Roma 12:1-8
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
(Roma 12:1)
Persembahkanlah tubuhmu sebagai korban, merupakan perintah Tuhan. Bukan hanya satu bagian tubuh kita saja, misalnya: tangan, kaki, mata atau telinga saja. Bukan juga hanya roh atau jiwa atau tubuh, tetapi meliputi keseluruhan aspek hidup kita yaitu roh, jiwa dan tubuh kita secara utuh, termasuk seluruh panca indera kita. Yesus berkata: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:37).
Kita harus memberikan seluruh totalitas hidup kita untuk beribadah dan memuliakan Tuhan kita Yesus Kristus. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa akal budi dan kekuatan (talenta, kepandaian, kepribadian, kekayaan, hidup kita). Ketika kita beribadah harus total, jangan tubuh di gereja tetapi pikiran melayang-layang ke pesta, pacar, kompor, rumah dan lain-lain. Tetapi ketika kita beribadah berarti seluruh hidup yaitu tubuh, jiwa dan roh kita termasuk hati, pikiran, mulut, tangan dan kaki kita pakai untuk memuliakan Tuhan Yesus.
Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup (tidak mati) berarti memberi yang terbaik untuk Tuhan. Segala sesuatu yang mati tidak ada harganya atau jatuh harganya. Sebagai contoh seekor ikan Arwana, maupun seekor anjing Herder harganya mahal tapi kalau sudah mati semuanya tidak ada harganya. Mempersembahkan hidup kepada Tuhan, merupakan kewajiban setiap anak Tuhan. Pertanyaannya, apakah kita melakukannya dengan sungguh-sungguh atau hanya asal-asalan saja? (Sam)
Mempersembahkan hidup kepada Tuhan, janganlah hanya sekedar rutinitas saja, tetapi haruslah merupakan suatu kenyataan yang tulus.


