The page you were looking for doesn't exist.

You may have mistyped the address or the page may have moved.

If you are the application owner check the logs for more information.

November 2014
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

ROH YANG KUAT

Yosua 1:6-9

Roma 10:17

 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.”

(Yosua 1:6)

 

Seorang pendoa harus memiliki roh yang kuat. Dengan kata lain, rohnya sendiri haruslah kuat. Di tengah krisis yang hebat, di tengah gerakan roh antikris yang melanda dunia ini, kita harus memiliki roh yang kuat. Di tengah roh-roh yang teritorial yang mengaum-ngaum seperti singa dan siap menerkam terutama kepada para hamba Tuhan yang memiliki pelayanan sangat strategis dan mempunyai dampak yang dahsyat, yaitu pendoa peperangan dan pendoa syafaat, maka rohnya sendiri harus kuat. Ada banyak hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa. Ada banyak jiwa yang terhilang karena tekanan berat dan lain-lainnya. Meski seorang hamba Tuhan memiliki pelayanan yang besar dan hebat, bahkan selalu disertai dengan tanda-tanda ajaib dan mukjizat, bisa jatuh jika rohnya sendiri lemah.

Yosua menghadapi tantangan yang teramat berat. Sebagai pengganti Musa yang merasa tidak berdaya, ia harus memimpin orang Israel di langkah-langkah akhir untuk membawa mereka masuk ke Kanaan. Ia harus menghadapi medan peperangan yang berat. Namun justru di saat ia merasa ragu-ragu dan tidak mampu itulah, Bapa berfirman kepadanya: “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!” Maksudnya di sini yaitu bahwa Yosua harus menjadikan rohnya sendiri kuat. “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:8). Firman Tuhan terhadap Yosua pada ayat 8 tersebut di atas disampaikan dengan maksud untuk membangun imannya supaya rohnya menjadi kuat. (JHG)

 

Roh yang kuat itu terjadi di dalam pembangunan iman kita oleh Firman Allah.

SUKACITA, SABAR DAN TEKUN

Roma 5:1-5


“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

(Roma 12:12)

 

Sejak kita percaya dan menerima Tuhan dalam hidup kita, kita telah menerima pengharapan yang dari Tuhan. Pengharapan di dalam Tuhan Yesus tidak mengecewakan (Roma 5:5). Sekalipun ada banyak persoalan yang harus kita hadapi, tetapi Yesus merupakan pengharapan yang pasti. Harapan kita di dalam Kristus seperti jangkar yang tertanam kuat dan sangat dalam, bahkan sebagai pegangan yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19). Dengan demikian, kapal hidup kita tidak terombang-ambing, tetap di dalam Tuhan. Pengharapan kita kepada Tuhan biarlah semakin dalam tertanam dan menjadi pegangan yang kuat dan aman di dalam Tuhan. Kelak kita akan melihat bahwa Tuhan memberikan jalan keluar dalam persoalan kita.

Dalam Efesus 6:12 dikatakan: Kita seperti orang yang berperang, karena itu jangan sampai kita kehilangan pengharapan di dalam Kristus sehingga kita kecewa dan meninggalkan Tuhan. Pengharapan harus dipelihara dan dijaga sampai saatnya kita melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidup kita. Bersabarlah dalam kesesakan, kesesakan terjadi karena kita mengalami bermacam-macam masalah. Hal itu seringkali membuat kita tidak berdaya. Ketika Tuhan ijinkan kesesakan terjadi dalam kehidupan kita, kita harus bersabar. Arti sabar dalam kesesakan yaitu: Tidak bersungut-sungut (tidak mengeluh terhadap segala yang terjadi), bertekunlah di dalam doa walaupun ada banyak pergumulan dan permasalahan yang melanda kehidupan kita (1 Tesalonika 5:17). Doa orang benar jika dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16b). Doa sanggup memberikan jawaban yang pasti dalam kehidupan kita. (ED)

 

Orang yang mengasihi Tuhan, ia selalu dapat bersukacita, bersabar dan bertekun meski menghadapi persoalan yang berat.

MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH

Mazmur 143:5-12


“Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!”

(Mazmur 143:10)

 

Ada perbedaan antara mengetahui dan melakukan kehendak Allah. Mengetahui kehendak Allah berbeda dengan melakukan kehendak Allah. Kebanyakan orang Kristen hanya sebatas tahu dan paham luar biasa, tapi tidak mau melakukan Firman Tuhan. Perhatikan, Daud berdoa agar dia tidak hanya mau mengerti, bukan hanya mau tahu tapi dia ingin melakukan Firman Tuhan.

Tuhan pernah memanggil Yeremia dan berfirman: “Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.” Perikop ini, membahas pelajaran dari tukang periuk. Tuhan berkata kepada Yeremia untuk pergi ke rumah tukang periuk, ada apa di sana? Tuhan berkata: “Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataanKu kepadamu.” Pada waktu engkau melihat tukang gerabah, sementara tangannya memegang tanah liat dan memutar gilingan batu, engkau akan melihat pengajaran-pengajaran Firman Tuhan. Rasul Paulus menulis: “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Korintus 4:7). “Harta yang kami punyai berada dalam bejana tanah liat.” Paulus menjelaskan: “Saya ini tanah liat tapi di dalam saya ada harta yang indah”. Harta apa? Kalau Saudara perhatikan pada ayat sebelumnya ada empat kekayaan yang Tuhan ingin taruh pada bejana tanah liat ini, yaitu: Terang dari Yesus, cahaya dari Yesus, kemuliaan dari Yesus dan wajah Kristus. Maukah Saudara agar terangNya, cahayaNya, kemuliaanNya dan wajahNya ada dalam hidupmu? Mintalah Roh Kudus memenuhi hidup kita agar kita bersedia dibentuk seturut kehendak Tuhan, sekalipun harus melewati proses pengorbanan. (FZA)

 

Kalau hati Saudara tetap keras, tidak mau dibentuk oleh Tuhan, jangan berharap Saudara dapat menjadi bejana yang indah.

ROH KUDUS MEMBERI KEMENANGAN

I Samuel 16:14-23


“Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.”

(1 Samuel 16:13)

 

Daud adalah seorang penggembala yang sangat sederhana, tetapi karena Roh Tuhan yang menguasai hidupnya, Daud dapat merobohkan Goliat raksasa dari Filistin. Waktu itu Daud membawa lima batu kecil di kantung gembalanya. Hanya dengan satu batu kecil yang dilemparkan ke arah Goliat dapat membuat Goliat tumbang. Berkali-kali Daud bertempur dalam peperangan tetapi Daud selalu tampil sebagai pemenang. Daud menang bukan karena ia ahli strategi perang, bukan karena tubuhnya yang besar tetapi karena kuat kuasa Roh Kudus. Berapa banyak di antara anak-anak Tuhan yang seringkali kalah dalam menjalani hidup ini? Dalam keluarga, dalam bisnis, dalam pekerjaan, kita dapat meraih kemenangan kalau ada Roh Kudus di dalam hidup kita.

Sewaktu masih muda belia, Daud hanya mempunyai dua atau tiga ekor domba. Dari latar belakang seorang penggembala, Tuhan telah mengangkat Daud menjadi seorang raja yang sangat diberkati sehingga ia dapat memberi sumbangan 1000 talenta emas (3400 ton emas) untuk pembangunan Bait Suci. Semua keberhasilannya itu karena kuasa Roh Tuhan yang selalu ada dalam hidupnya. Ketika raja Saul dirasuk oleh roh jahat, Daud dipanggil menghadap raja Saul. Daud memainkan kecapinya, dia memuji Tuhan melalui permainan kecapinya. Saul merasa lega dan nyaman dan roh jahat itu undur daripadanya. Daud dapat mengalahkan roh-roh jahat, ia dapat mengalahkan kuasa setan karena Roh Kudus yang selalu ada dalam hidupnya. (FR)

 

Kalau kita mau bergaul dengan Roh Kudus, kita pasti diberikan kekuatan bahkan kemenangan dalam menjalani hidup ini.

SENJATA FIRMAN ALLAH

Matius 4:1-11

 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

(Ibrani 4:12)

 

Keadaan dunia akhir zaman semakin menarik. Begitu banyak hal-hal duniawi yang menggoda manusia. Jika kita tidak memiliki daya tahan, maka sangat mudah iblis menjatuhkan kita. Iblis setiap waktu menyerang orang percaya sehingga mereka meninggalkan Tuhan dan berbalik kepada hal-hal duniawi. Salah satu senjata yang tepat untuk menyerang iblis yaitu pedang Roh. Kalau kita berperang tanpa menggunakan pedang Roh, maka kita tidak dapat mengusir iblis. Pedang Roh diterjemahkan oleh Rasul Paulus adalah Firman Tuhan.

Kita mempunyai senjata Firman Tuhan yang ‘hidup dan kuat’. Karena begitu kuatnya senjata ini sehingga dapat menembus bagian terdalam. Firman Allah satu-satunya senjata Allah yang bisa menembus masuk ke dalam semua bagian manusia. Firman Allah sanggup memisahkan jiwa dan roh. Jiwa dan roh (bagian yang paling dalam dari rohani). Firman Tuhan tidak hanya menyentuh sampai pada perasaan semata, tetapi benar-benar sampai ke dalam roh kita yang membuat seseorang bisa bertobat dan berubah menjadi manusia baru (mengalami kelahiran baru). “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Firman Tuhan dapat menembus sampai sendi-sendi dan sum-sum (ke bagian yang paling dalam dari fisik kita). Ketika kita mengimani Firman Allah, Firman Allah sanggup menyembuhkan dan memperbaiki organ tubuh kita yang tidak bisa dijangkau seorang ahli bedah sekalipun. (JSM)

 

Firman Tuhan bukanlah saja sebagai sumber kehidupan, tetapi Firman Tuhan juga adalah senjata bagi kita untuk melawan dan menyerang iblis.

MELAWAN TIPU DAYA IBLIS

Lukas 4:1-13

Roma 14:17-19

 “Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.”

(Lukas 4:2)

 

Perhatikan dengan saksama kisah tentang Yesus yang dicobai iblis di padang gurun. Dari peristiwa tersebut, kita bisa menemukan di sini bahwa Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, dicobai oleh iblis bukan pada waktu Ia sakit, sedih atau lainnya melainkan pada waktu Yesus lapar. Oleh karena itu, hati-hatilah dengan keadaan kita, jangan kita lapar dan haus akan kedagingan, lapar akan harta, takhta dan wanita. Lapar secara rohani artinya roh yang lemah. Iblis tidak mencobai Yesus dengan sakit penyakit, tetapi ia mencobai kelemahan manusia, yaitu melalui kedagingan kita yang mencakup makanan jasmani, harta benda dan kedudukan. Oleh karena itu, cukupkanlah dengan apa yang Tuhan berikan, waspadalah, berdoalah, mengucap syukurlah dan lawanlah si penipu itu maka ia pasti kalah.

Tuhan Yesus memberikan peringatan kepada kita: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21). Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman (jasmani), tetapi soal kebenaran (kasih), damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Keempat hal tersebut inilah yang diputar-balikkan oleh iblis dengan mengatakan bahwa yang terutama adalah makanan dan minuman, kepuasan daging dan kepentingan pribadi. (JHG)

 

Gereja Tuhan yang tanpa kebenaran (kasih), tanpa damai sejahtera dan sukacita dan tanpa Roh Kudus adalah gereja yang lapar, kering dan akhirnya sakit.

TETAP BERIMAN PADA TUHAN

Daniel 3:16-27


“Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.”

(Daniel 3:21)

 

Sadrakh, Mesakh dan Abednego mempunyai iman yang teguh kepada Tuhan, mereka tidak takut meskipun mereka dilempar ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dengan tegas mereka berkata: “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:17-18). Demikian juga kita harus mempunyai iman yang teguh sehingga kita selalu percaya kehebatan kuasa Tuhan. Meskipun penyakit Saudara belum disembuhkan, tetaplah beriman pada Tuhan dengan berkata: “Saya yakin Tuhan sembuhkan saya, tapi kalau belum disembuhkan dan tidak sembuh, saya punya iman tetap kepada Tuhan. Saya yakin Tuhan akan berkati saya, tapi kalau Tuhan belum berkati saya, saya akan tetap beribadah kepada Tuhan.”

Orang-orang yang mencampakkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego ke dalam dapur api, saat itu semuanya mati karena perapian yang menyala-nyala tetapi Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak mempan oleh api itu, rambut di kepala mereka tidak hangus. Waktu Saudara menghadapi api pencobaan, janganlah Saudara mundur. Di tengah api pencobaan, Tuhan ada di sana. Tuhan menemani Saudara, Tuhan mengasihi Saudara, Tuhan rela bersama dengan Saudara di tengah api pencobaan. Sama dengan Yesus bersama dengan murid-muridNya di perahu yang ditiup angin ribut. Demikian juga Yesus bersama dengan Sadrakh, Mesakh dan Abednego di tengah api. (JEA)

 

Seringkali kesulitan datang seperti api, tetapi ingatlah Tuhan ada di tengah-tengah api pencobaan. Saudara tidak akan terbakar, Saudara akan aman.

MENYUCIKAN BAIT ALLAH

Lukas 19:45-48

 “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ.”

(Lukas 19:45)

 

Yesus dua kali menyucikan Bait Allah, di awal pelayananNya dan menjelang akhir pelayananNya. Di awal pelayananNya, pada saat Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah, Ia menginginkan baitNya bersih dari sarang penyamun dan menjadi rumah doa. Yesus membersihkan Bait Allah secara fisik yaitu gedung gereja, tetapi juga secara rohani yaitu hidup kita sebagai orang percaya. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Korintus 3:16). Kita adalah Bait Allah yang kudus, jangan kita menyimpan dosa apa pun dalam hidup kita. Tuhan Yesus berkata bahwa rumahku adalah rumah doa, namun dijadikan sarang penyamun. Hal ini berlaku secara jasmani maupun rohani. Gereja bisa menjadi rumah doa, tetapi juga bisa menjadi sarang penyamun. Mari kita mengoreksi kehidupan kita, sebab Tuhan ingin hidup kita sebagai Bait Allah yang menjadi rumah doa. Firman Allah itu Roh, Allah itu Roh dan kita juga adalah makhluk roh, hanya Roh Kudus dan Firman Allah yang dapat menyucikan hidup kita.

Firman Tuhan berkata bahwa orang-orang yang tidak adil, orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Korintus 6:9-11). Sebelum mengenal Tuhan, dahulu kita adalah orang-orang berdosa tetapi karena anugerah Tuhan kita telah memberi diri kita untuk disucikan. Kita telah dikuduskan dan telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Manusia tidak dapat menyucikan dosa, hanya Tuhanlah yang sanggup mematahkan ikatan dosa dan mengampuni kita bahkan menyucikan kita. (YT)

 

Setelah kita diampuni, kita harus menjaga kekudusan dan selalu berjalan sesuai kebenaran Firman Tuhan.

JANGAN SALAH PILIH

Bilangan 14:1-4

1 Korintus 10:1-6

 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!”

(Bilangan 14:2)

 

Tuhan telah mendengar seruan bangsa Israel yang berada dalam perbudakan bangsa Mesir dan berjanji akan melepaskan serta menuntun mereka ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madunya. Tuhan memiliki rencana yang baik bagi umatNya. Namun dalam perjalanan menuju negeri yang dijanjikan Tuhan, bangsa Israel bersungut-sungut dan membanding-bandingkan antara kehidupan lama mereka ketika berada di Mesir dengan keadaan mereka saat itu di padang gurun. Mereka bahkan ingin memilih pemimpin untuk kembali ke Mesir, yaitu: kembali kepada kehidupan lama mereka.

Seperti bangsa Israel sedang menuju Tanah Perjanjian, kita juga sedang menuju kepada kehidupan yang kekal. Janganlah kita berbuat seperti bangsa Israel. Kita tidak boleh mengasihi dunia dan segala isinya karena apabila kita mengasihi dunia, maka kasih kepada Bapa tidak akan ada pada kita (1 Yohanes 2:15-17). Dunia sedang lenyap dengan segala isinya namun mereka yang melakukan kehendak Allah akan hidup selama-lamanya. Jangan kita seperti anak bungsu yang meminta warisannya lalu menjual seluruh hartanya itu untuk pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia menghabiskan hartanya dengan hidup berfoya-foya (Lukas 15:13). Ia lebih memilih kesenangan dunia dibandingkan rumah bapanya. Akhirnya hartanya habis dan keadaannya menjadi sangat menyedihkan. Ia pun kemudian menyadari keadaannya bahwa ia telah memilih yang salah dan kembali ke rumah bapanya. Tuhan masih memberi kesempatan bagi orang yang mau bertobat untuk kembali ke jalan yang benar. (TD)

 

Pilihlah yang terbaik sesuai rencana Tuhan dalam hidup kita dan jangan lupakan kebaikanNya.

TUHAN MELIHAT HATI

1 Samuel 16:6-13

 “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

(1 Samuel 16:7)

 

Samuel diutus Tuhan untuk mengurapi salah seorang anak Isai sebagai raja. Ketika Samuel melihat Eliab, ia berpikir bahwa ialah yang akan diurapi sebagai raja tetapi Tuhan berfirman agar Samuel jangan memandang paras atau perawakan seseorang. Tuhan memilih seseorang tidak dinilai dari fisiknya, tetapi Tuhan melihat sampai di dasar hati yang terdalam. Manusia melihat apa yang di depan mata tetapi Tuhan melihat hati. Semua anak Isai yang dilihat Samuel saat itu tidak dipilih oleh Tuhan. “Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” (1 Samuel 16:11).

Pilihan Allah jatuh kepada Daud, ia diurapi sebagai raja, sebab Daud berkenan di hati Tuhan.  Kalau hidup kita bersedia dipimpin Roh Tuhan, Dia dapat mengubah dari keadaan yang tidak berarti menjadi berarti. Banyak orang tidak mengalami ketenangan dalam hidup mereka. Mengapa? Karena mereka menjalani hidup dengan kekuatan diri sendiri. Saul adalah raja Israel, tapi dalam hidupnya ia seringkali merasa tidak nyaman karena roh jahat yang menguasai hidupnya. Namun ketika Daud memuji Tuhan dan memainkan kecapinya, maka roh jahat itu undur dari Saul sehingga Saul merasa lega dan nyaman. (1 Samuel 16:23). (nest)

 

Miliki hati yang berkenan di hadapan Tuhan dan bersedialah dipimpin Roh Tuhan, maka kita akan menjalani hidup ini dengan tenang.