keadaan yang diterima secara permanent. Kita mengatakan mustahil untuk dapat diubah atau berubah sehingga tidak lagi mengharapkan perubahan.

Adalah sesuatu yang kontras, di pintu gerbang Indah ada sesuatu yang tidak indah yaitu: Pengemis lumpuh. Tetapi begitulah cara Tuhan bekerja. Di saat manusia mengatakan tidak mungkin dan mustahil, Tuhan mau menunjukkan bahwa Ia punya keahlian dalam hal yang dianggap mustahil. Ia dapat melakukan segala sesuatu yang dianggap mustahil oleh manusia. Kendati demikian Tuhan mengerjakan segala sesuatu secara transparan dan tidak ada yang tersembunyi. Setiap hari si Pengemis lumpuh melihat orang-orang religius, orang-orang beribadah, termasuk Petrus dan Yohanes, lalu lalang pergi dan pulang dari dan ke Bait Allah, tapi tidak merasakan apa-apa atas kehadiran mereka. Tetapi kemudian kehadiran Petrus dan Yohanes dapat memberi dampak yang luar biasa. Mereka berdoa dalam nama Yesus dan orang lumpuh itu sembuh. Seringkali keberadaan orang-orang yang katanya beribadah, tidak memberikan dampak apa pun kepada orang lain yang ada di sekitar mereka. Bukan begini model kehidupan orang percaya yang Tuhan inginkan. Tuhan mau kehidupan kita memberi dampak bagi orang di sekitar kita dan membuat mereka berubah. (St.S)

Hidup kita harus dapat menjadi berkat bagi orang lain karena kita memiliki kuasa dalam nama Yesus.

ROH KUDUS MEMBERIKAN KESANGGUPAN

1 Samuel 17:48-54


“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”

(1 Samuel 17:45)

 

Secara fisik memang Goliat jauh lebih besar daripada Daud, ia lebih berpengalaman dalam berperang. Goliat mengenakan baju zirah, ketopong tembaga, ia membawa tombak dan pedang serta perlengkapan perang lainnya sedangkan Daud tidak membawa senjata perang, ia hanya membawa lima batu licin dan ketapel. Namun Daud tidak gentar menghadapi Goliat. Sebelumnya Samuel telah mengurapi Daud dengan minyak dan saat itu Roh Kudus menguasai Daud. Itulah kekuatan dan kesanggupan Daud sehingga ia dapat mengalahkan Goliat.

Sebenarnya di dunia ini kita sedang dalam status berperang. Peperangan kita bukanlah peperangan fisik, tetapi peperangan rohani. Peperangan kita adalah merubuhkan kubu-kubu iblis yang membuat orang sulit percaya kepada Tuhan. Menghancurkan kubu-kubu kemiskinan yang membuat banyak orang menderita. Melenyapkan kubu-kubu penyakit yang membuat banyak orang susah. Peperangan kita adalah peperangan dalam alam roh untuk melawan dan membinasakan segala tipu muslihat dan kelicikan iblis, yang membuat manusia jauh dari Tuhan. Karena peperangan kita adalah peperangan rohani, maka perlu pasukan rohani serta senjata rohani. Dan puncak dari segala senjata rohani adalah doa, permohonan, syafaat dan doa dalam roh. Tuhan menghendaki gerejaNya pada akhir zaman menjadi pasukan rohani. Kekuatan pasukan rohani kita yang pertama adalah keluarga, kemudian persekutuan doa jemaat dan wadah-wadah pelayanan lainnya. (MDW)

 

Doa dan Firman Tuhan adalah senjata rohani yang harus dimiliki semua gereja Tuhan.

UJIAN TERHADAP IMAN

Lukas 6:46-49

Yakobus 1:2-4


“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.”

(Yakobus 1:2)

 

Seperti bangsa Israel mengalami ujian, perjalanan hidup. Saudara dan saya pun harus melalui ujian. Tujuan Tuhan menguji kita adalah untuk mengetahui apakah kita masih tetap setia dan selalu berpegang pada Firman Tuhan. Ketika Tuhan menguji iman kita, Tuhan minta pengorbanan dari kita. Kita harus berani mengorbankan sesuatu yang kita kasihi. Abraham tidak ragu melakukannya, ketika Allah memintanya untuk mengorbankan Ishak, putera tunggal yang amat dikasihinya. Tuhan ingin mengetahui apakah cinta kita kepadaNya melebihi segala sesuatu yang kita kasihi di dunia ini. Beranikah kita mengorbankan apa yang Tuhan minta dari kita?

Ketika manusia menghadapi jalan buntu karena masalah yang terasa terlalu berat, percayalah Tuhan mempunyai jalan keluar bagi setiap persoalan. Apa pun keperluan kita, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Ada maksud dalam setiap pencobaan yang kita alami. Ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan supaya kita menjadi sempurna dan utuh dan membawa kita pada kehidupan yang tidak kekurangan suatu apa pun. Sebab itu, jangan lari dari berbagai pencobaan yang datang, hadapi semua bersama Tuhan. Setiap pekerjaan akan diuji dengan api dari Tuhan. (1 Korintus 3:13). Pada hari Tuhan, setiap pekerjaan kita akan diuji dengan api. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Ujian akan menyatakan bahan yang dipakai sebagai fondasi/ dasar. Rumah yang dibangun di atas dasar pasir akan segera roboh ketika banjir melanda, sedangkan rumah yang dibangun di atas batu tidak dapat digoyahkan meski air bah dan banjir melanda. (AHM)

 

Orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan, imannya tetap tegar dan kuat.