Ulangan 26:16-19
“Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.”
(Ulangan 26:16)
Musa yang diasuh dan dibesarkan di dalam istana Mesir, melihat bangsanya orang-orang Ibrani dijadikan budak. Ketika Musa melihat kehidupan mereka yang ditekan dan disiksa maka Musa membunuh orang yang menyiksa orang Ibrani itu. Musa menjadi takut, ia melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian. Musa hidup selama 40 tahun di Midian, ketika ia menggembalakan domba, Allah memanggil dia dari balik semak-semak (Keluaran 3:9, 10).
Ada perubahan atas kehidupan Musa dari sebelumnya dan setelah Musa hidup selama 40 tahun di Midian. Allah kembali datang kepada Musa dengan misi yang sama, yaitu untuk membebaskan orang Israel. Allah memakai Musa bukan saat ia hebat dan menjadi pahlawan tetapi saat ia sudah merendahkan diri di hadapan Allah. Tuhan memperhatikan penderitaan orang Israel. Allah ingin membebaskan mereka dan mengutus Musa untuk membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Tuhan telah memproses Musa sehingga ia dapat dipakai Tuhan sebagai pemimpin untuk membebaskan bangsa Israel.
Demikian juga Daud dipilih Allah karena ia memiliki hati yang mengasihi Tuhan. Anak-anak Isai adalah orang-orang yang gagah perkasa sebagai tentara kerajaan. Pandangan Samuel berbeda dengan pandangan Allah, sebab Allah tidak memandang yang di depan mata tetapi menilai hati. Kita mengetahui Allah tidak tertarik kepada kakak-kakak Daud yang gagah perkasa dan lebih memilih Daud yang berperawakan kecil, masih muda dan wajahnya masih kemerahan. Hati seperti apa yang Tuhan cari?
Hati yang melakukan Firman Allah dengan setia, dengan semangat dengan segenap hati dan jiwa. (BYT)
Lakukan semua Firman Allah dengan kesetiaan dan kerendahan hati sehingga kita dapat berkenan di hadapan Tuhan.


