July 2014
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

KESANGGUPAN ILLAHI

2 Korintus 11:23-31

Roma 7:18-19


“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.”

(2 Korintus 1:8)

 

Meskipun Rasul Paulus telah penuh Roh Kudus, tapi ia tidak lepas dari penderitaan yang begitu berat, sehingga Rasul Paulus dalam ayat selanjutnya berkata: “Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” (2 Korintus 1:9). Bahkan dalam 2 Korintus 11:23-27 dapat kita baca ada banyak porsi penderitaan yang dialami Rasul Paulus. Namun karena Rasul Paulus sudah dipenuhi Roh Kudus, ia mempunyai kesanggupan Illahi. Dalam penderitaan yang begitu berat, ia masih tetap dapat memberitakan Firman Tuhan.

Rasul Paulus tidak pernah bersungut-sungut, ia mempunyai kesanggupan Illahi untuk menangkap isi hati Tuhan. Tidak ada satu roh yang bisa menaklukkannya ketika ia mengalami penderitaan sehingga ia dapat berkata: “Kita lebih dari seorang pemenang.” (Roma 8:37). Dengan jujur Rasul Paulus berkata bahwa ia mempunyai potensi untuk berbuat baik, tetapi ia selalu gagal tanpa kuasa Roh Kudus yang menolongnya. (Roma 7:18-19). Dalam doa pribadi dengan Tuhan, kita dapat bercakap-cakap intim dengan Tuhan melalui Roh Kudus yang berperan dalam hidup kita sehingga kita mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi pergumulan hidup setiap hari. (FZA)

Ijinkan Roh Kudus selalu berperan dalam hidup kita agar kita selalu dapat melakukan kehendak Tuhan.

MINTALAH DALAM NAMA YESUS

Yohanes 14:13-14

Kisah 4:7-12

 

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

(Kisah 4:12)

 

Sudah sekian kali Petrus dan Yohanes melihat si Pengemis lumpuh dan mereka tidak merasa apa-apa. Tapi kali ini Petrus melihat sesuatu dalam diri orang lumpuh itu yaitu: bahwa ia memerlukan Allah. Itulah yang harus mampu kita
lihat dalam diri orang-orang di sekitar kita yaitu: keperluan akan
Allah. Petrus kemudian menatap orang lumpuh tersebut. Mengapa? Karena ia ingin merefleksikan iman yang ada padanya kepada orang lumpuh tadi. Orang-orang yang ada saat itu melihat bagaimana Nama Yesus masuk ke dalam kehidupan orang lumpuh itu dan mengubahkan dirinya secara drastis. Mereke melihat bagaimana orang yang lumpuh sejak lahir sekarang bangkit, berdiri dan berjalan dengan sempurna. Petrus dan Yohanes tidak memiliki emas dan perak tapi hanya Nama Yesus Kristus. Memiliki Nama Yesus Kristus berarti memiliki segalanya yang nilainya tidak terjangkau oleh segala kekayaan yang ada dalam dunia ini. Dengan Nama Yesus Kristus orang yang lumpuh sejak lahirnya disembuhkan total.

Allah menaruh namaNya di atas Gereja yaitu orang-orang percaya, Dia hadir di antara dua atau tiga orang yang berkumpul dalam namaNya. Di mana ada nama Yesus, di sana ada kehadiran Allah dan di sana kuasa Allah dinyatakan. Kuasa dalam nama Yesus sangatlah luar biasa. Tidak ada nama lain yang dapat menyelamatkan manusia selain nama Yesus. Bila kita meminta sesuatu dalam nama Yesus, Allah akan melakukannya. Perkatakan nama Yesus jangan hanya sebagai kebiasaan ritual saja tapi untuk menyatakan suatu hubungan dengan Yesus. Dalam nama Yesus ada kesembuhan, kelepasan dan keselamatan. (St.S)

Menggunakan nama Yesus berarti tunduk di bawah kuasa namaNya dan itulah yang mendatangkan mukjizat.

 

BETAPA HEBAT KUASANYA

Markus 4:35-41


“Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”

(Efesus 1:19)

 

Yesus mengajak murid-muridNya untuk bertolak ke seberang. Murid-murid mungkin berpikir bahwa perjalanan mereka pasti aman karena Yesus sendiri yang mengajak mereka ke seberang. Namun tiba-tiba angin taufan mengamuk dengan dahsyatnya sehingga perahu mereka mulai penuh dengan air, sedangkan Yesus sedang tidur di buritan. Melihat hal itu, mereka membangunkan Yesus dan berkata: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus pun kemudian bangun dan menghardik angin itu sehingga angin itu reda dan danau menjadi teduh sekali. Murid-murid begitu takut karena adanya angin taufan yang melanda mereka sehingga iman percaya mereka kepada Yesus tertutup oleh ketakutan itu. Tuhan ingin menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus. (Efesus 1:18).

Iman yang sudah ada pada kita harus terus bertambah supaya kita dapat melihat kehebatan kuasa Allah di dalam kehidupan kita. Seringkali kuasa Allah tidak lagi kita rasakan karena iman kita melemah. Firman Tuhan dalam Roma 8:17 berkata bahwa kepada kita bukan hanya dianugerahkan untuk percaya, tetapi juga menderita bersama dengan Kristus. Walaupun menjadi orang percaya, kita tidak terlepas dari penderitaan. Tuhan tidak berjanji bahwa hidup kita selalu bebas dari pencobaan, tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberi kita jalan keluar dari pencobaan yang kita hadapi. Firman Allah menjanjikan bahwa Ia tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Kita harus tetap beriman kepada Tuhan sehingga kita dapat melihat kuasa Tuhan yang dahsyat dan berkuasa menolong kita. (ED)

 

Tuhan sanggup menyatakan kehebatan kuasaNya bagi setiap orang yang hidup dengan iman dan ketaatan melakukan FirmanNya.

KEPEKAAN MENDENGAR SUARANYA

Yohanes 10:27-30


“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”

(Yohanes 10:27)

 

Tuhan adalah Gembala yang baik, tetapi berapa banyak anak-anak Tuhan yang tidak mau dipimpin oleh Tuhan sebagai Gembala yang baik. Domba yang tidak mau mendengar suara Firman Tuhan, cenderung sesat. Hari-hari ini ada begitu banyak orang yang dililit masalah ekonomi, di antara mereka ada orang yang mengambil jalan pintas bunuh diri. Kalau kita mau taat mendengar suara Firman Tuhan dan melakukan FirmanNya pasti kita akan dipelihara oleh Tuhan. Itulah sebabnya kita perlu memiliki kepekaan mendengar suaraNya. Orang yang memiliki kepekaan mendengar Firman Tuhan pasti ia memiliki kedekatan dengan Tuhan. Ketika ada persoalan berat yang dihadapinya, ia mempunyai keyakinan: “Aku tidak akan hancur, karena di dalam Tuhan Yesus Kristus ada jaminan.”

Tuhan berjanji kepada Yosua: “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5). Seperti Tuhan berjanji kepada Yosua, Dia pun berjanji untuk menyertai kita. Tuhan berjanji menyertai kita bukan untuk sementara tapi sampai pada kesudahan alam. Sebagai manusia kita memiliki kekuatan yang sangat terbatas, bagaikan domba-domba yang selalu memerlukan gembala yang baik. Mengapa dalam keluarga seringkali terjadi pertengkaran bahkan perceraian? Karena mereka tidak mau mendengar suara Firman Tuhan dan melakukanNya. Kalau hidup kita telah menjauh dari Tuhan, kita perlu mencari Dia. Ketika semua orang tidak dapat menolong kita, kita harus yakin ada sebuah nama yang sanggup menolong, yaitu Tuhan Yesus Kristus. (ML)

Belajarlah peka mendengar suara Tuhan dan hiduplah sesuai FirmanNya sehingga kita selalu disertai oleh Tuhan.

BERKAT DALAM KEBERSAMAAN

Kisah 2:1-4


“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.”

(Kisah 2:1)

 

Di mana ada persatuan, maka Tuhan berkenan untuk memerintahkan berkat-berkatNya agar dicurahkan dalam perhimpunan. Ketika para murid Tuhan Yesus sedang berhimpun bersama-sama di kamar loteng Yerusalem, mereka berdoa dengan bersehati menantikan janji Bapa yaitu pencurahan Roh Kudus, maka tiba-tiba turunlah Roh Kudus memenuhi murid-murid itu. Mereka mendapat berkat rohani yang luar biasa yang tidak bisa dibeli ataupun digantikan dengan uang dan harta. Para murid Tuhan mengalami pembaharuan dan perubahan yang sangat radikal. Mereka mengalami sukacita dan damai sejahtera yang tak terhingga sehingga menulari masyarakat sekitarnya untuk mempunyai pengalaman yang sama seperti yang dialami para murid Tuhan tersebut.

Kerjasama (persatuan) bukan saja mendatangkan berkat rohani melainkan juga berkat jasmani. Waktu Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang lebih dengan lima ketul roti dan dua ekor ikan dan masih ada sisa 12 keranjang merupakan berkat jasmani yang berlimpah. Berkat yang sangat melimpah itu bisa terjadi karena adanya kerjasama yang baik dari semua pihak. Adanya peran si anak yang membawa lima roti dan dua ikan, juga Andreas yang menemukan anak tersebut dan membawanya kepada Tuhan Yesus, serta peran para murid Tuhan mengelompokkan 5000 orang tersebut dalam kelompok-kelompok kecil dan yang juga turut serta dalam membagi-bagikan roti dan ikan tersebut kepada orang banyak. Semuanya itu ikut berkontribusi sehingga mukjizat berkat jasmani yang berlimpah-limpah tersebut dapat terjadi. (Sam)

 

Kerjasama (persatuan) di antara umat Tuhan akan mendatangkan berkat jasmani dan berkat rohani yang berlimpah.

ALLAH SUMBER PENGHARAPAN

Kisah 3:19-21
 

“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”

(Roma 15:13)

 

Roh Kudus mempunyai peran dalam kehidupan setiap pribadi untuk memulihkan/merestorasi. Sebelum memulihkan Roh Kudus akan mengadakan penelitian/investigasi: itu sebabnya Daud berkata: “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” (Mazmur 26:2). Apa saja yang sudah rusak, Roh Kudus dapat mengadakan perbaikan. Bagaimana caranya agar Roh Kudus dicurahkan berlimpah-limpah dalam hidup seseorang? Hal yang pertama adalah ia harus sadar dan bertobat. Semua dosa dan pelanggarannya diakui di hadapan Tuhan, kemudian ia berjalan dalam terang Firman Allah. Orang yang bertobat berarti berbalik arah dan mengalami pembaharuan hati, menginsyafi bahwa ia sangat membutuhkan Tuhan, maka Tuhan akan mendatangkan waktu penyegaran dan Tuhan akan mengadakan pemulihan dalam segala sesuatu.

Anak bungsu mengambil keputusan untuk meminta bagiannya dan ia tinggalkan rumah ayahnya. Setelah hidup jauh dari bapa, ia memboroskan hartanya dengan hidup berfoya-foya. Kemudian habislah hartanya dan ia menjadi melarat. Saat dalam penderitaan ia sadar untuk kembali ke rumah bapanya. Seseorang yang hancur, rusak kemudian sadar dan bertobat maka ia akan mengalami penyegaran, pemulihan dan kelimpahan. Hanya Tuhan yang mampu memulihkan kita secara rohani dan jasmani. Dalam keadaan apa pun janganlah kita meninggalkan Tuhan. “…ketahuilah dan lihatlah, betapa pahitnya jika engkau meninggalkan Tuhan…” (Yeremia 2:19). (FZA)

 

Allah sumber pengharapan, Ia melimpahkan berkat, sukacita dan damai sejahtera bagi orang yang mau bertobat

DIJADIKAN KEBENARAN ALLAH

1 Korintus 15:1-4


“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”

(2 Korintus 5:21)

 

Jangan hanya kita tahu bahwa Yesus adalah Juruselamat, tetapi kita juga harus tahu bahwa Dia yang tidak berbuat dosa telah dijadikan dosa. Yesus yang tidak berdosa, rela mati karena dosa-dosa kita sehingga kita yang berdosa ini dijadikan kebenaran. Dari ayat ini kita seharusnya dapat mengucap syukur bahkan tersungkur di kaki Tuhan seraya berkata: “Siapakah aku ini Tuhan, sehingga Tuhan jadikan saya kebenaran Allah.” Rasul Paulus berkata: “Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.” (1 Korintus 15:1). Mengapa Rasul Paulus mengingatkan kita? Karena kita sebagai manusia pada dasarnya seringkali lupa.

Saudara harus punya iman untuk menerima Injil sehingga engkau berdiri teguh, tidak goyah. Jangan kita terima Injil hanya sebagian, kalau kita tidak berdiri dengan teguh, kita bagaikan orang yang suka menari. Kena angin Barat kita ke Timur, kena angin Timur kita ke Barat karena kita tidak kokoh. Kalau Saudara kokoh di dalam Injil Tuhan, Saudara dapat berkata: “Aku yang berdosa sekarang sudah dijadikan kebenaran Allah di dalam Kristus.” “Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu—kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.” (1 Korintus 15:2). Kita diselamatkan bukan karena usaha kita, tetapi karena Tuhan yang menyelamatkan kita. Jangan Saudara datang ke gereja asal aja, asal ‘setor muka’ kepada Tuhan: “Saya ke gereja nih, Tuhan”, tetapi tidak mengetahui hak, tidak mengetahui kedudukan Saudara, tidak mengerti kewajiban Saudara, sehingga imanmu sia-sia. (JEA)

 

Datanglah kepada Tuhan dengan pengertian yang benar sehingga ibadah kita kepada Tuhan tidak menjadi sia-sia.

HATI BAPA

1 Petrus 1:13-19


“Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

(Maleakhi 4:6)

 

Kehidupan yang intim dengan Bapa surgawi membuat hati Bapa semakin nyata dalam hidup kita. Hati Bapa inilah yang akan memulihkan baik keluarga, gereja Tuhan maupun bangsa ini. Dalam melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya pada semua bidang pelayanan dan pada setiap langkah misi, dibutuhkan adanya hati Bapa. Hal ini menggenapi Firman Tuhan sebagaimana tertulis di Maleakhi 4:6. Pada hari-hari akhir ini di mana dosa dan kejahatan manusia makin bertambah besar, semua unsur kegiatan pelayanan membutuhkan adanya hati Bapa. Tapi untuk bisa memiliki hati Bapa, tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Hati Bapa tidak bisa dipelajari lewat buku, juga tidak ada doktrin dan tidak ada batasan dogmanya. Kita harus mengalami, memahami dan menghayati kehidupan Bapa surgawi dalam Yesus Kristus Tuhan, yang pasti harus lewat suatu proses hubungan intim antara anak dengan Bapa, sehingga hati Bapa terimpartasikan kepada kita sebagai anak-anakNya. Kita tidak bisa memiliki hati Bapa jika tidak memiliki hati anak, yaitu: ketaatan dan ketulusan. Sebuah kesaksian: Seorang pendoa syafaat menyampaikan bahwa sewaktu berdoa, ia melihat dirinya digandeng Tuhan Yesus, seperti anak berusia delapan tahun. Karena hal ini terjadi beberapa kali, maka suatu saat ia bertanya kepada Tuhan Yesus: “Apakah ini menggambarkan usia rohaniku, Tuhan?” Dan Tuhan Yesus pun menjawab: “Apa yang engkau lihat bukan menggambarkan usia rohanimu, tetapi itu adalah gambaran hatimu seperti anak yang berusia delapan tahun dengan kemurnian dan ketulusan hatimu yang menyenangkan hatiKu.” (JHG)

 

Tuhan akrab dengan orang-orang yang memiliki hati yang murni dan tulus.

JANGAN MEMBERONTAK

Mazmur 68:1-7

 

“Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.”

(Mazmur 68:7)

 

Tuhan memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara. Terjemahan bhs Inggris: “Allah menyertai orang yang sendirian di keluarga,” orang yang tidak dipedulikan atau tersisih dalam keluarga. Tuhan ternyata menyertai orang-orang yang demikian, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan sehingga mereka bahagia. Ada janji Tuhan kepada orang-orang yang tertekan, atau yang tertawan, atau yang dalam keadaan penderitaan bahwa Tuhan bisa memberi nyanyian sukacita. Tetapi pemberontak -pemberontak tinggal di tanah yang gundul (gersang). Pemberontak pasti berada dalam suasana tidak diberkati. Yesaya 59:12-13 menjelaskan bahwa orang yang memberontak terhadap Tuhan, mungkir terhadap Tuhan, berbalik dari mengikuti Allah, merancangkan pemerasan dan penyelewengan. Orang yang memberontak, mendukakan Roh Kudus, ia pasti menerima akibatnya. “Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.” Yesaya 63:10.

Generasi akhir zaman mempunyai banyak penyakit, di antaranya memberontak terhadap orang tua. “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.” Efesus 6:1. Sebagai orang yang beriman pada Tuhan kita harus memiliki roh ketaatan, bukan pemberontakan. Jangan sampai kita mendukacitakan Roh Kudus (Efesus 4:30). Datanglah pada Tuhan dengan pertobatan. “Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN.” Yesaya 59:20. (MDW)

 

Jangan lagi kita memiliki roh pemberontakan sehingga kegundulan, kegagalan Tuhan ganti dengan pengampunan, berkat dan keselamatan.

 

DENGAR DAN LAKUKAN FIRMANNYA

Keluaran 23:20-22


“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.”

(Keluaran 23:20)

 

Ketika Abraham dipanggil keluar dari kota tempat tinggalnya, Allah berjanji akan memberkati orang yang memberkati Abraham dan mengutuk orang yang mengutuk dia (Kejadian 12:3). Allah ada di pihak umatNya dan mataNya senantiasa tertuju kepada mereka. Perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir merupakan cermin perjalanan hidup kita keluar dari Mesir rohani, yaitu tempat kita ditindas dan diperhamba oleh dosa. Di tengah perjalanan ada banyak bahaya dan musuh. Tetapi puji Tuhan, Ia mengutus: “seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.” Tuhan akan memusuhi musuh kita dan melawan lawan kita. Artinya Allah yang Mahakuasa akan membela dan berperang bagi Saudara dan saya.

Seperti Rasul Paulus, kita pun dapat berkata: “Jika Tuhan di pihakku, siapakah yang akan melawanku?” (Roma 8:31). Tuhan akan membela dan berperang bagi kita, tetapi ada syaratnya: kita harus sungguh-sungguh mendengarkan FirmanNya dan melakukan segala perintahNya. Tanpa mendengar Firman Tuhan, orang tidak akan memiliki iman, sebab iman datang dari pendengaran akan Firman Allah. Tetapi iman tanpa perbuatan adalah mati. Jadi, sesudah mempunyai iman karena mendengar, kita harus melakukan Firman Allah. Mendengar dan melakukan Firman Tuhan merupakan kekuatan kita dalam menghadapi peperangan rohani. Dengan yakin, kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Tuhan adalah pembela kita yang setia. (AHM)

 

Adakalanya Tuhan menguji kita, apakah kita masih tetap setia, tetap berdoa dan berharap kepadaNya.