The page you were looking for doesn't exist.

You may have mistyped the address or the page may have moved.

If you are the application owner check the logs for more information.

December 2014
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

ARSIP

PENULIS

100 RESEP BERKAT

100 resep berkat

Miliki Segera Renungan Seputar Berita Kasih Tuhan

Hubungi:
Ibu Ribka Linida

Telp. 0231 – 230197
Fax. 0231 – 210062
HP. 0812 2156792

BERDAMAI DENGAN ALLAH

Kejadian 4:1-12

“Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.”

(II Korintus 5:20)

 

“….berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Inilah berita Natal bagi kita dan seisi dunia, bahwa Allah telah membuka pintu perdamaian bagi manusia, siapapun dia. Allah membuka tanganNya bagi setiap orang yang ingin berdamai dengan Dia. Sejarah peradaban manusia telah mencatat tentang konflik yang terjadi antar pribadi, keluarga, golongan, etnis bahkan antar bangsa negara. Bahkan ketika dunia ini dihuni oleh 4 orang, telah terjadi konflik yang menyebabkan seperempat penduduk dunia ini binasa, yakni tatkala Kain membunuh adiknya sendiri yaitu Habil. Sebenarnya Allah tidak menghendaki adanya konflik ini, Allah ingin tetap dekat dengan manusia, yaitu dengan cara menolong, membela, melindungi dan mengalirkan berkat-berkatNya yang tersedia di dalam diriNya. Tetapi dosa dan kejahatan manusialah yang telah menghalangi semuanya ini. (Yesaya 59:1-2).

Setiap orang yang mengaku telah menikmati makna Natal, wajib membawa dan melaksanakan misi Allah yang membawa pendamaian di dalam hidupnya. Di manapun ia berada, dalam kondisi yang bagaimana pun, bahkan di tengah-tengah orang yang memusuhi kita sekalipun, kita wajib mengalirkan aliran sungai pendamaian. Kita terpanggil bukan membawa bom dan menciptakan teror yang meresahkan masyarakat. Apakah itu dalam artian sebenarnya atau dalam artian lain. Apakah itu dengan ucapan, gaya hidup dan perilaku yang membuat orang tidak merasa damai. Baiklah kita  mulai dari komunitas yang paling kecil, yaitu suami-istri, keluarga, kerabat dekat dan jauh, rekan seiman di gereja, tetangga, relasi di kantor, di pasar, di manapun dan kepada siapapun bahkan kepada orang yang membenci dan memusuhi kita sekalipun.  (AHM)

 

Kita harus dapat menebarkan damai dan menciptakan situasi damai, di manapun kita berada.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>